30 Sep 2015

Piknik Bersama Nasi Bungkus Daun Pisang

Sudah beberapa hari ini pikiran saya selalu tertuju pada sebuah album yang sampulnya kusam dan agak berdebu. Penampakannya tidak lagi menarik, apalagi ada beberapa foto yang copot, tidak lagi menempel pada tempatnya. Namun sama sekali tidak mengurungkan niat saya untuk membuka lembaran demi lembarannya. Ada yang membuat saya sangat antusias ketika menikmati setiap lembar foto didalamnya. Keluarga, tikar, rumput hijau, yah saya tertarik dengan kolaborasi indah itu yang kemudian mengingatkan saya pada beberapa tahun yang lalu. Ketika anggota keluarga kami masih lengkap, ketika Bapak belum bangkrut, ketika Piknik bersama jadi jadwal wajib setiap bulan.
Kenangan Piknik Bersama Keluarga Besar
Ya..foto diatas diambil belasan tahun yang lalu ketika kami sekeluarga berpiknik ria keluar kota. Bapak tidaklah seorang pekerja kantoran yang perlu quality time bersama keluarga setiap weekend. Tapi dulu beliau cukup sering mengajak kami jalan-jalan untuk sekedar refreshing. Aha Mungkin Bapak tidak mau dibilang kurang piknik karena terlalu sibuk mengurus dagangannya saja setiap hari. Belum lagi dipusingkan dengan masalah hutang piutang yang bikin dahi mengkerut. Alhasil piknik atau yang sering kami namakan dengan jalan-jalan menjadi pilihan yang tepat untuk menyegarkan pikiran. Disamping juga menambah keakraban dalam keluarga tentunya.

Saya masih ingat dulu setiap Bapak mengajak kami jalan-jalan, malamnya kami menyiapkan segala perlengkapan yang akan dibawa esok hari. Tidak lupa kami mengambil daun pisang untuk kemudian dilayukan dengan memanaskannya diatas kompor. Setiap bepergian kami memang tidak pernah makan di restauran atau rumah makan seperti saat sekarang ini. Wanginya nasi yang dibungkus dengan daun pisang adalah jawabannya. Masakan mama yang jempolan sudah pasti bikin susah kelain hati, tapi cerita nasi bungkus dengan daun pisang lain lagi.

Selalu ada sensasi ketika menikmati nasi yang dibungkus dengan daun pisang, padahal terkadang lauknya hanya ikan asin atau telur rebus yang kemudian digoreng sebentar. Tapi ketika menikmatinya bersama-sama diatas tikar yang terhampar diatas rumput hijau, plus pemandangan yang menyejukkan mata rasanya benar-benar juara. Nasi bungkus daun pisang dan piknik menjadi dua hal yang tidak terpisahkan bagi kami.

Soal tempat juga tidak mesti yang harus mengeluarkan banyak uang. Bapak lebih suka mengajak kami melihat keindahan alam. Hampir setiap bepergian kami lebih sering mengunjungi Pantai dan Danau. Nampaknya Bapak ingin mengajarkan kepada kami bahwa dengan memandang alam yang begitu indah, akan menimbulkan rasa syukur yang berujug dengan ketentraman pikiran dan jiwa kita.  Memang melihat laut lepas, langit biru dan keindahan panaroma alam terbukti sanggup meredakan lelah yang mendera pikiran. Apalagi menikmatinya sambil duduk santai ditikar yang kami gelar diatas rumput. Tiupan angin sepoi-sepoi seperti terapi yang menerbangkan beribu masalah, pijatan lembutnya menyentuh wajah mengukir senyum bahagia dibibir kami. Perut keroncongan pun termanjakan dengan makanan sederhana namun super nikmat. Sungguh bagi kami semua itu kenikmatan yang sangat mahal yang bisa kami dapati secara cuma-cuma.


 
kenangan piknik bersama Almh. Mama

Seiring berjalannya waktu kebiasaan itu pun melekat dalam diri saya. "Candu Raun" begitu orang-orang didaerah saya memberi istilah pada orang yang hobi sekali jalan-jalan. Meskipun tidak lagi menjadi kebiasaan dikeluarga kami saya masih sering bepergian untuk sekedar melepas penat dengan keluarga kecil saya. Walaupun itu hanya sekedar berkeliling di taman kota, hitung-hitung menemani sikecil yang baru belajar jalan. Aktifitas saya sebagai pegawai sekaligus ibu rumah tangga, terkadang memang rentan stress. Tidak jarang saya merasa terkurung rutinitas yang membosankan, kalau sudah begitu piknik adalah obat yang tepat untuk membuat pikiran saya segar kembali. Selain juga menciptakan waktu yang berkualitas dengan anak saya

Namun demikian tetap saja suasana piknik yang pernah saya rasakan dulu bersama keluarga mendapat tempat tersendiri dihati. Apalagi saat ini  tradisi membawa nasi dengan daun pisang agaknya tidak lagi menjadi kebiasaan. Makan di cafe atau restoran menjadi lebih menarik dengan alasan lebih praktis, selain itu menunya pun beragam. Walaupun alasan malas masak sebenarnya lebih dominan dari pada soal makan enaknya hehe.

Sekiranya suatu saat saya berkesempatan liburan di Bogor, ingin sekali rasanya mengunjungi Puncak Bogor yang sejuk dan menenangkan. Saya akan mengajak Bapak serta keluarga besar saya untuk mengulang kembali cerita lama kami. Menggelar tikar, memandang hijaunya hamparan perkebunan teh, dan tidak lupa sambil menikmati nasi bungkus daun pisang kesukaan kami.

Tulisan ini diikutsertakan dalam “Lomba Blog Piknik itu Penting”

23 Sep 2015

Advan Barca Hifi M6 Smartphone Berkelas yang Ramah di Kantong

Tangis anak saya pecah gara-gara video kesukaannya yang saya putar di youtube lewat smartphone tidak mengeluarkan suara apa-apa. Saya baru ingat beberapa hari yang lalu dia sengaja menggigit-gigit ujung smartphone yang ternyata  itu tepat di bagian speakernya. Sepertinya masa pertumbuhan gigi membuat dia semakin suka menggigit apa saja. Sampai-sampai smartphone saya pun jadi korban yang mengakibatkan speakernya kemasukan air ludah dan akhirnya tidak bunyi sama sekali.

Akhir-akhir ini anak saya memang lagi hobi-hobinya nonton youtube. Biasanya saya memutarkan lagu nasyid anak-anak atau lagunya upin-ipin. Setiap melihat saya memegang smartphone pasti dia selalu merengek untuk diputarkan lagu kesukaannya. Makannya sejak speaker di smartphone rusak, saya agak kewalahan. Maunya sih pengen ganti yang keren tapi tetap ramah dikantong. Maklum sebagai ibu-ibu dengan segala kebutuhan yang serba mahal saat ini, saya harus pintar-pintar mengatur strategi agar kebutuhan akan gadget yang berkualitas tetap terpenuhi tanpa harus merogoh gocek terlalu dalam.

Advan sebagai produsen gadget lokal telah dipercaya selalu memanjakan konsumennya dengan menghasilkan produk berkelas namun tetap ramah dikantong. Terbukti pada tanggal 13 Agustus lalu Advan kembali meluncurkan produk terbarunya Advan Barca Hifi M6 atau yang biasa juga dikenal dengan Advan Barca M6, ponsel pintar berteknologi hifi yang dibandrol dengan harga dibawah Rp. 2 juta. Kali ini Advan menggandeng FC Barcelona sebagai Brand Ambasaddor, yang kemudian menjadi alasan diselipkannya nama "Barca". Lalu apa saja kecanggihan yang disuguhkan Advan pada produk terbarunya ini?
Sumber : twitter @advan_id

Kualitas Suara yang Juara

Kualitas suara yang boombastis  memang menjadi andalan Advan pada produk terbarunya ini. Dilengkapi dengan Teknologi True Sound System serta dual front stereo menjadikan kualitas suara yang dihasilkan benar-benar jernih seperti suara asli. Bagi saya dalam pemilihan smartphone kualitas suara memang menjadi point penting lainnya selain ketangguhan multitasking. Apalagi saat ini saya antusias sekali memperkenalkan anak saya yang masih kecil dengan suara-suara murrotal yang biasanya saya perdengarkan lewat smartphone. Ditambah lagi Advan Barca M6 ini didukung dengan layar teknologi IPS dengan resolusi HD 720 x 1280 pixels akan sangat memukau saat kita menonton video ataupun bermain game.

Dengan adanya dual front stereo di smartphone ini  juga akan sangat memberikan kenyamanan saat melakukan video call. Karena speakernya didepan akan suara terdengar lebih jelas dan mampu bersaing dengan suara ambience disekitar. Advan Barca hifi m6 ini juga dibekali dengan Metallic Music Earphone yang stylish dan memiliki kualitas suara yang juga tidak kalah jernihnya.

Performa yang Handal

Tidak hanya memiliki kualitas suara yang dahsyat, smartphone ini juga disempurnakan dengan jeroan yang tangguh. Berbekal RAM sebesar 2 GB membuat smartphone ini akan cukup tangguh untuk memenuhi kebutuhan multitasking penggunanya. Sebagai penggila dunia digital pemenuhan kenyamanan untuk multitasking tentunya sudah menjadi keharusan. Apalagi smartphone Advan Barca Hifi M6 ini digerakkan oleh processor Octa Core berkecepatan 1.4 GHz ARM Cortex-A7 dengan dukungan Chipset MediaTek MT6592, jadi tidak perlu khawatir lagi dengan proses pembukaan data yang terlalu lama atau keadaan ponsel yang tiba-tiba nge-lag.

Tidak itu saja Advan Barca Hifi m6 ini juga dilengkapi dengan co-processor Mali450Mp4, yang akan meningkatkan kualitas gambar saat bermain game 3D atau memutar video HD sekalipun. Meskipun dibekali dengan daya baterai 2300 mAh, Advan menjamin kinerja smartphone Advan Barca hifi m6 ini tidak akan membuat boros baterai karena telah dilengkapi dengan teknologi manufaktur 28nm HDM (High Performance Mobile).

Kualitas Gambar yang Jernih

Lalu bagaimana dengan kameranya? Smartphone ini dilengkapi dengan High Quality CMOS sensor Camera berukuran 8 megapixel pada bagian belakang. Kamera pada sisi belakang tersebut, mampu menghasilkan foto dan video lebih jernih menggunakan teknologi lensa 4P (4 Plastic Lens) dan fitur Auto Focus yang membantu mempercepat bidikan objek foto bergerak. Cukup mumpuni untuk memenuhi kebutuhan hobi foto-foto yang tidak mau repot dengan bawaan kamera.

Buat yang suka selfie Advan Barca M6 ini dibekali kamera depan 5 Megapixel dengan Aperture F2.2 yang mampu menangkap cayaha lebih baik untuk mengoptimalkan kecerahan foto selfie. Lensa tersebut juga didukung fitur Wide Angle dengan sudut lensa mencapai 79 derajat, sehingga akan mempermudah foto selfie dengan banyak objek didalamnya. 

Look Fresh and Friendly

Advan Barca hifi m6 smartphone pertama yang mengadopsi tampilan antarmuka IDOS (Indonesia Operating System), yang memiliki beragam vitur menarik dan tampilan yang mudah dikostumisasi sesuai kebutuhan Sistem ini diinetgrasikan dengan operasi Android KitKat 4.4.2 dengan user interface yang dirancang secara khusus berdasarkan kepada kebutuhan kebiasaan orang Indonesia. Keberadaan IDOS ini membuat tampilan antar muka (interface) lebih fresh dan user friendly.

Smartphone yang memiliki layar 5 inchi ini juga dilengkapi dengan fitur Advan IDOS Gesture Control, yang mana memungkinkan pengguna untuk mengontrol handset Advan Barca M6 mereka hanya dengan lambaian tangan di depan layar. Tanpa sentuhan di layar.

Keren banget kan? Dengan segala keunggulan yang dimiliki Advan Barca hifi m6 ini plus harganya yang bersahabat, semua kalangan bisa punya smartphone yang berkualitas.

20 Sep 2015

Rindu Langit Biru

sumber : nasional.kompas.com

Awan-awan mengumpal gelap. Langit mendung tanpa hujan. Merapi dan Singgalang yang biasa bergandeng mesra seperti lenyap entah kemana. Deretan bukit barisan tak lagi tertangkap mata. Tumbuhan dihalaman seperti berjuang melawan maut, kasih sayang sang matahari tak sempurna tercurah pada tubuhnya yang mulai lunglai. Sementara udara segar tetap keluar dari raganya yang lapar. Alam seperti tertimpa tinta abu-abu, kehilangan warna, kusam tak bercorak, muram dan kering.

Hujan seolah enggan turun memadamkan api keserakahan, yang tak kunjung mati. Angin terus bertiup kencang, menghantar pesan kemurkaan. Seperti alunan melodi lagu kematian, hitam nan mencekam.

Langit biru entah dimana kini, telah lama tak bertemu dirinya yang biasa terhampar. Bak samudera mengawang, lepas bebas tanpa batas. Keangkuhan telah memisahkannya dengan bumi. Apa daya kepulan asap jualah yang menang. Mengangkasa, menguasai paru-paru setiap manusia. Menginjak kenikmatan hidup demi gemerincing di saku mereka.

Agam, 190915

###########

Saya memang tidak tinggal di Riau, tapi asap lumayan pekat dan sudah masuk kerumah. Saya bisa membayangkan bagaimana sesaknya masyarakat Riau saat ini. Bagaimana terancamnya kesehatan mereka dengan kepulan asap yang tiada henti.


Disaat seperti ini saya seperti tersadarkan, betapa kurangnya bersyukur ketika oksigen masih nyaman dihirup. Betapa kurangnya bersyukur ketika masih bisa melihat langit biru setiap hari. Betapa kurangnya bersyukur ketika masih bisa mengajak anak saya main diluar tanpa perlu khawatir asap menganggu kesehatannya. Betapa kurangnya bersyukur akan nikmat-nikmat yang tidak kita sadari namun berpengaruh besar bagi hidup kita.

Sama seperti kurang bersyukurnya kita ketika dianugerahkan hutan yang luas, yang cukup banyak menyumbang untuk paru-paru dunia. Namun saat ini hutan itu malah dihanguskan secara perlahan. Menyelamatkan hutan berarti menyelamatkan udara yang akan dihirup anak cucu kita kelak. Semoga saja belum terlambat dan semoga masih  ada waktu untuk memperbaiki semua.

Q.s Al-a'raf ayat 56
“Dan janganlah kamu membuat kerusakandi muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya danberdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”

#savehutanindonesia
#Melawanasap
#Bloggermuslimah
#Gerakanmenujusholehah

16 Sep 2015

#OOTDAlaAku : Yang Penting Nyaman

Sudah beberapa tahun belakangan ini sebenarnya saya kurang suka foto-foto, bukan karena gimana-gimana cuma faktor umur sepertinya mengurangi kenarsisan saya. Tapi berhubung mak winursih lagi ngadain giveaway yang hadiahnya keren-keren, saya tebal muka aja jadi bela-belain bongkar foto lama. Maklum namanya juga mengetuk pintu rezeki siapa tau aja pintunya kebuka.  *toktok

Dulu awalnya saya kurang paham apa itu OOTD. Katrok banget ya, pas pahamnya cuma ketika liat gaya foto-foto dari caption yang sama. Ooo jadi OOTD itu maksudnya foto fullbody gitu? fotonya harus dari ujung rambut sampai ujung kaki. Gitu kali yee hihi.



Jadi setelah dipilah dan dipilih akhirnya saya menjatuhkan pilihan kepada foto ini. Lumayan lah yaa dengan wajah yang masih sueger dan masih rajin mandi lengkap dengan pose ala-ala candid yang disengaja gitu. Zihaa. 

Kalau soal OOTD saya sih simple saja dan yang pasti nyaman dan menutup aurat. OOTD yang saya pakai di foto ini biasanya untuk dibawa ke acara semi formal. Baju ini saya beli online sama seorang perempuan yang super cantik @AisyahAmatullah. Jilbabnya cuma jilbab paris biasa yang dilapis dua dengan warna berbeda. Tidak perlu tutorial apa-apa ini mah, hanya saja kalau biasa dicantol didepan kalo ini didekat telinga gitu aja sih. Ini nih sudah jadi andalan saya kalau kemana-mana, lebih pede dibanding pakai khimar instan yang lagi booming sekarang.

Saya paling nggak suka pake accesories, termasuk juga tas. Rasanya bikin ribet aja kalau bawa tas lha wong isinya nggak ada. Kalaupun mesti palingan bawa ransel yang bisa dipakai buat bawa minum dan bekal. Tapi saya lebih sering bawa dompet kecil yang isinya bisa buat naroh hp dan uang. Lebih senang lagi kalau ada tali diujung dompetnya, jadi kalau jalan bisa diputar-putar. :D

Jadi kalau soal OOTDan menurut saya sebaiknya memang lebih baik jadi diri sendiri saja. Karena belum tentu sesuatu yang bagus dipakai orang lain, juga kelihatan bagus ketika kita memakainya. Selain itu juga mesti nyaman dan pede, buat apa kan kalau kita bela-belain ngikutin style nya si A atau si B tapi kita sendiri malah nggak nyaman demi sebuah gaya. Hmm jangan sampai yaa...

10 Sep 2015

Ketika Kantor Tidak Melek Asi

Seperti yang sudah saya duga akhirnya pak camat ngeh juga kalau saya sering korupsi jam istirahat. Walaupun memang secara tidak langsung namun cukuplah ya bikin saya ngomel-ngomel sampai rumah hihi. Kenapa ngomel

Masalahnya adalah saya hanya istirahat beberapa menit lebih cepat. Menurut saya waktu yang sesingkat itu toh tidak efektif lagi untuk dibawa kerja. Lagian ada kok yang istirahatnya lebih cepat lagi dari saya. Dan satu hal yang lebih penting adalah karena saya harus menyusui anak saya yang berumur 11 bulan. Lebih mulia dibandingkan dari pada bapak-bapak yang kongkow-kongkow berjam-jam di warung saat jam kerja. Namun tidak pernah dipermsalahkan. Lalu ketika saya hanya minta waktu sedikit saja untuk pulang istirahat lebih cepat mereka kemudian mempertanyakan "emang umur anaknya udah berapa"?. Whats? Jadi kalau umur anak saya udah lewat 6 bulan, tidak ada keringanan lagi gitu? ASI itu sampai 2 tahun yaa pak..buk..

mommiesdaily.com
Saya sangat menyayangkan masih adanya kantor yang tidak begitu paham tentang pentingnya ASI. Kalau memang mempermasalahkan pegawainya yang tidak bisa efektif bekerja ya mbok dilengkapi kantornya dengan ruangan yang nyaman untuk memerah ASI. Atau kalau paling banter yaa tidak usah terima pegawai perempuan. Gampang kan...karena perempuan memang sudah kodratnya begitu, harap maklum saja hehe.

Saya sendiri memilih ASI bukan hanya karena baik untuk anak saya tetapi juga karena saya tidak sanggup membeli sufor yang kalau dihitung-hitung sebulanan lumayan buanyak angka-angkanya. Kalau ada yang mengusulkan mengapa tidak diperas saja. Hmmm....ASI saya tipe yang tidak banyak kalau diperas, lagian saya sulit mencari waktu yang pas kapan untuk memeras ASI. Secara pas nyampe rumah si G udah begelayut saja tidak mau lepas.

Lalu kemudian pasti banyak bertanya mengapa saya bekerja. Baiklaahh...saya bekerja karena suatu keharusan. Keharusan seperti apa? Apa karena tidak cukup uang bulanan? Apa karena ingin bisa memenuhi kebutuhan sendiri? Tidak..saya bekerja karena suami saya belum ada rezeki untuk memiliki pekerjaan. Jadinya semua kebutuhan keluarga harus saya penuhi dengan pekerjaan saya saat ini. Bukan juga karena suami saya malas atau tidak mau berusaha, hanya saja yaa kebanyakan perusahaan-perusahaan yang ada sekarang mencarinya wanita yang berpenampilan menarik. Masa ya suami saya mesti operasi kelamin gitu hue.hue naudzubillah...

Disamping itu juga karena kami punya anak yang masih perlu pengawasan lebih. Menyerahkan sepenuhnya pada mertua dan kemudian kami sama-sama bekerja adalah tak mungkin bagi saya. Catet ini bagi saya lho yaa..apalagi menitipkan ke penitipan. Saya akui saya memang ibu yang katrok dan lebay soal anak. Buku yang dipinjam berhari-hari saja bisa bikin saya sulit tidur, apalagi menitipkan anak. Rempong banget ya sayaaa.. Oleh karena itu saat ini kami harus ada yang mau mengalah dulu sementara waktu.

duh..duh kok malah curhat ya sayaaaa,,,, :-)

Kembali lagi ke kantor tadi yak. Ya ketika dihadapkan dengan hal seperti itu saya tidak ada jalan untuk tetap memilih istirahat lebih cepat hehe. Bandel yaa.. saya akui saya memang tidak bisa profesional lagi kalau sudah begitu. Karena saya tentunya lebih memilih untuk profesional dengan tanggung jawab saya sebagai ibu. Padahal andai saja kantor bisa lebih ramah pada ibu menyusui dengan mencukupi hak-hak ibu menyusui saya yakin ibu yang bekerja sekaligus menyusui bisa lebih meningkat kualitas kerjanya. Karena mereka tidak melulu menanti jam pulang memikirkan anaknya dirumah. Intinya ya mereka bisa nyaman bekerja, nyaman menyusui.

sekian saja curcol saya yaaa hehe... sekalian melepaskan unek-unek. Terima kasih sudah terjebak dalam tulisan ini haha

6 Sep 2015

Cara Mudah dan Hemat Mencegah Kanker

Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan mengikuti penyuluhan tentang Kanker dalam kegiatan rutin dharmawanita di Kantor. Sebenarnya saya termasuk yang paling cuek soal kesehatan, makan tidak teratur gizi pun tidak seimbang, apalagi jarang olahraga. Ketika mengikuti acara penyuluhan yang diadakan oleh Yayasan Praktisi Kesehatan Indonesia waktu itu saya kembali diingatkan betapa berharga dan pentingnya menjaga kesehatan.

Mengerikan memang ketika mengetahui bahwasanya setiap kita sebenarnya memiliki sel kanker didalam tubuh. Hanya saja  jumlahnya yang masih normal tidak akan terdeteksi saat dilakukan pemeriksaan. Selain itu imunitas yang tinggi  akan selalu memerangi sel kanker secara terus menerus sehingga jumlahnya tidak melebihi batas kewajaran. Hal ini yang membuat kita terkadang merasa sehat-sehat saja, padahal sel kanker bisa saja sewaktu-waktu berkembang biak jika kita tidak serius menjaga kesehatan.

Selain faktor genetik, pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat dapat memancing sel kanker berkembang biak didalam tubuh kita. Banyaknya zat carsinogen dalam makanan yang kita konsumsi juga bisa saja  menjadi pemicu sel-sel kanker tersebut tumbuh subur. Apalagi ditambah dengan cara penyajian makanan yang salah seperti makanan yang sering dipanaskan berulang kali.

Pertanyaanya lalu apakah setiap orang beresiko terkena kanker? Tentu tidak asalkan kita bisa menghindari segala hal yang dapat memicu kanker tersebut serta melakukan berbagai pencegahan.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker seperti menjaga pola makan, menerapkan gaya hidup yang sehat serta rajin berolahraga. Disamping itu pencegahan juga bisa  dilakukan dengan Immunotherapy yaitu pengobatan dengan cara peningkatan sistem imun. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan vaksin anti kanker. Vaksin ini biasanya diberikan 3x pada bulan pertama, kedua dan keenam. Untuk biaya vaksin ini cukup mahal sekitar 5 jutaan satu kali suntik. Mahal yaaa??

Hmm jangan khawatir, immunotheraphy juga bisa kok dilakukan dengan cara alami, yaitu dengan cara mengkonsumsi buah dan tumbuhan pencegah kanker. Dengan cara ini tentunya lebih hemat dan gampang yaa? Khasiatnya pun tidak jauh beda dengan vaksin asalkan dikonsumsi secara teratur, diantaranya :

1. Buah dan daun sirsak

Buah Sirsak dipercaya mengandung senyawa fitokimia yang bernama Annonaceous acetogenins. Senyawa fitokimia ini ternyata baik sekali untuk menangkal berbagai virus yang bisa menyebabkan penyakit berbahaya seperti kanker.
Ayokesehatan.blogspot.com

Untuk pecegahan buah sirsak bisa dijus dengan takaran satu gelas. Sebaiknya jangan dicampur dengan apapun. Ini dilakukan setiap hari selama 15 bulan dan diulang kembali setelah lima tahun kemudian.

Sedangkan untuk daun sirsak, berdasarkan penelitian, daun sirsak mengandung zat proaktif yang mampu membunuh sel kanker. Zat proaktif didalam daun sirsak juga mampu melihat sel mana yang harus dibunuh dan sel mana yang harus tetap hidup. Karena itulah, daun sirsak ini dipercaya memiliki keampuhan hingga 100 kali lipat dibandingkan pengobatan kanker melalui kemoterapi.

Untuk mendapatkan manfaat dari daun sirsak bisa dengan cara mengambil 5-7 lembar daun sirsak yang agak tua lalu rebus dan diminum dengan takaran satu gelas. Ini juga diminum setiap hari selama 15 bulan dan diulang kembali setelah 5 tahun kemudian.

2. Bawang Putih Tunggal

Bawang putih telah terbukti mengandung selenium yang merupakan antioksidan handal untuk mengatasi radikal bebas karsinogenik.Selain itu asam amino bersulfur pada bawang putih mampu mengacaukan sel kanker sehingga reproduksinya terhambat. 
sharingdisini.com

Untuk mendapatkan manfaat dari bawang putih caranya ditumbuk sampai halus, lalu telan dengan air hangat (Tidak dilarutkan). Dosisnya satu kali satu butir setiap hari selama satu tahun dan diulang kembali 5 tahun kemudian

3. Mengkudu

Penelitian telah menyatakan adanya senyawa 2-methoxy-1,3,6-trihydroxyanthraquinone pada buah mengkudu yang baik untuk mencegah kerusakan DNA dan kanker.
Kuherbal.com

Mengkudu dapat di jus dengan takaran satu gelas. Dosisnya satu kali sehari selama 9 bulan dan dapat diulang kembali setelah 5 tahun kemudian.

4. Temu putih

Kandungan zedoarin, kurdiona dan kurkumol yang ada pada temu putih dapat bertindak sebagai anti-neoplastik terhadap sel kanker dan jaringan. Selain itu, anti-oksidan yang berasal dari imunomodulator dari temu putih merupakan zat yang dapat meningkatkan jumlah limfosit, meningkatkan toksisitas sel pembunuh kanker dan sintesis antibodi.
Temuputih.com

Biasanya temu putih yang digunakan adalah yang berusia 2 tahun. Caranya parut umbi temu putih lalu keringkan tanpa sinar matahari. Setelah itu ambil satu sendok teh temu putih yang sudah dikeringkan kemudian seduh dengan air panas.  Dosisnya 1 x sehari selama 6 bulan dan dapat dilakukan 5 tahun kemudian.

Dengan melakukan pencegahan tersebut telah terbukti membuat seseorang terhindar dari penyakit kanker selama 5 tahun. Mencegah memang lebih baik dari pada mengobati, karena kita sering tersadar betapa berharganya kesehatan setelah merasakan sakit.

1 Sep 2015

Setahun diserang Kalazion

Udah September aja nih, berarti genap sudah setahun Kalazion ini menghinggapi mata kiri saya. Tapi alhamdulillah bengkaknya cuma tinggal satu. Tidak seperti kemaren-kemaren yang hinggap dengan dua benjolan. Namun tetap saja tidak enak dipandang dan cukup menganggu penampilan. Karena itu juga saya mulai tidak suka difoto, syukurlah bisa sedikit mengurangi ke narsisan hehe tetap aja bersyukur yaa...

Mungkin banyak yang bertanya apa itu Kalazion. Sebenarnya cerita tentang penyakit ini sudah pernah saya tulis di blog  ini
Kalazion (chalazion) adalah kista yang terbentuk di dalam kelopak mata sebagai akibat dari penyumbatan pada satu atau lebih kelenjar meibom yang menghasilkan minyak yang membentuk lapisan luar air mata. Kalazion awalnya berupa bintik merah yang lunak (jawa:timbil). Tapi setelah beberapa hari, kalazion bisa menjadi benjolan yang lebih besar. Benjolan ini tidak mengandung bakteri hidup, tetapi mungkin menarik bakteri dan menyebabkan infeksi. Dalam kebanyakan kasus, kalazion hilang dalam beberapa bulan, meskipun satu kista kalazion bisa diikuti oleh yang lain dan mungkin membesar selama beberapa tahun. (kamuskesehatan.com)

Bagi sebagian orang mungkin mengira kalazion serupa bintitan biasa mengingat penampakannya memang hampir mirip bintitan. Tapi kalazion biasanya lebih besar dan padat, selain itu proses penyembuhannya juga agak lama.
Salah satu penyembuhan yang disarankan dokter mata waktu itu adalah dengan jalan bedah kecil dibagian kelopak mata. Tapi sampai saat ini saya masih belum berani untuk melakukanya karena beberapa pertimbangan.

Salah satu pertimbangan saya adalah karena masih menyusui. Saya khawatir pemberian anastesi nanti akan mempengaruhi kualitas maupun kuantitas ASI nantinya. Selain itu juga takut jika anastesi nanti tidak mempan, mengingat waktu caesar dulu saya akhirnya di bius total karena kesakitan akibat bius yang tidak jalan hikss.

Selain dengan operasi sebenarnya ada cara lain untuk mengobati mata yang kena kalazion. Salah satunya dengan cara dikompres secara rutin dengan air hangat. Biar gampang biasanya saya mengganti air panas dengan nasi panas yang dibungkus dengan sapu tangan untuk nanti diusapkan kebagian yang bengkak. Walaupun tidak langsung hilang, hasilnya lumayan bisa memperkecil bengkak untuk beberapa saat, hanya saja karena saya kurang rajin makannya kalazion ini tidak hilang total.

Selama setahun ini ternyata Kalazion juga membengkak dan mengempes mengikuti kondisi tubuh. Selain itu kebersihan mata juga harus dijaga agar terhindar dari bakteri. Ah..semoga kalazion ini bisa hilang segera..doakan yaaa :-)