5 Nov 2015

Serba-Serbi Nama



Apalah arti sebuah nama?? Ketika mawar berganti nama dengan terasi ia akan tetap wangi. Kata om Shakespeare sih gitu, tapi ungkapan ini menurut saya kurang tepat ketika kita ingin melekatkan sebuah nama pada seseorang. Kebanyakan kita menganggap nama adalah sebuah harapan. Adalah doa yang diulang-ulang agar melekat pada pribadi si empunya. Karena itu juga para orangtua biasanya antusias sekali ketika mencari nama yang cocok untuk anaknya. Kalau sudah begitu nama menjadi sangat berarti bukan?

Sekarang pemberian nama-nama semakin variatif. Pelafalanya makin ribet dan makin panjang. Sebagian orang tua mungkin tidak mempermasalahkan hal itu yang penting maknanya bagus dan terlihat keren. Lupa kalau ntar ijab qabul calon mantunya bakalan susah nyebut nama anaknya. Atau jangan-jangan yang masih jomblo coba cek deh siapa tahhu nama kamu yang blibet itu salah satu alasan doi belum berani nikahin kamu Eaaa.

Beda banget ya sama zaman bahuela dulu. Nama yang diberikan rata-rata simpel dengan satu kata saja. Maknanya biasanya hanya mereka yang tahu, kebanyakan sih hasil dari paduan nama orang tua. Misalnya Bapaknya Tukimin, Ibunya Sarinem nah anaknya jadi Tukinem. Simpel dan sederhana. Gampang dieja, huruf mati dan huruf vokalnya pun akur bergantian. Beda banget kan ya nyebutin nama anak-anak sekarang yang bikin lidah goyang patah-patah. Mungkin karena perkembangan zaman juga kali ya yang  merubah paradigma seseorang tentang nama yang keren.

Sekarang nama-nama yang beredar kebanyakan diambil dari berbagai bahasa. Berdasarkan hasil blusukan saya ke ranah google bahasa yang paling banyak itu antara lain :

1. Bahasa Arab

Bahasa arab sepertinya memang paling dominan digunakan untuk nama bayi. Selain kesannya yang islami banget penggunaan nama dengan bahasa arab lebih enak didengar dan diucapkan. Tapi nggak semua juga sih, karena ada juga sebagian nama yang mesti dilafazkan dengan bunyi yang benar, kalau nggak ya artinya bisa beda. Bahasa arab kekurangannya emang sensitif, a dengan 'a aja artinya bisa jauh beda.

2. Bahasa Sansekerta


Nama dengan menggunakan bahasa sansekerta lumayan nyaman dilidah. Ejaannya yang hampir mirip dengan bahasa indonesia membuat bahasa ini juga banyak digunakan untuk nama anak. Unik tapi gak ribet. Buat yang mau punya baby coba deh googling nama dari bahasa sansekerta dijamin pasti banyak yang naksir.

Sumber Gambar : https://m.facebook.com/100008929718959/albums/1453309148310062/

3. Bahasa Yunani

Nama dari bahasa Yunani ini termasuk juga yang paling banyak diincar. Keren dan terkesan elit. Biasanya anak-anak artis banyak nih yang pakai bahasa ini. Tidak masalah asalkan jangan lupa dicocokin sama muka hehe.. *becanda

Ketika menanti kelahiran anak pertama saya juga cukup excited nyari-nyari nama bayi. Pengennya ngasih nama yang belum banyak dipakai, punya makna yang bagus tapi nggak susah dieja. Saya memulai perburuan dari googling sana sini sampai ngintip nama-nama bayi yang biasanya terpampang di papan rumah sakit.  Banyak pilihan yang pada akhirnya malah bingung sendiri. Rata-rata yang saya temui udah banyak digunakan oleh anak-anak teman ataupun anak-anak tetangga.

Saya paling tidak suka ketika ada usulan nama dari saudara, tapi nama yang dikasih sudah dipakai sama anak orang. Apalagi anak orang tersebut nakal dan jorok. Padahal kalau dari segi makna bagus banget sih. Tapi ya itu tadi sayang banget, mungkin itu yang namanya mencoreng nama baik kali ya wkwkw. Nah dari sana juga mungkin ada istilah keberatan nama, sampai-sampai ada yang potong kambing beberapa kali buat ganti nama. Mitosnya karena si bayi nggak sanggup memikul nama yang disematkan padanya sehingga si bayi jadi sakit-sakitan. Benar atau tidak menurut saya nama itu mengandung harapan dari orang tua kita. Yah walaupun tidak akan berlaku sempurna paling tidak kita tidak malu-maluin.

Seperti dulu saya punya teman yang nama nya syarif yang kalau diartikan namanya berarti mulia. Nah Syarif ini anaknya nakaaall banget, suka berkelahi, dan juga jorok. Jadi kalau ada yang nawarin nama syarif untuk anak saya, kebayangnya malah si Syarif yang nakal itu. Hadeww padahal syarif itu kan nama yang cukup bagus, hanya saja karena udah dipakai sama orang yang tidak bertanggung jawab jadi merusak makna nama itu sendiri deh.

Setelah nyari sana-sini akhirnya saya melekatkan nama Ghifar Althaf Maulana pada anak saya. Awalnya saya tertarik dengan nama Al-Ghifari tapi karena udah kebanyakan akhirnya saya potong saja jadi Ghifar yang artinya pemaaf/pengampun. Sedangkan Althaf artinya lemah-lembut dan Maulana yang artinya pemimpin saya ambil dari nama belakang misua. 

Senangnya kalau googling belum banyak yang namanya Ghifar tapi sedihnya ketika ditanya nama anak saya siapa masih banyak yang salah nyebutnya. Ada yang nyebut Gifan, Ifan, Gipar hadeww perasaan itu nama nggak sulit-sulit amat deh. Dengan nama tersebut saya memang berharap nanti Ghifar jadi anak yang berakhlak baik, sholeh, pemaaf dan juga lemah lembut tutur katanya. Namun semua itu tentunya juga PR buat saya untuk membimbing Ghifar agar nama yang telah saya berikan tidak sekedar nama saja. Tapi memang sesuai dengan tingkah lakunya. Aamiin.

http://armitafibri.com/2015/10/15/giveaway-nama-yang-paling-berkesan/