1 Sep 2015

Setahun diserang Kalazion

Udah September aja nih, berarti genap sudah setahun Kalazion ini menghinggapi mata kiri saya. Tapi alhamdulillah bengkaknya cuma tinggal satu. Tidak seperti kemaren-kemaren yang hinggap dengan dua benjolan. Namun tetap saja tidak enak dipandang dan cukup menganggu penampilan. Karena itu juga saya mulai tidak suka difoto, syukurlah bisa sedikit mengurangi ke narsisan hehe tetap aja bersyukur yaa...

Mungkin banyak yang bertanya apa itu Kalazion. Sebenarnya cerita tentang penyakit ini sudah pernah saya tulis di blog  ini
Kalazion (chalazion) adalah kista yang terbentuk di dalam kelopak mata sebagai akibat dari penyumbatan pada satu atau lebih kelenjar meibom yang menghasilkan minyak yang membentuk lapisan luar air mata. Kalazion awalnya berupa bintik merah yang lunak (jawa:timbil). Tapi setelah beberapa hari, kalazion bisa menjadi benjolan yang lebih besar. Benjolan ini tidak mengandung bakteri hidup, tetapi mungkin menarik bakteri dan menyebabkan infeksi. Dalam kebanyakan kasus, kalazion hilang dalam beberapa bulan, meskipun satu kista kalazion bisa diikuti oleh yang lain dan mungkin membesar selama beberapa tahun. (kamuskesehatan.com)

Bagi sebagian orang mungkin mengira kalazion serupa bintitan biasa mengingat penampakannya memang hampir mirip bintitan. Tapi kalazion biasanya lebih besar dan padat, selain itu proses penyembuhannya juga agak lama.
Salah satu penyembuhan yang disarankan dokter mata waktu itu adalah dengan jalan bedah kecil dibagian kelopak mata. Tapi sampai saat ini saya masih belum berani untuk melakukanya karena beberapa pertimbangan.

Salah satu pertimbangan saya adalah karena masih menyusui. Saya khawatir pemberian anastesi nanti akan mempengaruhi kualitas maupun kuantitas ASI nantinya. Selain itu juga takut jika anastesi nanti tidak mempan, mengingat waktu caesar dulu saya akhirnya di bius total karena kesakitan akibat bius yang tidak jalan hikss.

Selain dengan operasi sebenarnya ada cara lain untuk mengobati mata yang kena kalazion. Salah satunya dengan cara dikompres secara rutin dengan air hangat. Biar gampang biasanya saya mengganti air panas dengan nasi panas yang dibungkus dengan sapu tangan untuk nanti diusapkan kebagian yang bengkak. Walaupun tidak langsung hilang, hasilnya lumayan bisa memperkecil bengkak untuk beberapa saat, hanya saja karena saya kurang rajin makannya kalazion ini tidak hilang total.

Selama setahun ini ternyata Kalazion juga membengkak dan mengempes mengikuti kondisi tubuh. Selain itu kebersihan mata juga harus dijaga agar terhindar dari bakteri. Ah..semoga kalazion ini bisa hilang segera..doakan yaaa :-)

9 komentar:

  1. Semoga lekas sembuh, mba. :)

    BalasHapus
  2. Syafakillah mbak sayang...

    Ya Allah Muty baru tau kalau itu namanyanya Kalazion.., Ibu saya juga punya seperti itu tapi di acuhkan saja.. kata teman-temannya ibu mesti di operasi tapi ibu nggak mau.
    hmm makasih mbak atas infonya..

    nice writing..salam kenal dari Muty' Gorontalo - Sulawesi :-)

    BalasHapus
  3. baru tahu klo setahun ini kena kalazion...cepat sembuh i....

    BalasHapus
  4. semangat mbak dan cepat sembuh :)

    BalasHapus
  5. Alhamdulilah Izz kabarku, makasih ya, semoga lekas sembuh ya, semoga juga keluarga di sana sehat sehat selalu Izz

    BalasHapus
  6. Saya juga ada seperti itu dimata mbak tp sdh mengempis dan sekarang terasa seperti biji, sayapun tepat dikelopak mata sebelah kiri, kenanya pin bulan september thn kemarin. Akan dicoba praktikkan mbak, makasih infonya 😉

    BalasHapus