29 Jan 2019

Agar Sukses Menyusui Walau Bekerja




Bekerja diluar rumah sekaligus bisa tetap menyusui memang punya tantangan sendiri. Kita harus rela menyingkirkan tas kantor dan kemudian menggantinya dengan cooler bag yang lengkap dengan peralatan pumping. Perihal cuci dan mensterilkan peralatan pun sudah jadi rutinitas setiap hari. Belum lagi ketika tidak menemukan ruang laktasi. Siap-siap gigit jari numpang sana sini. Tapi satu hal yang patut kita syukuri saat ini pemerintah sudah memberikan perhatian dengan menerbitkan peraturan yang mendukung pemberian ASI. Tinggal usaha dan kerja keras kita agar hal tersebut bisa terlaksana dengan baik. Lalu apa saja sih yang bisa kita lakukan agar sukses menyusui walau bekerja?


Menyiapkan Pengetahuan seputar ASI.

Sebelum melahirkan ada baiknya kita mencari tahu segala hal tentang ASI. Mulai dari bagaimana memilih Rumah Sakit yang Pro Asi, bagaimana pelekatan yang benar, cara memerah ASI, manajemen ASIP, fakta dan mitos seputar ASI, serta hal lainnya yang berhubungan dengan ASI. Dengan adanya pengetahuan kita tentang ASI biasanya akan membuat kita lebih siap dan lebih matang dalam menghadapi hari-hari pertama menjadi seorang Ibu. Tidak sedikit ibu-ibu yang menyerah pada sufor dihari pertama pasca lahiran karena khawatir bayinya tidak kenyang. Padahal lambung bayi yang masih kecil sudah cukup dengan jumlah ASI yang memang masih belum banyak.


Mempersiapkan stok ASIP semasa cuti

Menyiapkan stok ASI perah bisa dimulai pada 2 atau 1 bulan sebelum cuti berakhir. Pada awal-awal pumping mungkin kita akan mendapati botol ASIP yang tidak penuh. Tapi  jangan khawatir jumlah ASI akan semakin bertambah seiring dengan meningkatnya intensitas menyusui. Berapapun hasilnya tetap saja syukuri dan disimpan. Pikiran-pikran negatif ketika melihat ASIP yang sedikit, bisa diatasi dengan menggabungkan ASIP yang jarak perahnya tidak lebih dari 24 jam dan dalam suhu yang sama. Nah tuh, ASI nya banyak kan. :-)

Melatih bayi menggunakan media ASIP.

Sebelum kembali bekerja ajari si kecil menggunakan media pemberian ASIP agar bayi tidak kaget sewaktu ditinggal kerja. Medianya bisa menggunakan sendok atau cup feeder. Usahakan jangan pakai dot, agar si kecil tidak bingung puting. Banyak yang berpendapat ketika diberi dot anaknya tetap mau menyusu, padahal bayi yang bingung puting bisa saja tetap mau menempelkan mulut pada payudara Ibu, namun pola hisapannya sudah berubah dan tidak dapat lagi mengeluarkan ASI secara optimal. Sembari si kecil beradaptasi dengan sendok atau cup feeder, biarkan si kecil juga menyesuaikan diri dengan Nenek/Ayah atau siapa saja yang nantinya akan memberikan ASIP ketika ibu bekerja. 

Menyiapkan peralatan untuk memerah ASI dikantor

Cooler Bag, botol kaca, pompa ASI dan apron menyusui (kalau perlu) harus masuk dalam list perencanaan kebutuhan kita sebelum melahirkan. Semua peralatan tersebut juga harus sering-sering dicuci dan disterilkan. Jangan lupa juga pakaian kantor harus yang busui friendly. Walau kesannya agak repot bawa peralatan satu tas ke kantor dengan segala proses pencucianya rasanya tidak berarti apa-apa ketika melihat sikecil tumbuh sehat dengan ASI kita.  

Menyediakan waktu khusus untuk memerah 

Buat jadwal pumping dikantor secara teratur, bisa satu kali 3 atau 4  jam. Usahakan menyediakan waktu 15 – 20 menit untuk pumping dengan tenang dan tidak tergesa-gesa. Sebelum pumping bisa dipancing dulu dengan melihat foto-foto si kecil, membayangkan wajah lucunya ketika menghampiri kita dan segala tingkah jenakanya. Selain itu bisa juga melakukan apa saja yang membuat perasaan tenang dan nyaman, bisa mendengarkan murrotal atau menikmati cemilan kesukaan sebagai booster asi. Tapi sebaiknya diskusikan dulu dengan atasan karena akan menyita jam-jam kerja di waktu-waktu tertentu.

Bergabung dengan Komunitas Menyusui.

Bergabung dengan Komunitas Menyusui akan  sangat banyak manfaatnya dalam menjalani masa-masa menyusui yang terkadang tidak selalu mulus. Akan ada saatnya permasalahan-permasalahan selama menyusui timbul yang membuat kita down, stress yang akhirnya malah bikin  ASI jadi seret. Oleh karena itu ibu menyusui butuh dampingan dan motivasi selalu terutama dari orang-orang terdekat. Dengan bergabung dengan komunitas kita akan lebih punya banyak teman yang bisa saling bertukar pengalaman, berbagi ilmu satu sama lain dan saling menguatkan. Komunitas menjadi wadah Ibu Menyusui untuk curhat segala hal mulai dari tentang Asi, Mpasi dan tumbuh kembang si kecil.

 Bahagia, berdoa dan yakin.

Sebagian orang menganggap menyusui adalah sebuah proses alami yang bisa dengan mudah terjadi begitu saja. Namun sebenarnya rata-rata setiap ibu menyusui pasti pernah mengalami masalah-masalah dalam menyusui. Wajar sih, karena hadiahnya pahala kalau gampang mungkin cuma dapat kipas angin hehe. Oleh karena itu, buat ibu-ibu menyusui khususnya yang bekerja diluar rumah, dengan segala kemudahan yang ada tinggal menikmati saja masa-masa pumping yang penuh cinta. Berdoa dan yakin kalau kita pasti bisa tetap menyusui, sebagai penebus waktu kita yang hilang untuk berada disamping mereka. Dengan demikian kita akan tetap bahagia, mood terjaga dan ASI tetap cukup untuk sikecil.

Semangat mengASIhi untuk semua Pejuang ASI.

0 komentar:

Posting Komentar