26 Apr 2019

Bertemu Domba Di Bukit Kelinci


Setelah sekian lama maju mundur untuk update blog, akhirnya kali ini saya harus mencoba meluangkan waktu untuk menulis sejenak. Selain karena memang ada yang mau ditulis, hitung-hitung refresh dari huru hara pasca pemilu yang bikin puyeng.

Awal bulan yang lalu kita sekeluarga berkesempatan atau lebih tepatnya menyempatkan diri untuk membawa anak-anak main. Selain memang sudah lama tidak ngajak mereka jalan-jalan karena keuangan yang amburadul pasca bikin rumah, kami juga tidak mau menyia-nyiakan awal bulan yang penuh berkah. Banyak sekali sebenarnya yang mau dikunjungi karena memang akhir-akhir ini banyak tempat-tempat wisata baru yang lagi booming di Sumatera Barat. Tapi karena mikirnya bawa anak-anak yang pastinya repot, akhirnya kami memilih untuk mengunjungi Wisata Bukit Kelinci saja. Selain dekat dari rumah, rutenya juga nggak susah. Lokasinya persis ditepi jalan lintas Sumatera Barat, Bukittinggi-Payakumbuh.

Pertama kali akan mengunjungi tempat ini awalnya saya agak ragu. Karena dari namanya "Bukit Kelinci", didalam fikiran saya cuma kayak kebun binatang yang banyak kelincinya. Ternyata salah euy. Di bukit ini ternyata tidak cuma ada pertenakan kelinci, tapi juga ada domba dan juga area Family Camp Syariah. Pantesan diatas bukit areanya sangat luas dan ada beberapa keluarga yang juga yang bawa kemah. Asik juga ya..

Digerbang masuk kita akan diajak untuk berolahraga sejenak dengan menelusuri jalanan menanjak menuju atas bukit. Di papan tertulis namanya "jalan perjuangan", ya lumayan bikin ngos-ngosan apalagi gendong batita yang beratnya 10 kilo lebih. Benar-benar butuh perjuangan untuk sampai diatas. Tapi untung saja bukan saya yang gendong hehe. Karena banyak spot yang instagramable sepanjang mendaki saya jadi sibuk sendiri mengabadikan pemandangan yang sayang untuk dilewatkan.

Jalan Perjuangan

Jalan Menuju atas Bukit

Sesampai diatas kita nggak bakalan langsung ketemu kelinci. Mesti jalan dulu sambil menyusuri jalan yang dipenuhi oleh rerumputan dan spot-spot untuk berswafoto. Disepanjang jalan juga banyak saung-saung beratapkan rumbia yang disediakan untuk bersantai-santai dengan keluarga. Satu hal yang bikin saya excited disini kawasannya sangat bersih. Hampir tidak ada sampah saya temukan disepanjang jalan. Tempat sampah juga banyak tersedia dibeberapa titik.

menuju taman kelinci

spot-spot foto yang menarik

tempat berteduh


Bermain dengan Kelinci

Kelinci-kelinci yang ada dibukit ini ditempatkan disebuah area yang dibatasi oleh pagar-pagar kecil. Disana kelinci dilepas begitu saja dibiarkan bebas berkeliaran. Tempatnya dibentuk sedemikian rupa, ada rumah-rumahan, lubang-lubang untuk kelinci sembunyi dan juga kolam. Tapi setelah dihitung nggak berapa sih kelinci yang dilepas. Mungkin ada sekitar 10-15  kelinci. Untuk bisa bermain dengan kelinci kita bisa memancing mereka dengan memberikan makanan yang sudah dijual disana. Nggak mahal kok, cuma Rp. 5.000 saja kita sudah dapat wortel buat kelincinya.
taman kelinci


makanan kelinci


Tidak jauh dari area kelinci ini ada tempat seperti food court, yah tapi yang jualan cuma satu warung. Karena sebelum masuk tadi ada tanda panah yang tulisannya "pasar rakyat" dalam pikiran saya, sepertinya tempat ini nanti akan banyak yang jualan. Tapi karena masih dalam proses pengembangan jadi tempatnya masih kosong. Hanya ada beberapa tempat duduk yang disediakan sembari kita bisa makan bakwan yang dijual diwarung tersebut. Disamping tempat ini kita bakalan ketemu lagi sama kelinci-kelinci bedanya kelinci ini untuk dijualbelikan. Ada juga beberapa kelinci hias yang disewakan untuk dibawa keliling atau sekedar berfoto. Hmm...



pasar rakyat


Taman Shaun The Sheep

Setelah puas bermain dengan kelinci kita bisa ke Taman shaun the sheep juga lho. Di papannya sih tertulis begitu, tapi didalam saya cuma nemu dombanya 1 kandang. Selebihnya cuma kandang kambing biasa. Tapi lumayan, anak-anak jadi tahu bagaimana wujud shaun the sheep yang asli. Bulu-bulunya mengingatkan saya sama kapas-kapas didalam kasur kapuk dulu. Disana kita bisa memberi makan domba-domba dengan makanan yang memang dijual khusus untuk makanan domba. Anak-anak saya sangat antusias memberi makan domba. Antara geli dan penasaran melihat mulut domba yang komat kamit menunggu makanan, mereka tetap mencoba menyodorkan makanan ke domba-domba itu yang wanginya lumayan aduhai hehe.



Setelah memberi makan kami tidak lupa mencuci tangan ditempat-tempat yang telah disediakan. Alhamdulillah disini banyak tersedia kran air untuk cuci tangan, jadi kita bisa mengajarkan anak-anak untuk tidak takut kotor, baik itu karena menyentuh binatang ataupun bermain di bukit ini.

Spot Instagrammable

Ditempat yang cukup luas saya melihat ada beberapa spot yang masih dibangun. Ada pekerja yang masih sibuk dengan kayu-kayu, sepertinya akan banyak spot menarik disini nantinya setelah semuanya rampung. Salah satu yang lagi dibangun adalah adalah rumah segitiga yang beratapkan rumbia. Beruntung sewaktu kami kesini ada beberapa rumah yang sudah dibangun.



Ke Bukit Kelinci tentunya belum afdhal kalau belum berfoto dengan miniatur kincir angin yang menjadi ciri khas tempat ini. Ada banyak kincir angin yang tersebar, seketika kita bisa serasa di Eropa dengan angle foto yang pas tentunya.



Bersih, Luas dan Murah

Dengan tempat yang luas, bersih dan nyaman disini juga banyak komunitas-komunitas yang mengadakan  family gathering. Fasilitasnya juga lengkap seperti mushola, toilet dan kalau mau berkemah juga asyik banget disini. Sembari santai-santai bisa menikmati pemandangan dipegunungan yang hijau dan menenangkan.

Untuk tiket masuk sangat amat terjangkau, dengan harga Rp. 10.000 kita sudah bisa menikmati semua spot yang ada dibukit kelinci. Tempat parkir yang luaspun sudah tidak perlu bayar lagi. Bersama anak-anak bisa mengajarkan mereka lebih dekat dengan alam, sekalian edukasi juga karena ada peternakan kelinci dan domba. 
 

Beberapa tips dari saya ketika mengunjungi bukit kelinci :
  • Jika cuaca cerah disini lumayan panas karena jumlah pohon yang tidak begitu banyak, sebaiknya bawa topi atau payung biar tidak kepanasan ketika menelusuri bukit ini.
  • Sebaiknya kesini bawa bekal, karena yang jualan masih dikit dan pilihannya pun tidak begitu banyak. Lebih baik lagi kalau bawa kemah dan bawa nasi bungkus bersama keluarga hehe.
  • Pastikan anak-anak terawasi dengan baik terutama ketika memberi makan binatang, pastikan setelah itu mencuci tangan ditempat yang telah disediakan.

WBK (Wisata Bukit Kelinci)
Jl. Raya Bukittinggi - Payakumbuh Km.7
Piladang

Buka : jam 08.00 wib s.d 18.00 wib
Biaya masuk : Rp.10.000





2 komentar: