18 Agu 2015

Memaknai Kemerdekaan

Kemerdekaan yang telah susah payah kita dapatkan sejatinya adalah sesuatu yang patut kita syukuri. Andai saja kita masih menjadi bangsa yang terjajah  saya tidak bisa membayangkan bagaimana susahnya untuk tidur nyenyak dimalam hari sementara rumah kita bisa digedor kapan saja oleh kaki tangan penjajah. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana  susahnya bersembunyi dibawah lubang yang diatasnya ditutup pohon pisang untuk menghindar dari kebiadaban penjajah. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana kita harus kehilangan orang tua, saudara, anak dengan cara yang tidak layak.


Namun bersyukur atas rahmat Allah yang maha kuasa dan perjuangan para pahlawan kita, semua itu tidak kita rasakan saat sekarang ini. Kita bisa tidur nyenyak dimalam hari, kita bisa pergi melancong kemanapun kita suka kita bisa berjalan sambil tertawa riang bersama keluarga bukankah semua itu adalah buah dari kemerdekaan dari negeri kita?? Bukankah semua itu adalah nikmat yang sangat besar yang telah tercurah untuk negara kita?

Memaknai kemerdekaan pastinya berbeda bagi setiap orang. Sebagian kita mungkin sudah cukup dengan memaknai kemerdekaan adalah sebuah keterbebasan dari penjajahan saja. Tapi sebagian lain mungkin merasa bahwa kita belumlah merdeka, melihat segala permasalahan dan carut marut yang terjadi dinegeri ini.

Bagi saya pribadi kemerdekaan yang kita peroleh 70 tahun yang lalu adalah titik awal untuk kita memperoleh kemerdekaan-kemerdekaan yang lainnya. Sebagai negara bekas jajahan tentunya kita berproses untuk menjadi negara yang benar-benar maju. Dan semua itu tentunya tidak akan dapat kita lakukan apabila kita tidak terlebih dahulu merdeka dari penjajah.

Segala permasalahan dinegara ini yang kemudian membuat kita mempertanyakan kemerdekaan itu selanjutnya adalah PR kita semua. Tentunya sebagai individu kita juga harus bisa memerdekakan diri dari moral yang tidak baik, merdeka dari penghambaan kepada manusia dan yang paling penting adalah merdeka dari hawa nafsu. Saya jadi ingat cerita tentang seorang pemuda yang ingin mengubah dunia yang tertulis seperti ini :
"Ketika aku muda, aku ingin mengubah seluruh dunia. Lalu aku sadari, betapa sulit mengubah seluruh dunia ini. Maka aku putuskan untuk mengubah negaraku saja.
Ketika aku sadari bahwa aku tidak bisa mengubah negaraku, aku mulai berusaha mengubah kotaku. Ketika aku semakin tua, aku sadari tidak mudah mengubah kotaku. Maka aku mulai mengubah keluargaku.
Kini aku semakin renta, aku pun tak bisa mengubah keluargaku. Ternyata aku sadari bahwa satu-satunya yang bisa aku ubah adalah diriku sendiri.
Tiba-tiba aku tersadarkan bahwa bila saja aku bisa mengubah diriku sejak dahulu, aku pasti bisa mengubah keluargaku dan kotaku. Pada akhirnya aku akan mengubah negaraku dan aku pun bisa mengubah seluruh dunia ini."

#bloggermuslimah
#gerakanmenujusholehah


*Tulisan ini ikut serta memeriahkan BW Spesial Blogger Muslimah

12 komentar:

  1. Memaknai kemerdekaan dengan lebih banyak berkarya ya, mba.

    BalasHapus
  2. Merdeka!!

    Alhamdulillah ga ngerasain perang yah, Mba

    BalasHapus
  3. kayak quote nya rumi ya "Yesterday I was clever, so I wanted to change the world. Today I am wise, so I am changing myself".

    BalasHapus
  4. memang kemerdekaan itu atas berkat rahmat dari Alloh ya mbak. kl bukan karena kasih sayang-Nya kepada kita, mustahil kita merdeka.

    BalasHapus
  5. gak kebayang deh kalo hidup di jaman penjajahan, sekarang udah merdeka aja masih sering was-was, apalagi dulu ya

    BalasHapus
  6. Yang di kuot ngena banget, mesti ngerubah diri sendiri dulu sebelum merngubah orang lain :(

    BalasHapus
  7. Setuju sama mbak Niar, quotenya keren banget. Kena di hati. Keep writing ya Izzawa :-)

    BalasHapus
  8. Tulisannya keren. Terima kasih sudah ikut program BW mba

    BalasHapus
  9. Tulisannya punya ruh tersendiri buat muty.... ngena bangeet.... seakan mengajak untuk bermuhasabah tentang rahasia dibalik kemerdekaan....
    Muty suka kutipannya......
    Kereeen tulisannyaaa ..... muty suka

    BalasHapus
  10. Maf baru ke sini ... mungkin bisa jadi masih tidur di bawah tanah yang dilapisi papan kalau lum merdeka

    BalasHapus