Sudah beberapa hari ini pikiran saya selalu tertuju pada sebuah album yang sampulnya kusam dan agak berdebu. Penampakannya tidak lagi menarik, apalagi ada beberapa foto yang copot, tidak lagi menempel pada tempatnya. Namun sama sekali tidak mengurungkan niat saya untuk membuka lembaran demi lembarannya. Ada yang membuat saya sangat antusias ketika menikmati setiap lembar foto didalamnya. Keluarga, tikar, rumput hijau, yah saya tertarik dengan kolaborasi indah itu yang kemudian mengingatkan saya pada beberapa tahun yang lalu. Ketika anggota keluarga kami masih lengkap, ketika Bapak belum bangkrut, ketika Piknik bersama jadi jadwal wajib setiap bulan.
![]() |
Kenangan Piknik Bersama Keluarga Besar |
Ya..foto diatas diambil belasan tahun yang lalu
ketika kami sekeluarga berpiknik ria keluar kota. Bapak tidaklah seorang
pekerja kantoran yang perlu quality time bersama keluarga setiap weekend.
Tapi dulu beliau cukup sering mengajak kami jalan-jalan untuk sekedar refreshing.
Aha Mungkin Bapak tidak mau dibilang kurang piknik karena terlalu sibuk mengurus
dagangannya saja setiap hari. Belum lagi dipusingkan dengan masalah hutang
piutang yang bikin dahi mengkerut. Alhasil piknik atau yang sering kami namakan
dengan jalan-jalan menjadi pilihan yang tepat untuk menyegarkan pikiran.
Disamping juga menambah keakraban dalam keluarga tentunya.
Saya masih ingat dulu setiap Bapak mengajak kami
jalan-jalan, malamnya kami menyiapkan segala perlengkapan yang akan dibawa esok
hari. Tidak lupa kami mengambil daun pisang untuk kemudian dilayukan dengan
memanaskannya diatas kompor. Setiap bepergian kami memang tidak pernah makan di
restauran atau rumah makan seperti saat sekarang ini. Wanginya nasi yang
dibungkus dengan daun pisang adalah jawabannya. Masakan mama yang jempolan
sudah pasti bikin susah kelain hati, tapi cerita nasi bungkus dengan daun
pisang lain lagi.
Selalu ada sensasi ketika menikmati nasi yang
dibungkus dengan daun pisang, padahal terkadang lauknya hanya ikan asin atau
telur rebus yang kemudian digoreng sebentar. Tapi ketika menikmatinya
bersama-sama diatas tikar yang terhampar diatas rumput hijau, plus
pemandangan yang menyejukkan mata rasanya benar-benar juara. Nasi bungkus daun
pisang dan piknik menjadi dua hal yang tidak terpisahkan bagi kami.
Soal tempat juga tidak mesti yang harus
mengeluarkan banyak uang. Bapak lebih suka mengajak kami melihat keindahan
alam. Hampir setiap bepergian kami lebih sering mengunjungi Pantai dan Danau.
Nampaknya Bapak ingin mengajarkan kepada kami bahwa dengan memandang alam yang
begitu indah, akan menimbulkan rasa syukur yang berujug dengan ketentraman
pikiran dan jiwa kita. Memang melihat laut lepas, langit biru dan
keindahan panaroma alam terbukti sanggup meredakan lelah yang mendera pikiran.
Apalagi menikmatinya sambil duduk santai ditikar yang kami gelar diatas rumput.
Tiupan angin sepoi-sepoi seperti terapi yang menerbangkan beribu masalah,
pijatan lembutnya menyentuh wajah mengukir senyum bahagia dibibir kami. Perut
keroncongan pun termanjakan dengan makanan sederhana namun super nikmat.
Sungguh bagi kami semua itu kenikmatan yang sangat mahal yang bisa kami dapati
secara cuma-cuma.
![]() | |
kenangan piknik bersama Almh. Mama |
Namun demikian tetap saja suasana piknik yang pernah saya rasakan dulu bersama keluarga mendapat tempat tersendiri dihati. Apalagi saat ini tradisi membawa nasi dengan daun pisang agaknya tidak lagi menjadi kebiasaan. Makan di cafe atau restoran menjadi lebih menarik dengan alasan lebih praktis, selain itu menunya pun beragam. Walaupun alasan malas masak sebenarnya lebih dominan dari pada soal makan enaknya hehe.
Sekiranya suatu saat saya berkesempatan liburan di Bogor, ingin sekali rasanya mengunjungi Puncak Bogor yang sejuk dan menenangkan. Saya akan mengajak Bapak serta keluarga besar saya untuk mengulang kembali cerita lama kami. Menggelar tikar, memandang hijaunya hamparan perkebunan teh, dan tidak lupa sambil menikmati nasi bungkus daun pisang kesukaan kami.
Tulisan ini diikutsertakan dalam “Lomba Blog Piknik itu Penting”
Wah masih ada fotonya. Enak banget makan nasi bungkus daun pisang. Apalagi bareng ibu. Yummy.
BalasHapusiya mba bakalan keinget terus
HapusKok sama ya? Dulu kalo piknik bareng orangtua ga pernah bawa bekal tapi beli nasi bungkus dan dimakan ditaman
BalasHapusEmang lezat makan di atas daun pisang...smg menang mbak :)
BalasHapusNasi jadi sedap kalo dibungkus daun pisang ya mbak, malah laper karena membayangkannya :)
BalasHapushehe benar banget mba
Hapusdengan daun pisang kita bisa piknik dengan nasi timbel, keluarga saya sering melakukan itu ketika piknik di kebun teh, bawa nasi timbel aja kata keluarga
BalasHapusapalagi di kebun teh pasti makin lahap makannya ya mba
Hapusmasih ada fotonya, daun pisang memang tempat yang paling mudah dan ramah lingkungan ya..untuk nasi dibungkus daun pisang aja udah enak, kalau sudah tidak terpakai...menjadi limbah ramah lingkungan
BalasHapuskalau sekarang kenapa banyakan pakai bungkus kertas plastik ya...
BalasHapusngeliyat potonya .. masya Allah, menikmaaattti banget. Nasi bungkus daun pisang, ikan asin, sambel, lalapan ... maaaf yeee gak sempat lagi balas komen, wa, fb, dll ... saking asyiknyaaa.
BalasHapuskapan ya saya diajakin ... hehe, salam kenal mbak, tulisannya sgt menarik.
salam kenal kembali mba...hehe iya mba,,,kalau dibungkus gitu jadi lahao makannya
HapusWaah syahdu yaa tulisannya kk izzawa ...,ada sesuatu yg tersirat tp tak bisa muty ungkapkan. Hehe muty lebay ah
BalasHapusMembuka kenangan lama itu kadang mengalirkan kebeningan hati...ya kak
About nasi di daun pisang adalah sesuatu yg dirindukan dan mencipta keharmonisan.. aaah rasaanyaa ingiiiinn.... mmn ngk jadii :-D
sangat menikmati banget ya mbak
BalasHapuswalaupun sudah tidak menjadi kebiasaan keluarga lagi, tapi tetap bersyukur pernah mengalaminya ya mbak. jadi kenangan termanis. saya juga suka jalan-jalan karena kenangan masa kecil yang sering diajak bepergian bersama alm. ayah :)
BalasHapusbenar banget mba....skrg jadi kangen suasana seperti itu
HapusKadang-kadang piknik itu bukan tentang kemana, harganya atau apa.. Tapi kesederhanaan dan kebersamaan yang hadir bersama ketika piknik :)))))
BalasHapusCandubraun istilahndari mana kah
BalasHapusCandubraun istilahndari mana kah
BalasHapusPasti kangen ya piknik rame-rame dengan keluarga besar lagi
BalasHapusCeritanya seru. Terimakasih sudah berpartisipasi dalam lomba. Maaf, pengumuman ditunda tgl 20 Oktober 2015. Goodluck.
BalasHapusHmm... sedapnya makan nasi aroma daun pisang ;)
BalasHapussama kayak keluarga saya Mba, kalo kemana-mana bawa bekal biar hemat dan teteap sehat makan makanan ibu :)