29 Okt 2015

[Review] Senyum Sang Bidadari

Kumpulan Cerpen Religi Romantis
Judul: Senyum Sang Bidadari
Penulis: Nurie Amaya, Anggarani Ahliah Citra, Maya Madu, dkk.
Dimensi: 13x19cm;vi+111 halaman
Terbitan: LovRinz Publishing: Juni 2015
ISBN: 978-602-0849-10-2
Penyunting; Nurie Amaya, Anggarani Ahliah Citra
Penata letak: Anggarani Ahliah Citra

"Begitulah Al-Quran. Selama Al-Quran ada dalam jiwamu, kau akan terus mendapatkan manfaatnya. Menghafal Al-Qur'an tidak akan pernah sia-sia. Kecuali, bila kau meninggalkannya".
Salwa kecewa karena tidak sanggup menuntaskan hafalan Al-Quranya ketika mengikuti tes disebuah pesantren. Usaha kerasnya selama 10 tahun tidak membuahkan hasil. Padahal ia sudah berjuang mati-matian untuk merekam ayat demi ayat itu didalam memorinya. Setiap saat disela-sela kewajibannya sebagai istri dan ibu, Salwa terus mengulang hafalannya. Ketika memasak, menyuci, menyusui, menjaga anak-anak, dikeheningan malam, di perjalanan, bahkan kadang ia lantunkan dalam hati kala tubuh sudah ambruk diatas ranjang. Kapan pun, jika ada kesempatan, ia manfaatkan untuk menghafal dan mengulang.

Namun hafalan tersebut mulai buyar. Salwa tidak lagi bisa berkonsentrasi lantaran Sami, suaminya menyampaikan maksud ingin menikah lagi. Hatinya hancur meninggalkan kepingan luka. Salwa hanya bisa menahan kepedihan sampai penyakit kanker darah yang ia derita selama ini kembali menganggunya. 

"Kepingan-Kepingan Luka" merupakan salah satu dari 12 cerpen yang saya sukai dalam buku ini. Kisah yang menyentuh sekaligus penuh hikmah. Berkisah tentang perasaan seorang wanita yang dipoligami dengan segala kesabarannya mencoba untuk bertahan. Namun hati kecilnya tidak bisa membohongi ketika ia ternyata tidak bisa menuntaskan hafalannya, lantaran segala luka itu mengalihkan pikirannya. 

Ada beberapa kisah di Kumpulan Cerpen ini yang memang bercerita tentang Poligami. Namun tetap nyaman untuk dinikmati. Seperti cerita "Diantara Dua Hati", yang mencoba memaparkan poligami dari sisi yang lain. Dikisah ini menceritakan bagaimana keikhlasan seorang istri serta kemantapan seorang suami untuk mencoba bersikap adil kepada kedua istrinya. Membaca cerita ini membawa saya kedalam nuansa romantis tapi miris hehe. Tidak terbayang bagaimana tegarnya hati kedua perempuan yang mau berbagi suami. 

Disamping itu buku ini juga menceritakan tentang perjuangan cinta dan perjuangan iman. Kisahnya disajikan secara bersahaja, namun tetap mengedepankan kekuatan seorang perempuan dalam menghadapi segala permasalahan hidup. Sebagaimana seorang bidadari yang terus mencoba tersenyum dibalik segala kegundahan hati dan mencoba tetap tegar dengan berpegang pada iman didalam jiwa. 

Hanya saja dibuku ini ada beberapa cerita yang menurut saya alurnya mudah ditebak dengan pembawaan cerita yang biasa-biasa saja. Namun demikian tidak mengurangi kualitas buku ini secara keseluruhan. Dengan tema religi romantis, buku ini bisa dibaca oleh remaja maupun dewasa. Bahasanya yang ringan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menuntaskannya.

Dari segi cover buku ini didominasi dengan warna biru. Tampilan yang sejuk dilengkapi dengan wajah seorang perempuan yang memakai cadar dan penutup kepala berwarna putih. Seolah-olah mengisyaratkan misteri hati seorang perempuan yang kadang sulit ditebak. Seperti seseorang bidadari yang terus mencoba tersenyum walau kadang hatinya menangis. 


bros cantiknya dari elavdin-art :-)

20 Okt 2015

Masa Kecil Awal Semuanya

Masa kecil pastinya selalu menjadi hal yang menarik untuk dikenang. Bagi saya masa kecil selain untuk diingat-ingat bisa juga menjadi pembuktian kalau saya dulu pernah menjadi perempuan yang imut dan menggemaskan. Apalagi kalau udah jadi emak-emak gini, setidaknya ketika melihat foto masa kecil saya sedikit terhibur. Anggap saja saya lagi pura-pura jadi tua hehe.

Dunia anak-anak memang sangat sederhana namun begitu menyenangkan. Masalah paling berat palingan cuma kalau kehilangan boneka kesayangan. Yang pasti nggak pernah pusing mikirin tagihan bulanan donk ya. Makanya ada istilah "masa kecil kurang bahagia". Karena masa kecil adalah masa kita untuk mengumpulkan kebahagiaan sebanyak-banyaknya. Sebelum kedewasaan datang untuk membuatnya mulai menjadi sesuatu yang rumit. Apaseehh :D

Alhamdulillah saya cukup bahagia dengan masa kecil yang pernah saya lewati. Sama seperti anak-anak lainnya saya punya barang-barang kesayangan yang sering menjadi teman bermain. Salah satunya itu tuh boneka yang kalau dibuka empengnya bisa mengeluarkan tangisan. Saking sayangnya boneka ini saya bawa kemana-mana, sering diajak bicara tapi sayang nggak pernah nyahut.

Dulu gendong boneka, sekarang gendong anak sendiri :-)

Hal yang paling berkesan adalah ketika saya mulai memasuki sekolah taman kanak-kanak. Mulai punya banyak teman dan setiap hari bisa bermain sambil belajar bersama-sama. Kalau soal penampilan saya paling juara. Tampil sebagai anak murid paling kalem, rapi dan manis. Semua itu berkat ketelatenan mama juga yang perhatian sekali soal kerapian anaknya.


Disekolah saya cuma berani main ayunan dan kadang-kadang main jungkitan. Bagi saya itu permainan yang paling aman dan masih bisa mempertahankan kemanisan saya waktu itu. Beda dengan seluncuran yang harus rebutan dengan teman-teman yang lainnya, apalagi saya kan pake rok. Hmmm kok bisa ya anak kecil mikir kayak gitu :D

Karena berambut panjang, saya selalu terpilih untuk memakai pakaian adat bali ketika pawai 17an ataupun karnaval acara tertentu. Soal pakaian bali saya punya cerita yang tidak bisa dilupakan. Dulu ketika pawai atau pun ada acara karnaval kami anak TK selalu didandani dengan pakaian-pakaian adat dan kostum cita-cita. Ah apalah namanya itu, itu tuh kostum buk bidan, pak polisi, tentara, pokoknya semua yang pernah kami sebutkan sebagai cita-cita. Kebetulan karena saya langganan pakaian adat mestinya sepasang dong ya. Awalnya sih nggak ngeh kalau bakal ada acara pasang-pasangan gitu. Tapi ketika udah masuk barisan, ternyata saya ditempatkan disebelah murid laki-laki yang juga berpakaian bali.

Saya termasuk murid yang kurang suka temanan sama laki-laki. Kebanyakan dari mereka nakal dan suka jahil. Cuma teman yang dipasangkan dengan saya lain lagi, super cuek dan agak sombong. Jadinya sepanjang arak-arakan kami sama sekali tidak saling bicara. Malahan tau-tau barisan sudah kacau balau dan kami tidak berjalan beriringan lagi.

Saya sama sekali tidak paham mengapa dulu kami tidak berteman atau sekedar sapa atau apaa gitu yaa. Toh anak-anak mana paham "bukan muhrim", tapi kenyataannya memang begitu.


Singkat cerita setelah dewasa saya baru paham kalau teman laki-laki yang dipasangkan dengan saya waktu TK itu memang tipikal cowok pendiam. Dan saya juga baru paham kalau ternyata peristiwa pasang-pasangan waktu itu adalah sinyal-sinyal kecil yang diberikan oleh Tuhan bahwasanya ternyata laki-laki itu adalah jodoh saya. :D hehe


16 Okt 2015

Berproses Menuju Kebaikan dengan Berhijab

"Kamu itu berjilbab tapi kelakuan kayak preman"

Kata-kata salah guru SMP saya waktu itu masih membekas dalam ingatan. Meski dulu saya termasuk dalam minoritas siswi yang berjilbab, tingkah laku saya sering kali bertabrakan dengan penampilan yang sholehah. Waktu itu saya memang belum paham bagaimana makna hijab yang sesungguhnya. Berhijab bagi saya hanya melaksanakan apa yang sudah menjadi kebiasaan dalam keluarga. Selain juga untuk tampil beda dari teman-teman yang lain.

Sejak saat itu perjalanan panjang saya sebagai seseorang yang berhijab pun dimulai. Tingkah laku dan akhlak menjadi ujian yang cukup berat. Sungguh sulit mengimbangi penampilan dengan darah muda yang sedang bergelora. Saya lebih banyak mengandalkan jurus masa bodo, tidak terlalu mau memikirkan. Yang pentingkan berhijab, itu saja. Urusan sikap selagi masih bisa disembunyikan, aman kok. Hijab akhirnya berubah fungsi menjadi topeng saja.

Siapa sih yang lama-lama enak makai topeng?? Gerah pastinya kan?? Sampai akhirnya saya pun merasa lelah menjalani hidup tanpa tujuan. Sama sekali tidak ada enaknya mengaku muslimah tapi jauh sekali dengan agama. Mengaku islam tapi ketika ditanya tentang islam malah planga plongo. Bahkan saya kadang bertanya-tanya mengapa ada orang-orang yang begitu mudah menangis ketika mendengarkan Al-Qur'an, dan berkata rindu pada Rasulullah yang belum pernah dijumpainya. Menjadi pertanyaan besar mengapa saya biasa saja padahal saya mengaku islam dan berpenampilan secara islami?

Yakin dan percaya Allah itu memang Maha Baik. Ketika saya mulai berjalan menuju padaNya, ah bukan bahkan baru mau berjalan ingin mencariNya, Allah dengan Kasih SayangNya berlari mendekati. Begitu banyak kemudahan, hati saya digerakkan untuk bisa memahami segala ketentuannya. Saya kembali belajar dan kembali  mencoba memperbaiki diri. Disaat itu pula saya tetapkan untuk mulai menggunakan hijab lebar yang dulu kuno dan culun sekali menurut saya.

Apa segampang itu? Tentu tidak. Begitu banyak rintangan dalam proses hijrah yang saya jalani. Penampilan saya sering jadi bahan ledekan, di panggilan bu ustad, bu muslimah, sampai dibilang ikut aliran. Down? Ya, iyalah sampai sempat curhat disini. Tapi semua itu malah memancing saya untuk berfikir lagi, mengapa penampilan syar'i itu dianggap suatu keanehan, tapi ketika ada yang berpakain serba ketat malah biasa saja, malah dibilang cantik dan seksi? Akhirnya mesti sabar-sabarin diri, mesti perbaiki niat terus kalau semuanya itu cuma untuk Allah saja. Kalau buat agar diterima orang memang akan sangat terasa berat untuk menjalaninya.

Sewaktu itu hijab syar'i memang belum se ngetrend sekarang. Jadinya banyak sekali pertanyaan mengapa jilbab saya terlalu panjang?, padahal menurut saya perubahan yang saya lakukan belumlah seberapa. Alasan yang membuat saya memilih hijab syar'i diantaranya : 

1. Membantu proses perbaikan diri.

Ibaratnya sebagai alarm yang selalu mengingatkan saya dalam berperilaku sebagaimana seorang muslimah semestinya. Mengontrol tingkah laku. Terkadang dengan penampilan seperti itu otomatis akan menyaring hal-hal negatif. Lawan jenis pun bisa ragu-ragu kalau ngajak salaman. Bagus donk ya ga perlu dikasih tahu lagi.

2. Anti Repot

Kalau hijabnya panjang bisa sekalian dibawa sholat. Nggak perlu lagi kan repot-repot bawa mukena. Bergerak pun lebih leluasa, tanpa khawatir jeplak dimana-mana.

3. Nyaman di hati.

Dari sekian alasan, ini nih yang paling penting. Meskipun dibilang kelihatan tua, dibilang nggak gaul, mau diapain lagi kalau kita sendirinya udah nyaman banget dengan penampilan yang seperti itu.

Seperti yang pernah diucapkan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam : "Kebaikan itu adalah yang jiwa merasa tenang dan hati merasa tentram kepadanya. Sementara dosa adalah yang jiwa meresa tidak tenang dan hati merasa tidak tentram kepadanya, walaupun orang-orang mememberimu fatwa (menjadikan untukmu keringanan).” (HR Ahmad no. 17894, dishahihkan al Albani dalam Shahîh al Jâmi no: 2881

dok.pribadi
Bagi saya berhijab itu ibarat garis start sebuah proses menuju kebaikan. Kalau udah berhijab berarti kita udah siap diproses menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Bagaimanapun pemahaman kita pada awalnya, dan bagaimanapun gaya hijab kita semuanya butuh proses. Dan kita mesti siap didalam proses itu akan selalu ada ujian yang menyertai untuk mengokohkan ke istiqomahan kita. Tinggal pilih saja apakah akan terus melanjutkan apa yang telah kita mulai, atau mundur dan kembali kebelakang.

Semoga saja hati kita selalu diberi kemudahan dalam memahami setiap perintahNya, kemudahan dalam menjalankannya, dan kemudahan dalam istiqomah dijalanNya. Amiin ya Rabb.

Tulisan ini sekalian untuk memeriahkan perhelatannya mbak Ruri, #HijabNyamanDihati

13 Okt 2015

Saypul (Sayang Pulsa)

"Pul, kamu tahu nggak, semenjak kita kenal aku merasa ada sesuatu didalam diri kamu yang membuat aku selalu ingin dekat-dekat kamu. Aku takut kehilangan kamu Pul. Aku takut kamu perlahan menjauh dari aku. Aku nggak bisa bayangin gimana hidup aku kalau nggak ada kamu. Pul....!!"----> Ngomong sama Saypul Jamil Pulsa.

Adegan diatas pastinya bukan cerita telenovela atau sinetron yang ujung-ujungnya amnesia pemirsah. Hanya sebuah dramatisasi (duh bahasanya) betapa sayangnya saya dulu sama si Pul, alias Pulsa. 
"Jadi sekarang nggak sayang?Oh kamu gitu?" 
"Eghkk...sekarang masih sayang kok, malah makin sayang heheh. Soalnya kamu sekarang makin banyak bantu hidup aku, buat nelfon, internetan dan juga listrik. Sekarang kamu makin hebat ya Pul. Nggak salah kalau aku milih kamu selama ini. Eh."

Ketika mulai bersentuhan dengan telepon genggam, saat itu pulalah saya mengenal Pulsa. Hampir setiap kegiatan saya yang berurusan dengan yang namanya handphone pasti mesti ada pulsa disana. Waktu itu saya memang sangat pelit kalau menggunakan pulsa, atau istilah kami waktu itu "Saypul" alias sayang pulsa. Banyak hal yang menyebabkan saya jadi overprotectif sama Si Pulsa, diantaranya :
1. Mesti beli dikonter/outlet yang waktu itu belum seberapa.
2. Nominalnya masih belum ada yang kecil. 
3. Harga per sms yang sama dengan harga 5 bakwan. Begitu juga dengan tarif telepon yang cukup mahal. 

Rata-rata banyak juga sih yang terjangkit virus "Saypul" waktu itu. Saking sayangnya sama pulsa saya dan teman-teman menggunakan handphone kebanyakan hanya untuk sekedar misscall. Itupun mesti waspada kalau-kalau teleponya udah diangkat duluan. Bahkan malam-malam kami sering dihiasi berbalas misscall. Seperti menyampaikan maksud bak sandi morse yang mesti dipahami dari nada tut yang masuk.

Jadinya perbincangan yang paling ramai disekolah pun tidak jauh-jauh dari misscall. "Eh tadi malam aku misscall kamu masuk nggak?" "Tadi malam aku misscall kamu lagi ngapain?" "Nanti malam aku misscall jangan angkat ya". Yah begitulah penyakit "Saypul" menteror kami ketika masih pertama kenalan sama yang namanya pulsa. Kesulitan dalam memiliki yang membuat kami waktu itu benar-benar menahan pulsa keluar kecuali memang untuk darurat atau keadaan penting saja.

Nah kalau sekarang jangan ditanya gimana sayangnya sama pulsa. Saking sayangnya setiap habis pasti langsung ngacir beli lagi. Nggak bisa lama-lama deh jauhan sama pulsa. Untungnya sekarang ada konter berjalan yang jualan pulsa elektrik. Apalagi sekarang sudah ada pulsa murah, nominalnya sudah ada yang gocengan plus banyak bonus. Jadi "Saypul"nya bukan lagi karena pelit menggunakannya tapi karena memang sekarang pulsa mulai banyak kegunaannya.

Bagaimana tidak, banyak hal yang telah terbantu gara-gara Si Pulsa. Mempermudah dalam berkomunikasi sudah pasti tentunya. Semenjak pembayaran listrik saya berubah jadi token pun belinya pakai pulsa. Yang paling bikin saya nggak bisa jauh-jauh dari pulsa apalagi kalau bukan untuk kuota internet. Berkat adanya pulsa juga tulisan ini akhirnya bisa diposting. Gimana nggak sayang coba?

Karena meningkatnya kebutuhan akan pulsa saat sekarang ini, Bisnis Pulsa menjadi semakin diminati. Modalnya kecil, transaksinya juga gampang. Cuma berbekal handphone dan deposit saja kita sudah bisa menjalankan bisnis yang benar-benar nyantai ini. Soal deposit juga terserah nominalnya mau berapa. Kalau kamu nggak percaya jualan pulsa bisa segampang itu, pasti belum kenal sama yang namanya Pojok Pulsa. Ya khan?

Pojok Pulsa merupakan server pulsa elektrik Jakarta yang sudah berpengalaman selama 6 tahun melayani pelanggan diseluruh indonesia untuk menangani berbagai transaksi Voucher Elektrik maupun Voucher fisik sampai saat ini.


Sebagai server pulsa murah Jakarta, Pojok pulsa banyak sekali menyediakan fitur dan sarana isi ulang yang berbeda dengan server lainnya. Lebih mudah, hemat dan pastinya lebih terpercaya. Banyak sekali alasan yang menjadikan Pojok Pulsa sebagai the choosen one kamu yang ingin memulai berbisnis pulsa, diantaranya :

1. Deposit Bebas.
Di Pojok Pulsa nggak ada namanya batas minimal ataupun batas maksimal deposit yang harus dipenuhi. Berapa aja kamu bisa dan kamu mau, hayookk. Pendaftarannya pun gratis lho.

2. Transaksi Mudah
Selain menggunakan pulsa kamu juga bisa transaksi lewat Facebook, Whatsapp, GTalk dan juga YM. Tidak perlu khawatir lagi kan kalau mau transaksi tahu-tahu pulsa lagi sekarat? Cukup andalkan kuota internet atau ngacir ke wifi terdekat :D

3. Sms Report to End User.
Pojok pulsa juga memberikan promosi gratis buat Konter/Outlet kamu. Setiap pembelian pulsa, Pojok Pulsa akan mengirimkan nama Outlet / Konter kamu ke konsumen. Lumayankan bisa tambah terkenal, siapa tahu bisnisnya makin lancar.

Tidak itu saja Pojok Pulsa juga melayani transaksi 24 jam, komplain yang cepat dan ramah, banjir undian dan bonus, serta kemudahan-kemudahan lain yang bikin kamu makin sayang sama Pulsa.

Sudah tahukan bagaimana entengnya jualan pulsa bersama Pojok Pulsa. Bisnis ini memang cocok banget buat kamu yang sayang sama pulsa. Kebutuhan pulsa murah terpenuhi, bisnis pun bisa sekalian dijalani. Tunggu apalagi, yang sayang pulsa, sayang pulsa..mari bergabung bersama Pojok Pulsa.

Bersama Pojok Pulsa jualan pulsa tidak pernah semudah ini. 



11 Okt 2015

Belajar "Believe" Sama Panda

"The secret to be special is you have to believe you're special"

Untuk menjadi spesial kita sebenarnya tidak perlu memiliki segalanya apalagi menjadi orang lain. Kita cukup menjadi diri sendiri dan percaya bahwasanya setiap orang punya keunikan tersendiri yang membuatnya spesial. Meskipun terkadang kita merasa tidak mempunyai sesuatu yang bisa dibanggakan, minder atau kurang percaya diri, kita harus yakin setiap manusia pasti memiliki kelebihan yang akan membuatnya spesial.

Sama seperti halnya Po, si Panda gendut yang kaget ketika secara tidak sengaja di nobatkan oleh Master Oogway menjadi seorang Pendekar Naga. Po yang merupakan anak pedagang mie memang sangat menyukai Kung Fu, tapi Po tidak pernah bermimpi menjadi seorang pendekar Kung Fu apalagi menjadi Pendekar Naga. Tentu saja Po merasa itu semua hanya lelucon. Sangat mustahil bagi Po untuk menjadi Pendekar Naga apalagi nantinya akan bertarung melawan Tai Lung, mantan murid Master Oogway yang jahat.


Hal itu pun diaminkan oleh Master Shifu, pelatih Po. Ia merasa melatih Po hanya kesia-siaan saja. Po sangat kikuk, apalagi dengan tubuhnya yang gendut sangat susah melatih Po untuk melakukan gerakan-gerakan Kung Fu. Master Shifu merasa tidak ada yang bisa dibanggakan dari Po yang membuatnya pantas menjadi Pendekar Naga. Tapi Master Oogway mengatakan "You have to believe, just believe". Hanya kepercayaan yang membuat semua yang tidak mungkin menjadi mungkin. Hal itu juga yang ingin disampaikan Master Oogway pada Master Shifu untuk tetap bersabar melatih Po dengan bekal kepercayaan bahwasanya Po bisa menjadi Pendekar Naga sebagaimana yang diharapkannya.

Sepeninggalan Master Oogway, Master Shifu terus berusaha melatih Po. Sampai akhirnya ia memberitahukan Po tentang Gulungan Kitab yang katanya hanya bisa dibuka oleh Pendekar Naga. Menurut Master Shifu Kitab tersebut juga akan menjadi sumber kekuatan Po nantinya untuk mengalahkan Tai Lung yang juga ingin merebut Gulungan Kitab itu. Tapi setelah Po membukanya Po tidak menemukan apa-apa. Hanya menemukan pantulan wajahnya yang membuat Po bersedih dan merasa bukan dialah Pendekar Naga yang sesungguhnya.

Ketika pulang kerumah Po menemukan warung mie ayahnya begitu ramai oleh pengunjung. Ayah Po selalu bilang kalau dia punya resep rahasia untuk mie nya. Namun saat itu tiba-tiba Ayahnya berkata kalau selama ini sebenarnya tidak ada resep istimewa dari mie yang dijual olehnya. "There is no secret ingredients, The secret is in you", kata Ayah Po untuk meyakinkan Po bahwa tidak ada resep rahasia pada mie ayahnya. Po awalnya tidak percaya bagaimana bisa warung mie ayahnya yang selalu ramai ternyata tidak punya resep spesial. "The secret to be special is you have to believe you're special", Ayah Po menjelaskan bahwasanya kita hanya perlu percaya sesuatu itu spesial untuk membuatnya spesial. Wejangan dari Ayahnya inilah yang membuat Po tersadar bahwasanya ia mampu menjadi Pendekar Naga.

Semangat Po akhirnya timbul, dengan berbekal kepercayaan pada dirinya, Po bisa menjadi Pendekar Naga yang hebat. Badannya yang gendut, tingkahnya lucu dan terkadang kikuk tidak lagi menjadi penghalang Po untuk melakukan gerakan Kung Fu dan mengalahkan Tai Lung. Ditambah lagi dengan kerendahan hati yang ada dalam diri Po membuat Master Shifu semakin yakin, bahwa ternyata Po memang sangat pantas menjadi Pendekar Naga.

Film Kung Fu panda ini merupakan film yang cukup berkesan bagi saya. Film yang banyak memberikan pemahaman tentang kehidupan namun dikemas dengan lucu dan menarik. Tingkah laku Po juga sangat mengemaskan membuat saya tidak pernah bosan walaupun menontonnya berkali-kali.

Dalam hidup kita memang harus selalu optimis kalau ingin berhasiil. Kepercayaan dan keyakinan yang ada dalam diri akan memberikan energi positif sehingga mendorong kita untuk bisa melakukan sesuatu walaupun pada awalnya kita merasa tidak sanggup ataupun merasa tidak pantas.


9 Okt 2015

Internet Cepat, Ibu Makin Smart Lets #GoForIt

 
Masih segar dalam ingatan betapa bingungnya saya dulu sewaktu bulan-bulan pertama menyandang status sebagai seorang ibu. Menangani bayi yang baru lahir tentunya tidak mudah bagi seorang ibu baru. Banyak hal yang tidak saya pahami yang terkadang malah bikin panik duluan. Suami pun tidak jauh beda dengan saya, maklum selain masih awam kami waktu itu masih merantau dan jauh dari rumah. Bertanya pada kerabat sedikit banyak memang bisa membantu, tapi kebingungan kami terkadang juga bertambah bila mesti dicekoki dengan mitos-mitos yang kurang masuk akal. Akhirnya saat itu kami lebih banyak mencari informasi seputar perawatan bayi dan hal yang berkaitan lainnya lewat internet. 

Setiap kali ada hal yang ingin saya cari tahu biasanya saya langsung googling lewat ponsel smartfren yang sudah setahun ini menemani saya. Banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan dari internet salah satunya soal ASI yang benar-benar saya perjuangkan untuk si kecil. Pengetahuan yang minim tentang ASI sempat membuat saya hampir menyerah, namun berkat ilmu dari internet yang kemudian saya terapkan akhirnya saya bisa memberikan ASI pada anak saya. Disamping itu dengan bergabung dengan komunitas ibu-ibu menyusui di sosial media mampu memberikan energi positif pada saya untuk tetap semangat memberikan ASI sekaligus menjadi wadah untuk saling berbagi informasi. 

Menjadi ibu tidak serta merta harus membuat kita berhenti belajar, justru seorang ibu harus pintar agar bisa membesarkan anak-anaknya menjadi anak yang sehat dan berkembang dengan baik. Internet saat ini memang media paling praktis sebagai penyedia informasi. Cakupan yang luas serta aksesnya yang mudah menjadikan internet sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. Hanya saja sinyal yang kurang bagus serta koneksi yang lambat sering menganggu kenyamanan dalam menggunakannya, sehingga membuat sebagian orang jadi malas berhubungan dengan internet.

smartkomik by izzawa
Seperti saya misalnya yang lebih leluasa browsing ketika si kecil tidur. Namun ketika mesti sering berurusan dengan lingkaran loading yang bikin ngantuk akhirnya hanya akan membuang waktu saja. Boro-boro dapat informasi, loading selesai si kecil sudah bangun kembali. Aih loading lambat alias "lola" memang bikin greget kalau lagi butuh cepat. Apalagi kalau berurusan dengan youtube, koneksi yang stabil mesti jadi syarat wajib agar bisa menonton dengan sukses. Pastinya tidak mau kan masakannya gosong gara-gara masak sambil nyontek resep yang sering buffering di youtube?

Mempunyai koneksi internet cepat dan stabil serta terjangkau dimana saja memang sudah menjadi kebutuhan di zaman digital seperti saat ini.  Karena kebutuhan itu pula kini smartfren hadir dengan teknologi 4G LTE Advance  yang pastinya akan semakin memanjakan para pengguna internet untuk semakin nyaman dalam berselancar didunia maya. 

Apa itu Teknologi  4G LTE?

4G LTE adalah generasi ke-empat dari teknologi komunikasi mobile-internet yang hadir dengan penyempurnaan dari generasi sebelumnya. Ketika pertama kali 1G diluncurkan kita hanya bisa menggunakan ponsel hanya sebatas untuk telephone saja. Namun dengan kecanggihan teknologi peggunaan telephone genggam terus ditingkatkan, sampai akhirnya kita bisa menikmati berbagai kemudahan dalam genggaman. Nah dengan hadirnya 4G LTE ini akan lebih banyak lagi kelebihan yang kita dapatkan, jaringannya lebih luas yang tersebar diseluruh indonesia, cepat, dan juga lebih stabil.

Apa itu Smartfren 4G LTE Advanced?

Smartfren merupakan operator selular 4G LTE Advanced yang memungkinkan pelanggan dapat menikmati layanan 4G LTE lebih optimal dengan cakupan wilayah yang luas dan kapasitas bandwidth yang disediakan jauh lebih besar dibandingkan operator lain, menjadikan layanan Smartfren 4G LTE Advanced lebih cepat dan lebih stabil. Kerennya lagi Smartfren menjadi operator seluler pertama di Indonesia yang menggunakan layanan telekomunikasi seluler berbasis 4G LTE Advanced ini.

Bagaimana Menggunakan Smartfren 4G LTE ?

Menikmati Smartfren 4G LTE Advanced, kita harus menggunakan USIM Smartfren 4G LTE dan berada dalam wilayah jaringan serta menggunakan perangkat yang mendukung teknologi Smartfren 4G LTE Advanced.
Tenang saja Smartfren menyediakan ponsel yang mendukung teknologi 4G LTE dengan harga relatif murah dan terjangkau kok. Selain itu spesifikasinya pun berkelas dijamin mampu memenuhi kebutuhan penggunanya.

Kenapa Harus Menggunakan Teknologi 4G LTE?

Dengan Smartren 4G Lte Advanced, kita akan selalu terkoneksi di jaringan Luas, Cepat & Stabil kapanpun dan dimanapun sehingga kita dapat meraih berbagai kesempatan luar biasa yang tanpa batas.

Sebagai pelanggan smartfren banyak sekali manfaat yang saya rasakan selama ini. Harganya relatif murah dengan kuota yang cukup besar. Selain ituApalagi dengan teknologi 4G LTE ini akan semakin memudahkan saya sebagai seorang ibu dalam memenuhi kebutuhan akan informasi-informasi yang saya dapat lewat internet. 

Dengan koneksinya yang cepat dan stabil akan membuat waktu saya untuk browsing jadi lebih efektif. Tidak ada lagi drama ngantuk sewaktu menuggu loading yang membosankan. Tidak akan kejadian lagi masakan gosong gara-gara praktek masak sambil nonton demonya di youtube. Sebagai seorang ibu internet cepat sangat membantu saya mendapatkan informasi dengan nyaman, bebas dan tanpa hambatan. Lets #GoForIT!


1 Okt 2015

Totalitas dalam nge-Blog


Pada awalnya blog bagi saya tak lebih dari sebuah wadah untuk keren-kerenan dengan tulisan curhatan yang minim makna. Menganggurkan blog berhari-hari bagi saya hal yang biasa saja, toh tidak ada yang mewajibkan saya harus posting setiap hari. Tidak ada yang dituju, pun juga tidak ada maksud ingin menjadi sesuatu. Apalagi pengen jadi artis dadakan karena blog.

Bagi saya dulu blog hanya soal menulis, titik. Tidak pernah ikut komunitas apalagi ikut perhelatan giveaway. Saya pun akhirnya menjadi blogger yang cupu dan kuper. Saya seperti jalan ditempat sementara teman-teman yang lain sudah mendulang emas dari blognya. Kualitas tulisan saya pun semakin menurun, kaku dan membosankan. Akhirnya saya pun kena seleksi alam, 7 tahun mengenal blog tidak berarti sama sekali.

Melihat kesuksesan teman-teman blogger lainnya yang masih konsisten membuat saya akhirnya sadar dan bertobat untuk lebih serius menjadi blogger. Sebagai awal kebangkitan dari kubur saya pun membuat blog lagi dengan embel-embel [dot] com. Ceritanya biar lebih semangat belajar gitu. Saya mulai ikut beberapa komunitas dan mencoba aktif didalamnya. Saya mulai rajin mengikuti lomba dan giveaway yang diadakan oleh blogger lainnya. Walaupun tidak pernah menang saya tetap terus ikut lomba untuk hadiah mengetahui sejauh mana kualitas tulisan saya. Bagi saya 10 kali kalah adalah 10 kali pembelajaran. Tapi juga nggak mau kalah terus hiks.

Berdirinya blog ini saya canangkan sebagai momentum bangkitnya saya dari dunia blogger (Ya Allah bahasanya). Mulai darinya yang cuek sekarang malah rajin, sampai-sampai postingan isinya lomba semua. Itu pengen belajar apa ngarep hadiah yak? Saya pun mulai belajar menata tulisan yang lebih bermanfaat bagi pembaca. Mulai belajar bagaimana menyampaikan sesuatu yang ringan namun sarat makna. Tidak tanggung-tanggung keseriusan saya pun diuji dengan berbagai rintangan yang alhamdulillah  sampai saat ini belum mampu menyurutkan semangat.

awal kerusakan laptop

Menulis dengan teknik mengintip di layar laptop yang pecah pun sudah pernah saya jalani, hanya untuk membuat postingan. Malang memang tak dapat ditolak ketika laptop yang menemani saya ngeblog selama ini keinjak yang mengakibatkan lcd nya pecah yang semakin lama semakin melebar. Jadinya setahun terakhir sampai detik ini saya hanya menggunakan smartphone untuk mendukung aktifitas ngeblog #ambiltisu
Semenjak punya bayi otomatis waktu untuk mengurus blog pun semakin berkurang. Jangankan untuk mengurus blog, ngurus diri sendiri aja keteteran. Jadinya saya harus pintar-pintar memanfaatkan waktu yang sedikit untuk menghasilkan sebuah tulisan yang memang pantas di publish. Beruntung (masih ada untungnya) karena saya ngeblog lewat smartphone, saya bisa menulis dimana dan kapan saja. Ide tulisan terkadang memang datang tanpa permisi, menulis draft diatas motor bagi saya mah sudah biasa tentunya ini dengan kondisi lagi dibonceng ya hehe. Juga menulis saat menunggu fotokopi, saat nunggu antrian, diangkot, dihalte, dan yang paling tepat itu ya saat malam hari. Saat semua sudah tidur, lampu-lampu dimatikan, bertemankan suara dengkuran saat itulah saya benar-benar merdeka menjadi seorang blogger dan bisa menulis dengan nyaman.

namanya juga usaha :)

Dengan segala rintangan dan keterbatasan saya tetap semangat untuk terus menulis apalagi ketika mengikuti lomba. Bahkan saya punya buku khusus untuk mencatat jadwal deadline lomba yang mesti saya ikuti. Selain itu saya juga mencatat point penting dari berbagai referensi yang saya baca untuk bisa menuliskan dengan bahasa sendiri. Niat banget emang, sampai-sampai saya pernah mual bikin draft lomba karena terlalu lama megang smartphone yang udah kepanasan plus capek karena tidak leluasa ngetik kayak di laptop. Bener dah rasanya udah kayak bikin thesis. Pengennya melambaikan tangan ke kamera tapi..tapi....

Melakukan sesuatu memang kudu total. "Man Jadda Wa Jada" ,karena yang bersungguh-sungguhlah yang akan mendapatkan apa yang ia usahakan. Kalau pengen jadi blogger yang sukses ya memang mesti serius mau belajar. Kalau pengen menjadi penulis yang menghasilkan karya yang berkualitas ya memang mesti sungguh-sungguh melatih diri. Peluang untuk sukses akan datang jika kita mau berusaha. Maka dari itu Ciptakan peluangmu dari kesungguhan berusaha karena setiap kita sebenarnya mampu menjadi apa yang kita harapkan.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Cerita di Balik Blog