5 Agu 2015

Tradisi "Manambang"

http://heydeerahma.com/index.php/2015/07/13/kontes-blog-giveaway-lebaran-bersama-heydeerahma/


Tahun ini adalah lebaran kedua bagi saya setelah berkeluarga. Kalau tahun lalu saya masih berdua, Alhamdulillah tahun ini kita sudah punya anggota baru. Silaturahmi pun makin semangat bawa sidede kecil biar kenalan dengan saudara-saudara lainnya ( padahal modus biar dia dapat THR Hehe..)

Soal beri dan menerima angpaw atau yang lebih kita kenal dengan THR memang sudah menjadi tradisi disetiap lebaran. Ditempat saya tepatnya di Sumatera Barat ada istilah yang namanya "manambang". Sebenarnya istilah "manambang" ini digunakan untuk sopir angkot yang lagi narik namun kemudian istilah ini diplesetkan untuk anak-anak yang sengaja datang kerumah-rumah hanya untuk minta THR saja. Mungkin karena teknis nya hampir-hampir sama dengan sopir angkot kali ya.

Anak-anak tersebut biasanya datang berkelompok-kelompok sekitar 3 s.d 5 orang, rata-rata mereka masih duduk disekolah dasar. Yang perempuan biasanya dilengkapi juga dengan tas kecil yang disandang. Manambang akan mereka mulai sehabis shalat id dan ketika memasuki hari ketiga lebaran biasanya mereka mulai sepi. Rumah yang akan mereka kunjungi pun tidak pilih-pilih, asalkan ada penghuninya akan mereka datangi walaupun tidak kenal.
foto dambil dari twitter @raficandle
foto diambil dari twitter @raficandle
Lucunya mereka rata-rata memiliki tata cara yang sama saat bertamu. Awalnya mereka akan datang dengan mengucap salam, lalu duduk makan kue sambil malu-malu. Ketika mereka rasa waktunya sudah cukup, mereka akan pamit sembari berkata "buuukk kami pulang lai yooo" (buuu kami pulang dulu yaa). Bagi yang sudah paham tentunya akan langsung memberikan THR, lain ceritanya kalau ternyata tuan rumah tidak peka dengan kalimat pamit mereka. Mungkin mereka akan terus bilang "pulang dulu ya " sambil garuk-garuk dinding hehe. Selain itu ada juga sebagian mereka yang agak ekstrem, ketika dijamu masuk dan ditawari kue langsung saja menolak dan berkata "dak usah lah buk, kami pitih se lah" (nggak usah bu, kami duit saja) haha. 

Jumlah THR yang diberikan pada mereka rata-rata Rp. 2000,- per orang. Ketika mendapatkan uang THR lebih dari yang biasa pada suatu rumah biasanya mereka akan menyampaikan pada kelompok yang lainnya. Siap-siap saja kemudian rumah kita jadi ramai akan didatangi anak-anak sekampung.
dari twitter HW Hotel
Uang THR yang mereka kumpulkan biasanya digunakan untuk beli mainan. Kebetulan disaat lebaran ditempat saya ramai sekali pedagang dadakan yang jualan mainan. Selain itu sebagiannya juga dipakai untuk jajan makanan, dan selebihnya tentu saja dikasih pada orang tua masing-masing untuk kemudian ditabung. Anak-anak ini bisa dibilang cukup cerdik, karena mereka sama sekali tidak terorganisir dan juga tidak dikepalai oleh suatu sindikat tertentu hehe hanya sebuah tradisi menyenangkan yang mewarnai masa-masa kecil mereka.

Saya sendiri pun juga pernah mengalami masa-masa pergi manambang bersama teman-teman seumuran. Hanya saja saya tidak mengitari rumah tetangga satu-persatu, cukup kerumah guru-guru dan kerumah teman saja. Yang masih saya ingat waktu itu kami diberi THR  sebesar Rp.100 per- orang oleh guru agama, dan itu pun kami merasa malu dan geli sendiri ketika menerima hasil manambang kami.

Kegiatan manambang oleh sejumlah anak-anak ini tentunya sangat dimaklumi karena lebaran memang momentnya berbagi. Tuan rumah pun sebenarnya juga sudah siap sedia dengan tulus ikhlas memberikan uang-uang kertas fresh from the oven yang masih berbau khas hasil antri di Bank menjelang lebaran. 

Dengan pergi manambang ini tentunya akan meninggalkan kenangan tersendiri bagi mereka. Sebuah cerita lebaran yang akan selalu membuat mereka tersenyum ketika mengingatnya suatu saat nanti. 

Artikel ini diikutsertakan dalam #GiveAwayLebaran yang disponsori oleh Saqina.comMukena Katun Jepang Nanida, Benoa KreatiSanderm, Dhofaro, dan Minikinizz 

17 komentar:

  1. Kalo aku mudik ke tempat mertua di Palembang juga ada tradisi begini, Mak :D
    Good luck GA-nya ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah ternyata ditempat lain juga ada yaaa.. :-)

      Hapus
  2. Tradisinya sama kayak disini.datang bergerombol..makan kue habis itu nunggu uang 2000an baru..kemudian pamit pulang.hahahaha....sukses GA nya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah berarti bukan di sumatera barat saja ya,,disana istilahnya pa mak???

      Hapus
  3. jadi inget waktu kecil dulu sama temen2, berempat atau berlimaan kerumah tetangga....persis sama kyk cerita itu, duduk, makan bentar, terus pamitan..tp pertama kali aku keliling kerumah tetangga, sempat aku ga tahu klo mereka itu ngomong apa pas salaman...yang aku denger cuma suara "wes wes wes" ...karena aku bingung, ya udah aku pas salam "wes wes wes (nada pelan)...pak/bu (suaranya dikencengin jelas)....." hehehe ternyata pas aku tanya ke temenku blgnya "maaf lahir batin ya, pak (bu) " hahaha..istrilahku dulu bilangnya salam tempel...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha itu waktu d medan ya mase... ?? Biasanya dpt brp dulu itu ?

      Hapus
    2. hehhe iya waktu di medan...dapat paling banter cuma 3000.... biasanya paling ngasih cuma 100, 200, 500...

      Hapus
  4. wah, harus sedia uang ya setiap penghuni rumah :)

    BalasHapus
  5. Jadi kudu nyediain amplop yang ada isinya ya. Kalau di sini biasanya hanya untuk anak2 yang mampirnya bareng orang tuanya. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. so pastinya ila...tapi biasanya g pake amplop juga gpp,,,di tempel aja pas salaman hehe

      Hapus
  6. Anak-anak saya sering protes karena tidak berlebaran di kampung halaman. Alasannya ya urusan "manambang" ini. Kalau di Jogja, karena tidak ada sanak famili, siapa coba yang akan kasi THR. Kalau di kampung, rata-rata bisa dapat sampai satu juta per anak. Mantap kan..? :D

    Di sisi lain, perkara "manambang" ini jugalah yang menjadi salah satu pertimbangan untuk berlebaran di kampung halaman. Kalau perbendaharaan kita pas-pasan, mending tidak usah lebaran di kampung. Apa yang mau dikatakan kalau para ponakan datang "manambang", sementara persediaan kita pas-pasan? hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahha benar sekaliuda vizon,,,kalau pulang kampung memang kudu punya uang banyak heheh

      Hapus
  7. Tak sekedar "menambang" tapi kadang juga menagih keras. Seakan lebaran adalah Hari Anak Nasional :)

    BalasHapus
  8. baru tau aku mak ada istilah menambang ini :)

    terimakasih yaa sudah ikutan #GiveAwayLebaran, sering-sering juga ya main ke blogku :)

    -Dee-

    BalasHapus