18 Des 2015

Sulaman Terakhir

Sesekali perempuan kecil itu terkantuk-kantuk menyudahi sulaman yang terhampar pada pamedangan dihadapannya. Matanya mulai perih, apalagi cahaya temaram dari lampu minyak membuat kepalanya tidak sanggup melawan grafitasi. Setiap kepalanya terjatuh, saat itu pula suara sang ibu mengejutkannya. Sulaman yang harus diselesaikan malam itu juga membuat ia mau tidak mau harus begadang semalam suntuk.

Dan perempuan kecil itu kupanggil Ama (ibu).
########################### 


Saya masih ingat ama bercerita tentang bagaimana susahnya dulu beliau hidup untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Siang malam harus membantu nenek menyelesaikan sulaman agar esoknya bisa diantar ke juragan kain. Belum lagi penerangan yang masih belum seterang sekarang. Bahkan menemukan hidung menghitam keesokan harinya gara-gara asap lampu minyak sudah biasa bagi ama. Meskipun mungkin lelah tapi ama tidak punya pilihan lain. Beliau tetap menyulam bahkan ketika sudah berkeluarga keterampilan itu tetap beliau gunakan.

Paska Apa bangkrut kehidupan kami kata orang seperti "jatuah tapai" (tape jatuh). Layaknya seperti tape jatuh udah hampir hancur dan susah untuk diambil atau diangkat kembali. Tapi kami tetap berusaha walau mesti dimulai dari nol kembali. Seperti menjahit sulaman yang dilakukan oleh ama disela-sela kesibukannya sebagai ibu rumah tangga.

Menyulam sudah menjadi tradisi di daerah kami. Bahkan dulu konon katanya perempuan minang yang belum pandai menyulam tidak boleh menikah. Bersyukur ama sangat pandai menyulam. Sulaman beliau sangat rapi dan bagus. Oleh karena itu juragan kain sangat senang dengan hasil sulaman Ama. Yah walaupun pekerjaan dan upahnya tidak sebanding tapi ama mengaku senang dengan pekerjaan tersebut.

Meskipun sekarang menyulam bisa dilakukan dengan mesin, sulaman dengan tangan tetap jauh berbeda kualitasnya. Ama menyulam menggunakan pamedangan, yaitu berupa potongan kayu panjang yang dibuat persegi panjang untuk meregangkan kain. Ketika pamedangan itu terakhir kali digunakan, penampakannya sangat menyedihkan. Beberapa bagian kayu sudah patah dan untuk menyatukannya hanya diikat dengan kain. Di beberapa sisi juga nampak bekas paku-paku agar pamedangan tersebut tetap bisa berdiri tegak.

Untuk menyulam dengan pamedangan dilakukan dengan duduk melantai. Begitulah Ama menghabiskan waktu luangnya, duduk bahkan sampai kaki keram. Pundak yang lelah atau pinggang yang sakit sering jadi alasan untuk rehat sejenak. Saya yang sering membantu Ama menyulam juga sering merasakan yang sama apalagi Ama. Tapi Ama adalah tipe seorang ibu yang susah sekali disuruh berhenti bila mengerjakan sesuatu. Selalu ada kekuatan yang timbul dari fisiknya yang lelah dan kekuatan itu berasal dari Hati.

Diantara ke lima anak beliau saya lah yang paling sering membantu Ama menyulam. Banyak hal yang telah kami lalui dengan aktifitas menyulam. Namun semua itu jadi tidak semudah sebelumnya ketika Ama mengalami kecelakaan. Peristiwa itu terjadi ketika beliau akan berangkat menuju Malaysia menggunakan kapal. Sebelum berlayar Ama menempuh perjalanan darat sekitar 5 jam lebih menggunakan travel. Posisi beliau yang saat itu berada dikursi belakang mendapat hentakan keras ketika sang sopir travel tidak sengaja melewati jalanan berlubang parah. Akhirnya Ama terhentak, tulang punggungnya retak dan bengkok. Dan yang paling membuat saya sedih kami sekeluarga tidak diberitahu sama sekali sampai Ama kembali pulang dari Malaysia. :-(

Sejak peristiwa itu menyulam menjadi pekerjaan berat bagi Ama. Posisi bagaimana pun tetap saja membuatnya tidak menjadi semudah sebelumnya. Berkali-kali beliau menaruh sesuatu dipunggung untuk bisa bersandar tapi tetap saja itu tidak bisa menyembunyikan rasa sakit diwajah beliau. Ama tetaplah ama yang tidak pernah mengeluh walau rasa sakit sudah sampai ke ubun-ubun.

Semenjak kecelakaan itu kondisi hari demi hari kondisi ama semakin menurun. Ditambah penyakit jantung yang sudah hampir sepuluh tahun menggerogoti tubuh beliau mulai menampakkan taringnya. Apalagi dengan kondisi tulang belakang yang demikian semakin melemahkan beliau untuk melawan penyakit itu.

Ama yang semakin hari semakin kurus, namun semangat dan senyumnya tetap terpancar. Tidak ada keluh kesah, beliau tetap seperti biasa. Yang beda hanyalah fisik yang terus melemah namun jiwa beliau tetaplah seperti Ama yang dulu membimbing saya pergi sekolah. Tetaplah Ama yang menyuapi saya dari nasi dipiringnya. Tetaplah Ama yang bisa menjadi sahabat, kakak sekaligus orang tua yang baik buat saya.

###################

Magrib 3 Juli 2011 Ama akhirnya kembali pada Sang Pemilik kehidupan. Diusianya yang ke 53 bagi saya Ama masih tetap cantik begitu juga ketika beliau pergi. Seketika saya tersadar jauh hari sebelum kepergian beliau, ama membuatkan saya satu jilbab putih yang dihiasi oleh sulaman beliau sendiri. Sulaman yang waktu itu saya tidak sempat menbantu sama sekali. Yang ternyata adalah sulaman terakhir beliau.
Dok.pribadi
Dadaahhh maa...semoga kita bisa bertemu kembali. Semoga Ama saat ini sedang sibuk menyiapkan tempat di surga dan semoga itu untuk kami.. semoga bisa makan sampadeh dagiang ama lagi :-)

16 Des 2015

Perawatan Kulit yang Nyaman dan Aman Dengan Gizi Super Cream

Sejak hamil dan melahirkan saya mulai malas berurusan dengan perawatan wajah. Alasannya karena khawatir kalau-kalau produk yang saya pakai nantinya berpengaruh pada bayi. Akhirnya untuk sehari-sehari saya hanya akrab dengan bb cream plus bedak tabur bayi sebagai jurus andalan untuk tampil pede keluar rumah. Tapi lama kelamaan wajah malah kusam karena kurang istirahat dan pastinya juga kurang perawatan.Kadang-kadang pengen juga sih nyobain skin care yang bisa bikin kulit cerah tapi jadi was-was lihat pemberitaan cream-cream pencerah yang beredar saat ini.


Sewaktu iseng blogwalking saya ketemu ulasan mengenai Gizi Super Cream yang kemudian membawa ingatan saya beberapa tahun yang lalu. Nggak nyangka kalau ternyata Gizi Super Cream sampai sekarang masih eksis. Dulu waktu SD sering sekali lihat cream ini menghiasi meja rias ibu. Bedanya sekarang kemasanya udah makin keren dan formulanya makin komplit untuk memenuhi kebutuhan perempuan yang ingin tampil cantik alami. Yang lebih penting tentunya aman, perawatan yang sangat cocok untuk ibu hamil maupun ibu menyusui seperti saya. 

Makannya saya tidak perlu ragu ketika mencoba untuk menggunakan Gizi Super Cream ini untuk mencerahkan kulit wajah.
Gizi Super Cream membuktikan eksistensinya selama 40 tahun dengan menghadirkan produk kecantikan yang tidak hanya mencerahkan tapi juga sehat dan halal. Diracik dari 7 bahan herbal aktif yang dilengkapi dengan teknologi Nano menjadikan Gizi Super Cream sebagai skincare yang aman sekaligus nyaman untuk digunakan. 

Sebagian kita mungkin belum tahu bahwasanya banyak sekali bahan-bahan alami yang bisa digunakan sebagai perawatan wajah yang terbukti bisa mencerahkan kulit dan wajah seperti :
1. Rumput Laut
Berkhasiat untuk melembabkan kulit lebih lama, membantu meremajakan kulit.
2. Beras 
melindungi kulit dari sinar UV
3. Bligo
Mencegah timbulnya jerawat dan mengurangi peradangan akibat jerawat.
4. Kedelai
Mencegah penuaan dini 
5. Lidah Buaya
membantu melembabkan kulit lebih lama, menyejukkan kulit dan membantu mencerahkan kulit.
6. Jeruk Nipis
Mencegah penuaan dini.
7. Pepaya
Mengangkat sel kulit mati, meremajakan kulit, melembutkan serta mencerahkan kulit.

Dengan 7 bahan alami tersebut Gizi Super Cream memadukannya dalam kemasan yang praktis dan gampang sekali digunakan untuk perawatan kulit sehari-hari. Untuk perawatan kulit wajah agar terlihat cerah dan sehat ada beberapa rangkaian produk Gizi Super Cream yang bisa digunakan, antara lain

Daily Nutrition Cream

Cream ini diramu dari 7 bahan herbal aktif yang berfungsi sebagai Brigthening dan UV Protection. Teksturnya sangat lembut dan tidak begitu kental. Dengan teknologi nano, krim ini lebih cepat meresap ke dalam kulit sehinga lebih efektif dalam memberi nutrisi, membantu melembabkan lebih lama, menghaluskan serta mencerahkan kulit. Cream ini bisa digunakan sebagai Cream malam dengan cara mencuci wajah terlebih dahulu dengan Daily Natural Lightening Foam.

Ketika menggunakan cream ini wajah jadi setingkat lebih cerah. Tetapi tidak bikin berat diwajah juga tidak memancing minyak yang biasanya sering saya alami ketika menggunakan krim malam. Cepat meresap dan wanginya yang juga lembut. 

Daily Nutrition Cream Spf 18

Komposisinya hampir sama dengan Daily Nutrition Cream, hanya saja pada cream ini dilengkapi dengan UV Protection SPF 18. Sangat cocok dipakai sehari-hari apalagi ketika beraktifitas diluar ruangan.

Dari segi tekstur creamnya lebih kental. Lagi-lagi wanginya khas banget, bahkan ketika baru membuka kotak luarnya. Hanya saja cream ini agak berat diwajah saya yang agak berminyak. Untuk mengatasinya saya mencoba mengoleskannya tipis saja lalu ditepuk-tepuk dengan bedak tabur. Cara ini menurut saya cukup membantu apabila cream ini diaplikasikan pada tipe kulit wajah yang oily, karena memang selain perawatan cream ini juga bisa sebagai alas bedak.

Daily Natural Lightening

Diformulasikan dengan perpaduan Vitamin B3 dan B5 serta memiliki kandungan 5 bahan alami yang membantu membersihkan kotoran, sisa make up, mengangkat sel kulit mati secara alami, mengurangi minyak berlebih sekaligus menjaga kelembaban lebih lama sehingga kulit tidak kering (mild formula), menjadikan kulit lebih bersih, dan tampak cerah.

Teksturnya lembut dan tidak terlalu berbusa karena memang diformulasikan untuk membersihkan sisa make-up ringan, tanpa perlu menggunakan milk cleanser. Pembersih yang rekomended menurut saya. Setelah membersihkan muka dengan foam ini, wajah terasa lebih lembut, kenyal dan segar tentunya. 

Untuk bisa memiliki wajah cerah alami tentunya tidak bisa instan ya. Perlu ketelatenan dan kekonsistenan kita merawat kulit dengan bijak memilih kosmetik yang bukan hanya mengutamakan hasil yang serba instan, tetapi tetap menjamin kesehatan konsumen dan kehalalan produknya.

Nah menurut saya Gizi Super Cream sangat cocok buat kamu yang memang serius ingin merawat wajah agar lebih cerah, ayu alami dan juga sehat. Selamat mencoba  :-)