18 Des 2015

Sulaman Terakhir

Sesekali perempuan kecil itu terkantuk-kantuk menyudahi sulaman yang terhampar pada pamedangan dihadapannya. Matanya mulai perih, apalagi cahaya temaram dari lampu minyak membuat kepalanya tidak sanggup melawan grafitasi. Setiap kepalanya terjatuh, saat itu pula suara sang ibu mengejutkannya. Sulaman yang harus diselesaikan malam itu juga membuat ia mau tidak mau harus begadang semalam suntuk.

Dan perempuan kecil itu kupanggil Ama (ibu).
########################### 


Saya masih ingat ama bercerita tentang bagaimana susahnya dulu beliau hidup untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Siang malam harus membantu nenek menyelesaikan sulaman agar esoknya bisa diantar ke juragan kain. Belum lagi penerangan yang masih belum seterang sekarang. Bahkan menemukan hidung menghitam keesokan harinya gara-gara asap lampu minyak sudah biasa bagi ama. Meskipun mungkin lelah tapi ama tidak punya pilihan lain. Beliau tetap menyulam bahkan ketika sudah berkeluarga keterampilan itu tetap beliau gunakan.

Paska Apa bangkrut kehidupan kami kata orang seperti "jatuah tapai" (tape jatuh). Layaknya seperti tape jatuh udah hampir hancur dan susah untuk diambil atau diangkat kembali. Tapi kami tetap berusaha walau mesti dimulai dari nol kembali. Seperti menjahit sulaman yang dilakukan oleh ama disela-sela kesibukannya sebagai ibu rumah tangga.

Menyulam sudah menjadi tradisi di daerah kami. Bahkan dulu konon katanya perempuan minang yang belum pandai menyulam tidak boleh menikah. Bersyukur ama sangat pandai menyulam. Sulaman beliau sangat rapi dan bagus. Oleh karena itu juragan kain sangat senang dengan hasil sulaman Ama. Yah walaupun pekerjaan dan upahnya tidak sebanding tapi ama mengaku senang dengan pekerjaan tersebut.

Meskipun sekarang menyulam bisa dilakukan dengan mesin, sulaman dengan tangan tetap jauh berbeda kualitasnya. Ama menyulam menggunakan pamedangan, yaitu berupa potongan kayu panjang yang dibuat persegi panjang untuk meregangkan kain. Ketika pamedangan itu terakhir kali digunakan, penampakannya sangat menyedihkan. Beberapa bagian kayu sudah patah dan untuk menyatukannya hanya diikat dengan kain. Di beberapa sisi juga nampak bekas paku-paku agar pamedangan tersebut tetap bisa berdiri tegak.

Untuk menyulam dengan pamedangan dilakukan dengan duduk melantai. Begitulah Ama menghabiskan waktu luangnya, duduk bahkan sampai kaki keram. Pundak yang lelah atau pinggang yang sakit sering jadi alasan untuk rehat sejenak. Saya yang sering membantu Ama menyulam juga sering merasakan yang sama apalagi Ama. Tapi Ama adalah tipe seorang ibu yang susah sekali disuruh berhenti bila mengerjakan sesuatu. Selalu ada kekuatan yang timbul dari fisiknya yang lelah dan kekuatan itu berasal dari Hati.

Diantara ke lima anak beliau saya lah yang paling sering membantu Ama menyulam. Banyak hal yang telah kami lalui dengan aktifitas menyulam. Namun semua itu jadi tidak semudah sebelumnya ketika Ama mengalami kecelakaan. Peristiwa itu terjadi ketika beliau akan berangkat menuju Malaysia menggunakan kapal. Sebelum berlayar Ama menempuh perjalanan darat sekitar 5 jam lebih menggunakan travel. Posisi beliau yang saat itu berada dikursi belakang mendapat hentakan keras ketika sang sopir travel tidak sengaja melewati jalanan berlubang parah. Akhirnya Ama terhentak, tulang punggungnya retak dan bengkok. Dan yang paling membuat saya sedih kami sekeluarga tidak diberitahu sama sekali sampai Ama kembali pulang dari Malaysia. :-(

Sejak peristiwa itu menyulam menjadi pekerjaan berat bagi Ama. Posisi bagaimana pun tetap saja membuatnya tidak menjadi semudah sebelumnya. Berkali-kali beliau menaruh sesuatu dipunggung untuk bisa bersandar tapi tetap saja itu tidak bisa menyembunyikan rasa sakit diwajah beliau. Ama tetaplah ama yang tidak pernah mengeluh walau rasa sakit sudah sampai ke ubun-ubun.

Semenjak kecelakaan itu kondisi hari demi hari kondisi ama semakin menurun. Ditambah penyakit jantung yang sudah hampir sepuluh tahun menggerogoti tubuh beliau mulai menampakkan taringnya. Apalagi dengan kondisi tulang belakang yang demikian semakin melemahkan beliau untuk melawan penyakit itu.

Ama yang semakin hari semakin kurus, namun semangat dan senyumnya tetap terpancar. Tidak ada keluh kesah, beliau tetap seperti biasa. Yang beda hanyalah fisik yang terus melemah namun jiwa beliau tetaplah seperti Ama yang dulu membimbing saya pergi sekolah. Tetaplah Ama yang menyuapi saya dari nasi dipiringnya. Tetaplah Ama yang bisa menjadi sahabat, kakak sekaligus orang tua yang baik buat saya.

###################

Magrib 3 Juli 2011 Ama akhirnya kembali pada Sang Pemilik kehidupan. Diusianya yang ke 53 bagi saya Ama masih tetap cantik begitu juga ketika beliau pergi. Seketika saya tersadar jauh hari sebelum kepergian beliau, ama membuatkan saya satu jilbab putih yang dihiasi oleh sulaman beliau sendiri. Sulaman yang waktu itu saya tidak sempat menbantu sama sekali. Yang ternyata adalah sulaman terakhir beliau.
Dok.pribadi
Dadaahhh maa...semoga kita bisa bertemu kembali. Semoga Ama saat ini sedang sibuk menyiapkan tempat di surga dan semoga itu untuk kami.. semoga bisa makan sampadeh dagiang ama lagi :-)

16 Des 2015

Perawatan Kulit yang Nyaman dan Aman Dengan Gizi Super Cream

Sejak hamil dan melahirkan saya mulai malas berurusan dengan perawatan wajah. Alasannya karena khawatir kalau-kalau produk yang saya pakai nantinya berpengaruh pada bayi. Akhirnya untuk sehari-sehari saya hanya akrab dengan bb cream plus bedak tabur bayi sebagai jurus andalan untuk tampil pede keluar rumah. Tapi lama kelamaan wajah malah kusam karena kurang istirahat dan pastinya juga kurang perawatan.Kadang-kadang pengen juga sih nyobain skin care yang bisa bikin kulit cerah tapi jadi was-was lihat pemberitaan cream-cream pencerah yang beredar saat ini.


Sewaktu iseng blogwalking saya ketemu ulasan mengenai Gizi Super Cream yang kemudian membawa ingatan saya beberapa tahun yang lalu. Nggak nyangka kalau ternyata Gizi Super Cream sampai sekarang masih eksis. Dulu waktu SD sering sekali lihat cream ini menghiasi meja rias ibu. Bedanya sekarang kemasanya udah makin keren dan formulanya makin komplit untuk memenuhi kebutuhan perempuan yang ingin tampil cantik alami. Yang lebih penting tentunya aman, perawatan yang sangat cocok untuk ibu hamil maupun ibu menyusui seperti saya. 

Makannya saya tidak perlu ragu ketika mencoba untuk menggunakan Gizi Super Cream ini untuk mencerahkan kulit wajah.
Gizi Super Cream membuktikan eksistensinya selama 40 tahun dengan menghadirkan produk kecantikan yang tidak hanya mencerahkan tapi juga sehat dan halal. Diracik dari 7 bahan herbal aktif yang dilengkapi dengan teknologi Nano menjadikan Gizi Super Cream sebagai skincare yang aman sekaligus nyaman untuk digunakan. 

Sebagian kita mungkin belum tahu bahwasanya banyak sekali bahan-bahan alami yang bisa digunakan sebagai perawatan wajah yang terbukti bisa mencerahkan kulit dan wajah seperti :
1. Rumput Laut
Berkhasiat untuk melembabkan kulit lebih lama, membantu meremajakan kulit.
2. Beras 
melindungi kulit dari sinar UV
3. Bligo
Mencegah timbulnya jerawat dan mengurangi peradangan akibat jerawat.
4. Kedelai
Mencegah penuaan dini 
5. Lidah Buaya
membantu melembabkan kulit lebih lama, menyejukkan kulit dan membantu mencerahkan kulit.
6. Jeruk Nipis
Mencegah penuaan dini.
7. Pepaya
Mengangkat sel kulit mati, meremajakan kulit, melembutkan serta mencerahkan kulit.

Dengan 7 bahan alami tersebut Gizi Super Cream memadukannya dalam kemasan yang praktis dan gampang sekali digunakan untuk perawatan kulit sehari-hari. Untuk perawatan kulit wajah agar terlihat cerah dan sehat ada beberapa rangkaian produk Gizi Super Cream yang bisa digunakan, antara lain

Daily Nutrition Cream

Cream ini diramu dari 7 bahan herbal aktif yang berfungsi sebagai Brigthening dan UV Protection. Teksturnya sangat lembut dan tidak begitu kental. Dengan teknologi nano, krim ini lebih cepat meresap ke dalam kulit sehinga lebih efektif dalam memberi nutrisi, membantu melembabkan lebih lama, menghaluskan serta mencerahkan kulit. Cream ini bisa digunakan sebagai Cream malam dengan cara mencuci wajah terlebih dahulu dengan Daily Natural Lightening Foam.

Ketika menggunakan cream ini wajah jadi setingkat lebih cerah. Tetapi tidak bikin berat diwajah juga tidak memancing minyak yang biasanya sering saya alami ketika menggunakan krim malam. Cepat meresap dan wanginya yang juga lembut. 

Daily Nutrition Cream Spf 18

Komposisinya hampir sama dengan Daily Nutrition Cream, hanya saja pada cream ini dilengkapi dengan UV Protection SPF 18. Sangat cocok dipakai sehari-hari apalagi ketika beraktifitas diluar ruangan.

Dari segi tekstur creamnya lebih kental. Lagi-lagi wanginya khas banget, bahkan ketika baru membuka kotak luarnya. Hanya saja cream ini agak berat diwajah saya yang agak berminyak. Untuk mengatasinya saya mencoba mengoleskannya tipis saja lalu ditepuk-tepuk dengan bedak tabur. Cara ini menurut saya cukup membantu apabila cream ini diaplikasikan pada tipe kulit wajah yang oily, karena memang selain perawatan cream ini juga bisa sebagai alas bedak.

Daily Natural Lightening

Diformulasikan dengan perpaduan Vitamin B3 dan B5 serta memiliki kandungan 5 bahan alami yang membantu membersihkan kotoran, sisa make up, mengangkat sel kulit mati secara alami, mengurangi minyak berlebih sekaligus menjaga kelembaban lebih lama sehingga kulit tidak kering (mild formula), menjadikan kulit lebih bersih, dan tampak cerah.

Teksturnya lembut dan tidak terlalu berbusa karena memang diformulasikan untuk membersihkan sisa make-up ringan, tanpa perlu menggunakan milk cleanser. Pembersih yang rekomended menurut saya. Setelah membersihkan muka dengan foam ini, wajah terasa lebih lembut, kenyal dan segar tentunya. 

Untuk bisa memiliki wajah cerah alami tentunya tidak bisa instan ya. Perlu ketelatenan dan kekonsistenan kita merawat kulit dengan bijak memilih kosmetik yang bukan hanya mengutamakan hasil yang serba instan, tetapi tetap menjamin kesehatan konsumen dan kehalalan produknya.

Nah menurut saya Gizi Super Cream sangat cocok buat kamu yang memang serius ingin merawat wajah agar lebih cerah, ayu alami dan juga sehat. Selamat mencoba  :-)

5 Nov 2015

Serba-Serbi Nama



Apalah arti sebuah nama?? Ketika mawar berganti nama dengan terasi ia akan tetap wangi. Kata om Shakespeare sih gitu, tapi ungkapan ini menurut saya kurang tepat ketika kita ingin melekatkan sebuah nama pada seseorang. Kebanyakan kita menganggap nama adalah sebuah harapan. Adalah doa yang diulang-ulang agar melekat pada pribadi si empunya. Karena itu juga para orangtua biasanya antusias sekali ketika mencari nama yang cocok untuk anaknya. Kalau sudah begitu nama menjadi sangat berarti bukan?

Sekarang pemberian nama-nama semakin variatif. Pelafalanya makin ribet dan makin panjang. Sebagian orang tua mungkin tidak mempermasalahkan hal itu yang penting maknanya bagus dan terlihat keren. Lupa kalau ntar ijab qabul calon mantunya bakalan susah nyebut nama anaknya. Atau jangan-jangan yang masih jomblo coba cek deh siapa tahhu nama kamu yang blibet itu salah satu alasan doi belum berani nikahin kamu Eaaa.

Beda banget ya sama zaman bahuela dulu. Nama yang diberikan rata-rata simpel dengan satu kata saja. Maknanya biasanya hanya mereka yang tahu, kebanyakan sih hasil dari paduan nama orang tua. Misalnya Bapaknya Tukimin, Ibunya Sarinem nah anaknya jadi Tukinem. Simpel dan sederhana. Gampang dieja, huruf mati dan huruf vokalnya pun akur bergantian. Beda banget kan ya nyebutin nama anak-anak sekarang yang bikin lidah goyang patah-patah. Mungkin karena perkembangan zaman juga kali ya yang  merubah paradigma seseorang tentang nama yang keren.

Sekarang nama-nama yang beredar kebanyakan diambil dari berbagai bahasa. Berdasarkan hasil blusukan saya ke ranah google bahasa yang paling banyak itu antara lain :

1. Bahasa Arab

Bahasa arab sepertinya memang paling dominan digunakan untuk nama bayi. Selain kesannya yang islami banget penggunaan nama dengan bahasa arab lebih enak didengar dan diucapkan. Tapi nggak semua juga sih, karena ada juga sebagian nama yang mesti dilafazkan dengan bunyi yang benar, kalau nggak ya artinya bisa beda. Bahasa arab kekurangannya emang sensitif, a dengan 'a aja artinya bisa jauh beda.

2. Bahasa Sansekerta


Nama dengan menggunakan bahasa sansekerta lumayan nyaman dilidah. Ejaannya yang hampir mirip dengan bahasa indonesia membuat bahasa ini juga banyak digunakan untuk nama anak. Unik tapi gak ribet. Buat yang mau punya baby coba deh googling nama dari bahasa sansekerta dijamin pasti banyak yang naksir.

Sumber Gambar : https://m.facebook.com/100008929718959/albums/1453309148310062/

3. Bahasa Yunani

Nama dari bahasa Yunani ini termasuk juga yang paling banyak diincar. Keren dan terkesan elit. Biasanya anak-anak artis banyak nih yang pakai bahasa ini. Tidak masalah asalkan jangan lupa dicocokin sama muka hehe.. *becanda

Ketika menanti kelahiran anak pertama saya juga cukup excited nyari-nyari nama bayi. Pengennya ngasih nama yang belum banyak dipakai, punya makna yang bagus tapi nggak susah dieja. Saya memulai perburuan dari googling sana sini sampai ngintip nama-nama bayi yang biasanya terpampang di papan rumah sakit.  Banyak pilihan yang pada akhirnya malah bingung sendiri. Rata-rata yang saya temui udah banyak digunakan oleh anak-anak teman ataupun anak-anak tetangga.

Saya paling tidak suka ketika ada usulan nama dari saudara, tapi nama yang dikasih sudah dipakai sama anak orang. Apalagi anak orang tersebut nakal dan jorok. Padahal kalau dari segi makna bagus banget sih. Tapi ya itu tadi sayang banget, mungkin itu yang namanya mencoreng nama baik kali ya wkwkw. Nah dari sana juga mungkin ada istilah keberatan nama, sampai-sampai ada yang potong kambing beberapa kali buat ganti nama. Mitosnya karena si bayi nggak sanggup memikul nama yang disematkan padanya sehingga si bayi jadi sakit-sakitan. Benar atau tidak menurut saya nama itu mengandung harapan dari orang tua kita. Yah walaupun tidak akan berlaku sempurna paling tidak kita tidak malu-maluin.

Seperti dulu saya punya teman yang nama nya syarif yang kalau diartikan namanya berarti mulia. Nah Syarif ini anaknya nakaaall banget, suka berkelahi, dan juga jorok. Jadi kalau ada yang nawarin nama syarif untuk anak saya, kebayangnya malah si Syarif yang nakal itu. Hadeww padahal syarif itu kan nama yang cukup bagus, hanya saja karena udah dipakai sama orang yang tidak bertanggung jawab jadi merusak makna nama itu sendiri deh.

Setelah nyari sana-sini akhirnya saya melekatkan nama Ghifar Althaf Maulana pada anak saya. Awalnya saya tertarik dengan nama Al-Ghifari tapi karena udah kebanyakan akhirnya saya potong saja jadi Ghifar yang artinya pemaaf/pengampun. Sedangkan Althaf artinya lemah-lembut dan Maulana yang artinya pemimpin saya ambil dari nama belakang misua. 

Senangnya kalau googling belum banyak yang namanya Ghifar tapi sedihnya ketika ditanya nama anak saya siapa masih banyak yang salah nyebutnya. Ada yang nyebut Gifan, Ifan, Gipar hadeww perasaan itu nama nggak sulit-sulit amat deh. Dengan nama tersebut saya memang berharap nanti Ghifar jadi anak yang berakhlak baik, sholeh, pemaaf dan juga lemah lembut tutur katanya. Namun semua itu tentunya juga PR buat saya untuk membimbing Ghifar agar nama yang telah saya berikan tidak sekedar nama saja. Tapi memang sesuai dengan tingkah lakunya. Aamiin.

http://armitafibri.com/2015/10/15/giveaway-nama-yang-paling-berkesan/

29 Okt 2015

[Review] Senyum Sang Bidadari

Kumpulan Cerpen Religi Romantis
Judul: Senyum Sang Bidadari
Penulis: Nurie Amaya, Anggarani Ahliah Citra, Maya Madu, dkk.
Dimensi: 13x19cm;vi+111 halaman
Terbitan: LovRinz Publishing: Juni 2015
ISBN: 978-602-0849-10-2
Penyunting; Nurie Amaya, Anggarani Ahliah Citra
Penata letak: Anggarani Ahliah Citra

"Begitulah Al-Quran. Selama Al-Quran ada dalam jiwamu, kau akan terus mendapatkan manfaatnya. Menghafal Al-Qur'an tidak akan pernah sia-sia. Kecuali, bila kau meninggalkannya".
Salwa kecewa karena tidak sanggup menuntaskan hafalan Al-Quranya ketika mengikuti tes disebuah pesantren. Usaha kerasnya selama 10 tahun tidak membuahkan hasil. Padahal ia sudah berjuang mati-matian untuk merekam ayat demi ayat itu didalam memorinya. Setiap saat disela-sela kewajibannya sebagai istri dan ibu, Salwa terus mengulang hafalannya. Ketika memasak, menyuci, menyusui, menjaga anak-anak, dikeheningan malam, di perjalanan, bahkan kadang ia lantunkan dalam hati kala tubuh sudah ambruk diatas ranjang. Kapan pun, jika ada kesempatan, ia manfaatkan untuk menghafal dan mengulang.

Namun hafalan tersebut mulai buyar. Salwa tidak lagi bisa berkonsentrasi lantaran Sami, suaminya menyampaikan maksud ingin menikah lagi. Hatinya hancur meninggalkan kepingan luka. Salwa hanya bisa menahan kepedihan sampai penyakit kanker darah yang ia derita selama ini kembali menganggunya. 

"Kepingan-Kepingan Luka" merupakan salah satu dari 12 cerpen yang saya sukai dalam buku ini. Kisah yang menyentuh sekaligus penuh hikmah. Berkisah tentang perasaan seorang wanita yang dipoligami dengan segala kesabarannya mencoba untuk bertahan. Namun hati kecilnya tidak bisa membohongi ketika ia ternyata tidak bisa menuntaskan hafalannya, lantaran segala luka itu mengalihkan pikirannya. 

Ada beberapa kisah di Kumpulan Cerpen ini yang memang bercerita tentang Poligami. Namun tetap nyaman untuk dinikmati. Seperti cerita "Diantara Dua Hati", yang mencoba memaparkan poligami dari sisi yang lain. Dikisah ini menceritakan bagaimana keikhlasan seorang istri serta kemantapan seorang suami untuk mencoba bersikap adil kepada kedua istrinya. Membaca cerita ini membawa saya kedalam nuansa romantis tapi miris hehe. Tidak terbayang bagaimana tegarnya hati kedua perempuan yang mau berbagi suami. 

Disamping itu buku ini juga menceritakan tentang perjuangan cinta dan perjuangan iman. Kisahnya disajikan secara bersahaja, namun tetap mengedepankan kekuatan seorang perempuan dalam menghadapi segala permasalahan hidup. Sebagaimana seorang bidadari yang terus mencoba tersenyum dibalik segala kegundahan hati dan mencoba tetap tegar dengan berpegang pada iman didalam jiwa. 

Hanya saja dibuku ini ada beberapa cerita yang menurut saya alurnya mudah ditebak dengan pembawaan cerita yang biasa-biasa saja. Namun demikian tidak mengurangi kualitas buku ini secara keseluruhan. Dengan tema religi romantis, buku ini bisa dibaca oleh remaja maupun dewasa. Bahasanya yang ringan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menuntaskannya.

Dari segi cover buku ini didominasi dengan warna biru. Tampilan yang sejuk dilengkapi dengan wajah seorang perempuan yang memakai cadar dan penutup kepala berwarna putih. Seolah-olah mengisyaratkan misteri hati seorang perempuan yang kadang sulit ditebak. Seperti seseorang bidadari yang terus mencoba tersenyum walau kadang hatinya menangis. 


bros cantiknya dari elavdin-art :-)

20 Okt 2015

Masa Kecil Awal Semuanya

Masa kecil pastinya selalu menjadi hal yang menarik untuk dikenang. Bagi saya masa kecil selain untuk diingat-ingat bisa juga menjadi pembuktian kalau saya dulu pernah menjadi perempuan yang imut dan menggemaskan. Apalagi kalau udah jadi emak-emak gini, setidaknya ketika melihat foto masa kecil saya sedikit terhibur. Anggap saja saya lagi pura-pura jadi tua hehe.

Dunia anak-anak memang sangat sederhana namun begitu menyenangkan. Masalah paling berat palingan cuma kalau kehilangan boneka kesayangan. Yang pasti nggak pernah pusing mikirin tagihan bulanan donk ya. Makanya ada istilah "masa kecil kurang bahagia". Karena masa kecil adalah masa kita untuk mengumpulkan kebahagiaan sebanyak-banyaknya. Sebelum kedewasaan datang untuk membuatnya mulai menjadi sesuatu yang rumit. Apaseehh :D

Alhamdulillah saya cukup bahagia dengan masa kecil yang pernah saya lewati. Sama seperti anak-anak lainnya saya punya barang-barang kesayangan yang sering menjadi teman bermain. Salah satunya itu tuh boneka yang kalau dibuka empengnya bisa mengeluarkan tangisan. Saking sayangnya boneka ini saya bawa kemana-mana, sering diajak bicara tapi sayang nggak pernah nyahut.

Dulu gendong boneka, sekarang gendong anak sendiri :-)

Hal yang paling berkesan adalah ketika saya mulai memasuki sekolah taman kanak-kanak. Mulai punya banyak teman dan setiap hari bisa bermain sambil belajar bersama-sama. Kalau soal penampilan saya paling juara. Tampil sebagai anak murid paling kalem, rapi dan manis. Semua itu berkat ketelatenan mama juga yang perhatian sekali soal kerapian anaknya.


Disekolah saya cuma berani main ayunan dan kadang-kadang main jungkitan. Bagi saya itu permainan yang paling aman dan masih bisa mempertahankan kemanisan saya waktu itu. Beda dengan seluncuran yang harus rebutan dengan teman-teman yang lainnya, apalagi saya kan pake rok. Hmmm kok bisa ya anak kecil mikir kayak gitu :D

Karena berambut panjang, saya selalu terpilih untuk memakai pakaian adat bali ketika pawai 17an ataupun karnaval acara tertentu. Soal pakaian bali saya punya cerita yang tidak bisa dilupakan. Dulu ketika pawai atau pun ada acara karnaval kami anak TK selalu didandani dengan pakaian-pakaian adat dan kostum cita-cita. Ah apalah namanya itu, itu tuh kostum buk bidan, pak polisi, tentara, pokoknya semua yang pernah kami sebutkan sebagai cita-cita. Kebetulan karena saya langganan pakaian adat mestinya sepasang dong ya. Awalnya sih nggak ngeh kalau bakal ada acara pasang-pasangan gitu. Tapi ketika udah masuk barisan, ternyata saya ditempatkan disebelah murid laki-laki yang juga berpakaian bali.

Saya termasuk murid yang kurang suka temanan sama laki-laki. Kebanyakan dari mereka nakal dan suka jahil. Cuma teman yang dipasangkan dengan saya lain lagi, super cuek dan agak sombong. Jadinya sepanjang arak-arakan kami sama sekali tidak saling bicara. Malahan tau-tau barisan sudah kacau balau dan kami tidak berjalan beriringan lagi.

Saya sama sekali tidak paham mengapa dulu kami tidak berteman atau sekedar sapa atau apaa gitu yaa. Toh anak-anak mana paham "bukan muhrim", tapi kenyataannya memang begitu.


Singkat cerita setelah dewasa saya baru paham kalau teman laki-laki yang dipasangkan dengan saya waktu TK itu memang tipikal cowok pendiam. Dan saya juga baru paham kalau ternyata peristiwa pasang-pasangan waktu itu adalah sinyal-sinyal kecil yang diberikan oleh Tuhan bahwasanya ternyata laki-laki itu adalah jodoh saya. :D hehe


16 Okt 2015

Berproses Menuju Kebaikan dengan Berhijab

"Kamu itu berjilbab tapi kelakuan kayak preman"

Kata-kata salah guru SMP saya waktu itu masih membekas dalam ingatan. Meski dulu saya termasuk dalam minoritas siswi yang berjilbab, tingkah laku saya sering kali bertabrakan dengan penampilan yang sholehah. Waktu itu saya memang belum paham bagaimana makna hijab yang sesungguhnya. Berhijab bagi saya hanya melaksanakan apa yang sudah menjadi kebiasaan dalam keluarga. Selain juga untuk tampil beda dari teman-teman yang lain.

Sejak saat itu perjalanan panjang saya sebagai seseorang yang berhijab pun dimulai. Tingkah laku dan akhlak menjadi ujian yang cukup berat. Sungguh sulit mengimbangi penampilan dengan darah muda yang sedang bergelora. Saya lebih banyak mengandalkan jurus masa bodo, tidak terlalu mau memikirkan. Yang pentingkan berhijab, itu saja. Urusan sikap selagi masih bisa disembunyikan, aman kok. Hijab akhirnya berubah fungsi menjadi topeng saja.

Siapa sih yang lama-lama enak makai topeng?? Gerah pastinya kan?? Sampai akhirnya saya pun merasa lelah menjalani hidup tanpa tujuan. Sama sekali tidak ada enaknya mengaku muslimah tapi jauh sekali dengan agama. Mengaku islam tapi ketika ditanya tentang islam malah planga plongo. Bahkan saya kadang bertanya-tanya mengapa ada orang-orang yang begitu mudah menangis ketika mendengarkan Al-Qur'an, dan berkata rindu pada Rasulullah yang belum pernah dijumpainya. Menjadi pertanyaan besar mengapa saya biasa saja padahal saya mengaku islam dan berpenampilan secara islami?

Yakin dan percaya Allah itu memang Maha Baik. Ketika saya mulai berjalan menuju padaNya, ah bukan bahkan baru mau berjalan ingin mencariNya, Allah dengan Kasih SayangNya berlari mendekati. Begitu banyak kemudahan, hati saya digerakkan untuk bisa memahami segala ketentuannya. Saya kembali belajar dan kembali  mencoba memperbaiki diri. Disaat itu pula saya tetapkan untuk mulai menggunakan hijab lebar yang dulu kuno dan culun sekali menurut saya.

Apa segampang itu? Tentu tidak. Begitu banyak rintangan dalam proses hijrah yang saya jalani. Penampilan saya sering jadi bahan ledekan, di panggilan bu ustad, bu muslimah, sampai dibilang ikut aliran. Down? Ya, iyalah sampai sempat curhat disini. Tapi semua itu malah memancing saya untuk berfikir lagi, mengapa penampilan syar'i itu dianggap suatu keanehan, tapi ketika ada yang berpakain serba ketat malah biasa saja, malah dibilang cantik dan seksi? Akhirnya mesti sabar-sabarin diri, mesti perbaiki niat terus kalau semuanya itu cuma untuk Allah saja. Kalau buat agar diterima orang memang akan sangat terasa berat untuk menjalaninya.

Sewaktu itu hijab syar'i memang belum se ngetrend sekarang. Jadinya banyak sekali pertanyaan mengapa jilbab saya terlalu panjang?, padahal menurut saya perubahan yang saya lakukan belumlah seberapa. Alasan yang membuat saya memilih hijab syar'i diantaranya : 

1. Membantu proses perbaikan diri.

Ibaratnya sebagai alarm yang selalu mengingatkan saya dalam berperilaku sebagaimana seorang muslimah semestinya. Mengontrol tingkah laku. Terkadang dengan penampilan seperti itu otomatis akan menyaring hal-hal negatif. Lawan jenis pun bisa ragu-ragu kalau ngajak salaman. Bagus donk ya ga perlu dikasih tahu lagi.

2. Anti Repot

Kalau hijabnya panjang bisa sekalian dibawa sholat. Nggak perlu lagi kan repot-repot bawa mukena. Bergerak pun lebih leluasa, tanpa khawatir jeplak dimana-mana.

3. Nyaman di hati.

Dari sekian alasan, ini nih yang paling penting. Meskipun dibilang kelihatan tua, dibilang nggak gaul, mau diapain lagi kalau kita sendirinya udah nyaman banget dengan penampilan yang seperti itu.

Seperti yang pernah diucapkan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam : "Kebaikan itu adalah yang jiwa merasa tenang dan hati merasa tentram kepadanya. Sementara dosa adalah yang jiwa meresa tidak tenang dan hati merasa tidak tentram kepadanya, walaupun orang-orang mememberimu fatwa (menjadikan untukmu keringanan).” (HR Ahmad no. 17894, dishahihkan al Albani dalam Shahîh al Jâmi no: 2881

dok.pribadi
Bagi saya berhijab itu ibarat garis start sebuah proses menuju kebaikan. Kalau udah berhijab berarti kita udah siap diproses menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Bagaimanapun pemahaman kita pada awalnya, dan bagaimanapun gaya hijab kita semuanya butuh proses. Dan kita mesti siap didalam proses itu akan selalu ada ujian yang menyertai untuk mengokohkan ke istiqomahan kita. Tinggal pilih saja apakah akan terus melanjutkan apa yang telah kita mulai, atau mundur dan kembali kebelakang.

Semoga saja hati kita selalu diberi kemudahan dalam memahami setiap perintahNya, kemudahan dalam menjalankannya, dan kemudahan dalam istiqomah dijalanNya. Amiin ya Rabb.

Tulisan ini sekalian untuk memeriahkan perhelatannya mbak Ruri, #HijabNyamanDihati

13 Okt 2015

Saypul (Sayang Pulsa)

"Pul, kamu tahu nggak, semenjak kita kenal aku merasa ada sesuatu didalam diri kamu yang membuat aku selalu ingin dekat-dekat kamu. Aku takut kehilangan kamu Pul. Aku takut kamu perlahan menjauh dari aku. Aku nggak bisa bayangin gimana hidup aku kalau nggak ada kamu. Pul....!!"----> Ngomong sama Saypul Jamil Pulsa.

Adegan diatas pastinya bukan cerita telenovela atau sinetron yang ujung-ujungnya amnesia pemirsah. Hanya sebuah dramatisasi (duh bahasanya) betapa sayangnya saya dulu sama si Pul, alias Pulsa. 
"Jadi sekarang nggak sayang?Oh kamu gitu?" 
"Eghkk...sekarang masih sayang kok, malah makin sayang heheh. Soalnya kamu sekarang makin banyak bantu hidup aku, buat nelfon, internetan dan juga listrik. Sekarang kamu makin hebat ya Pul. Nggak salah kalau aku milih kamu selama ini. Eh."

Ketika mulai bersentuhan dengan telepon genggam, saat itu pulalah saya mengenal Pulsa. Hampir setiap kegiatan saya yang berurusan dengan yang namanya handphone pasti mesti ada pulsa disana. Waktu itu saya memang sangat pelit kalau menggunakan pulsa, atau istilah kami waktu itu "Saypul" alias sayang pulsa. Banyak hal yang menyebabkan saya jadi overprotectif sama Si Pulsa, diantaranya :
1. Mesti beli dikonter/outlet yang waktu itu belum seberapa.
2. Nominalnya masih belum ada yang kecil. 
3. Harga per sms yang sama dengan harga 5 bakwan. Begitu juga dengan tarif telepon yang cukup mahal. 

Rata-rata banyak juga sih yang terjangkit virus "Saypul" waktu itu. Saking sayangnya sama pulsa saya dan teman-teman menggunakan handphone kebanyakan hanya untuk sekedar misscall. Itupun mesti waspada kalau-kalau teleponya udah diangkat duluan. Bahkan malam-malam kami sering dihiasi berbalas misscall. Seperti menyampaikan maksud bak sandi morse yang mesti dipahami dari nada tut yang masuk.

Jadinya perbincangan yang paling ramai disekolah pun tidak jauh-jauh dari misscall. "Eh tadi malam aku misscall kamu masuk nggak?" "Tadi malam aku misscall kamu lagi ngapain?" "Nanti malam aku misscall jangan angkat ya". Yah begitulah penyakit "Saypul" menteror kami ketika masih pertama kenalan sama yang namanya pulsa. Kesulitan dalam memiliki yang membuat kami waktu itu benar-benar menahan pulsa keluar kecuali memang untuk darurat atau keadaan penting saja.

Nah kalau sekarang jangan ditanya gimana sayangnya sama pulsa. Saking sayangnya setiap habis pasti langsung ngacir beli lagi. Nggak bisa lama-lama deh jauhan sama pulsa. Untungnya sekarang ada konter berjalan yang jualan pulsa elektrik. Apalagi sekarang sudah ada pulsa murah, nominalnya sudah ada yang gocengan plus banyak bonus. Jadi "Saypul"nya bukan lagi karena pelit menggunakannya tapi karena memang sekarang pulsa mulai banyak kegunaannya.

Bagaimana tidak, banyak hal yang telah terbantu gara-gara Si Pulsa. Mempermudah dalam berkomunikasi sudah pasti tentunya. Semenjak pembayaran listrik saya berubah jadi token pun belinya pakai pulsa. Yang paling bikin saya nggak bisa jauh-jauh dari pulsa apalagi kalau bukan untuk kuota internet. Berkat adanya pulsa juga tulisan ini akhirnya bisa diposting. Gimana nggak sayang coba?

Karena meningkatnya kebutuhan akan pulsa saat sekarang ini, Bisnis Pulsa menjadi semakin diminati. Modalnya kecil, transaksinya juga gampang. Cuma berbekal handphone dan deposit saja kita sudah bisa menjalankan bisnis yang benar-benar nyantai ini. Soal deposit juga terserah nominalnya mau berapa. Kalau kamu nggak percaya jualan pulsa bisa segampang itu, pasti belum kenal sama yang namanya Pojok Pulsa. Ya khan?

Pojok Pulsa merupakan server pulsa elektrik Jakarta yang sudah berpengalaman selama 6 tahun melayani pelanggan diseluruh indonesia untuk menangani berbagai transaksi Voucher Elektrik maupun Voucher fisik sampai saat ini.


Sebagai server pulsa murah Jakarta, Pojok pulsa banyak sekali menyediakan fitur dan sarana isi ulang yang berbeda dengan server lainnya. Lebih mudah, hemat dan pastinya lebih terpercaya. Banyak sekali alasan yang menjadikan Pojok Pulsa sebagai the choosen one kamu yang ingin memulai berbisnis pulsa, diantaranya :

1. Deposit Bebas.
Di Pojok Pulsa nggak ada namanya batas minimal ataupun batas maksimal deposit yang harus dipenuhi. Berapa aja kamu bisa dan kamu mau, hayookk. Pendaftarannya pun gratis lho.

2. Transaksi Mudah
Selain menggunakan pulsa kamu juga bisa transaksi lewat Facebook, Whatsapp, GTalk dan juga YM. Tidak perlu khawatir lagi kan kalau mau transaksi tahu-tahu pulsa lagi sekarat? Cukup andalkan kuota internet atau ngacir ke wifi terdekat :D

3. Sms Report to End User.
Pojok pulsa juga memberikan promosi gratis buat Konter/Outlet kamu. Setiap pembelian pulsa, Pojok Pulsa akan mengirimkan nama Outlet / Konter kamu ke konsumen. Lumayankan bisa tambah terkenal, siapa tahu bisnisnya makin lancar.

Tidak itu saja Pojok Pulsa juga melayani transaksi 24 jam, komplain yang cepat dan ramah, banjir undian dan bonus, serta kemudahan-kemudahan lain yang bikin kamu makin sayang sama Pulsa.

Sudah tahukan bagaimana entengnya jualan pulsa bersama Pojok Pulsa. Bisnis ini memang cocok banget buat kamu yang sayang sama pulsa. Kebutuhan pulsa murah terpenuhi, bisnis pun bisa sekalian dijalani. Tunggu apalagi, yang sayang pulsa, sayang pulsa..mari bergabung bersama Pojok Pulsa.

Bersama Pojok Pulsa jualan pulsa tidak pernah semudah ini. 



11 Okt 2015

Belajar "Believe" Sama Panda

"The secret to be special is you have to believe you're special"

Untuk menjadi spesial kita sebenarnya tidak perlu memiliki segalanya apalagi menjadi orang lain. Kita cukup menjadi diri sendiri dan percaya bahwasanya setiap orang punya keunikan tersendiri yang membuatnya spesial. Meskipun terkadang kita merasa tidak mempunyai sesuatu yang bisa dibanggakan, minder atau kurang percaya diri, kita harus yakin setiap manusia pasti memiliki kelebihan yang akan membuatnya spesial.

Sama seperti halnya Po, si Panda gendut yang kaget ketika secara tidak sengaja di nobatkan oleh Master Oogway menjadi seorang Pendekar Naga. Po yang merupakan anak pedagang mie memang sangat menyukai Kung Fu, tapi Po tidak pernah bermimpi menjadi seorang pendekar Kung Fu apalagi menjadi Pendekar Naga. Tentu saja Po merasa itu semua hanya lelucon. Sangat mustahil bagi Po untuk menjadi Pendekar Naga apalagi nantinya akan bertarung melawan Tai Lung, mantan murid Master Oogway yang jahat.


Hal itu pun diaminkan oleh Master Shifu, pelatih Po. Ia merasa melatih Po hanya kesia-siaan saja. Po sangat kikuk, apalagi dengan tubuhnya yang gendut sangat susah melatih Po untuk melakukan gerakan-gerakan Kung Fu. Master Shifu merasa tidak ada yang bisa dibanggakan dari Po yang membuatnya pantas menjadi Pendekar Naga. Tapi Master Oogway mengatakan "You have to believe, just believe". Hanya kepercayaan yang membuat semua yang tidak mungkin menjadi mungkin. Hal itu juga yang ingin disampaikan Master Oogway pada Master Shifu untuk tetap bersabar melatih Po dengan bekal kepercayaan bahwasanya Po bisa menjadi Pendekar Naga sebagaimana yang diharapkannya.

Sepeninggalan Master Oogway, Master Shifu terus berusaha melatih Po. Sampai akhirnya ia memberitahukan Po tentang Gulungan Kitab yang katanya hanya bisa dibuka oleh Pendekar Naga. Menurut Master Shifu Kitab tersebut juga akan menjadi sumber kekuatan Po nantinya untuk mengalahkan Tai Lung yang juga ingin merebut Gulungan Kitab itu. Tapi setelah Po membukanya Po tidak menemukan apa-apa. Hanya menemukan pantulan wajahnya yang membuat Po bersedih dan merasa bukan dialah Pendekar Naga yang sesungguhnya.

Ketika pulang kerumah Po menemukan warung mie ayahnya begitu ramai oleh pengunjung. Ayah Po selalu bilang kalau dia punya resep rahasia untuk mie nya. Namun saat itu tiba-tiba Ayahnya berkata kalau selama ini sebenarnya tidak ada resep istimewa dari mie yang dijual olehnya. "There is no secret ingredients, The secret is in you", kata Ayah Po untuk meyakinkan Po bahwa tidak ada resep rahasia pada mie ayahnya. Po awalnya tidak percaya bagaimana bisa warung mie ayahnya yang selalu ramai ternyata tidak punya resep spesial. "The secret to be special is you have to believe you're special", Ayah Po menjelaskan bahwasanya kita hanya perlu percaya sesuatu itu spesial untuk membuatnya spesial. Wejangan dari Ayahnya inilah yang membuat Po tersadar bahwasanya ia mampu menjadi Pendekar Naga.

Semangat Po akhirnya timbul, dengan berbekal kepercayaan pada dirinya, Po bisa menjadi Pendekar Naga yang hebat. Badannya yang gendut, tingkahnya lucu dan terkadang kikuk tidak lagi menjadi penghalang Po untuk melakukan gerakan Kung Fu dan mengalahkan Tai Lung. Ditambah lagi dengan kerendahan hati yang ada dalam diri Po membuat Master Shifu semakin yakin, bahwa ternyata Po memang sangat pantas menjadi Pendekar Naga.

Film Kung Fu panda ini merupakan film yang cukup berkesan bagi saya. Film yang banyak memberikan pemahaman tentang kehidupan namun dikemas dengan lucu dan menarik. Tingkah laku Po juga sangat mengemaskan membuat saya tidak pernah bosan walaupun menontonnya berkali-kali.

Dalam hidup kita memang harus selalu optimis kalau ingin berhasiil. Kepercayaan dan keyakinan yang ada dalam diri akan memberikan energi positif sehingga mendorong kita untuk bisa melakukan sesuatu walaupun pada awalnya kita merasa tidak sanggup ataupun merasa tidak pantas.


9 Okt 2015

Internet Cepat, Ibu Makin Smart Lets #GoForIt

 
Masih segar dalam ingatan betapa bingungnya saya dulu sewaktu bulan-bulan pertama menyandang status sebagai seorang ibu. Menangani bayi yang baru lahir tentunya tidak mudah bagi seorang ibu baru. Banyak hal yang tidak saya pahami yang terkadang malah bikin panik duluan. Suami pun tidak jauh beda dengan saya, maklum selain masih awam kami waktu itu masih merantau dan jauh dari rumah. Bertanya pada kerabat sedikit banyak memang bisa membantu, tapi kebingungan kami terkadang juga bertambah bila mesti dicekoki dengan mitos-mitos yang kurang masuk akal. Akhirnya saat itu kami lebih banyak mencari informasi seputar perawatan bayi dan hal yang berkaitan lainnya lewat internet. 

Setiap kali ada hal yang ingin saya cari tahu biasanya saya langsung googling lewat ponsel smartfren yang sudah setahun ini menemani saya. Banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan dari internet salah satunya soal ASI yang benar-benar saya perjuangkan untuk si kecil. Pengetahuan yang minim tentang ASI sempat membuat saya hampir menyerah, namun berkat ilmu dari internet yang kemudian saya terapkan akhirnya saya bisa memberikan ASI pada anak saya. Disamping itu dengan bergabung dengan komunitas ibu-ibu menyusui di sosial media mampu memberikan energi positif pada saya untuk tetap semangat memberikan ASI sekaligus menjadi wadah untuk saling berbagi informasi. 

Menjadi ibu tidak serta merta harus membuat kita berhenti belajar, justru seorang ibu harus pintar agar bisa membesarkan anak-anaknya menjadi anak yang sehat dan berkembang dengan baik. Internet saat ini memang media paling praktis sebagai penyedia informasi. Cakupan yang luas serta aksesnya yang mudah menjadikan internet sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. Hanya saja sinyal yang kurang bagus serta koneksi yang lambat sering menganggu kenyamanan dalam menggunakannya, sehingga membuat sebagian orang jadi malas berhubungan dengan internet.

smartkomik by izzawa
Seperti saya misalnya yang lebih leluasa browsing ketika si kecil tidur. Namun ketika mesti sering berurusan dengan lingkaran loading yang bikin ngantuk akhirnya hanya akan membuang waktu saja. Boro-boro dapat informasi, loading selesai si kecil sudah bangun kembali. Aih loading lambat alias "lola" memang bikin greget kalau lagi butuh cepat. Apalagi kalau berurusan dengan youtube, koneksi yang stabil mesti jadi syarat wajib agar bisa menonton dengan sukses. Pastinya tidak mau kan masakannya gosong gara-gara masak sambil nyontek resep yang sering buffering di youtube?

Mempunyai koneksi internet cepat dan stabil serta terjangkau dimana saja memang sudah menjadi kebutuhan di zaman digital seperti saat ini.  Karena kebutuhan itu pula kini smartfren hadir dengan teknologi 4G LTE Advance  yang pastinya akan semakin memanjakan para pengguna internet untuk semakin nyaman dalam berselancar didunia maya. 

Apa itu Teknologi  4G LTE?

4G LTE adalah generasi ke-empat dari teknologi komunikasi mobile-internet yang hadir dengan penyempurnaan dari generasi sebelumnya. Ketika pertama kali 1G diluncurkan kita hanya bisa menggunakan ponsel hanya sebatas untuk telephone saja. Namun dengan kecanggihan teknologi peggunaan telephone genggam terus ditingkatkan, sampai akhirnya kita bisa menikmati berbagai kemudahan dalam genggaman. Nah dengan hadirnya 4G LTE ini akan lebih banyak lagi kelebihan yang kita dapatkan, jaringannya lebih luas yang tersebar diseluruh indonesia, cepat, dan juga lebih stabil.

Apa itu Smartfren 4G LTE Advanced?

Smartfren merupakan operator selular 4G LTE Advanced yang memungkinkan pelanggan dapat menikmati layanan 4G LTE lebih optimal dengan cakupan wilayah yang luas dan kapasitas bandwidth yang disediakan jauh lebih besar dibandingkan operator lain, menjadikan layanan Smartfren 4G LTE Advanced lebih cepat dan lebih stabil. Kerennya lagi Smartfren menjadi operator seluler pertama di Indonesia yang menggunakan layanan telekomunikasi seluler berbasis 4G LTE Advanced ini.

Bagaimana Menggunakan Smartfren 4G LTE ?

Menikmati Smartfren 4G LTE Advanced, kita harus menggunakan USIM Smartfren 4G LTE dan berada dalam wilayah jaringan serta menggunakan perangkat yang mendukung teknologi Smartfren 4G LTE Advanced.
Tenang saja Smartfren menyediakan ponsel yang mendukung teknologi 4G LTE dengan harga relatif murah dan terjangkau kok. Selain itu spesifikasinya pun berkelas dijamin mampu memenuhi kebutuhan penggunanya.

Kenapa Harus Menggunakan Teknologi 4G LTE?

Dengan Smartren 4G Lte Advanced, kita akan selalu terkoneksi di jaringan Luas, Cepat & Stabil kapanpun dan dimanapun sehingga kita dapat meraih berbagai kesempatan luar biasa yang tanpa batas.

Sebagai pelanggan smartfren banyak sekali manfaat yang saya rasakan selama ini. Harganya relatif murah dengan kuota yang cukup besar. Selain ituApalagi dengan teknologi 4G LTE ini akan semakin memudahkan saya sebagai seorang ibu dalam memenuhi kebutuhan akan informasi-informasi yang saya dapat lewat internet. 

Dengan koneksinya yang cepat dan stabil akan membuat waktu saya untuk browsing jadi lebih efektif. Tidak ada lagi drama ngantuk sewaktu menuggu loading yang membosankan. Tidak akan kejadian lagi masakan gosong gara-gara praktek masak sambil nonton demonya di youtube. Sebagai seorang ibu internet cepat sangat membantu saya mendapatkan informasi dengan nyaman, bebas dan tanpa hambatan. Lets #GoForIT!


1 Okt 2015

Totalitas dalam nge-Blog


Pada awalnya blog bagi saya tak lebih dari sebuah wadah untuk keren-kerenan dengan tulisan curhatan yang minim makna. Menganggurkan blog berhari-hari bagi saya hal yang biasa saja, toh tidak ada yang mewajibkan saya harus posting setiap hari. Tidak ada yang dituju, pun juga tidak ada maksud ingin menjadi sesuatu. Apalagi pengen jadi artis dadakan karena blog.

Bagi saya dulu blog hanya soal menulis, titik. Tidak pernah ikut komunitas apalagi ikut perhelatan giveaway. Saya pun akhirnya menjadi blogger yang cupu dan kuper. Saya seperti jalan ditempat sementara teman-teman yang lain sudah mendulang emas dari blognya. Kualitas tulisan saya pun semakin menurun, kaku dan membosankan. Akhirnya saya pun kena seleksi alam, 7 tahun mengenal blog tidak berarti sama sekali.

Melihat kesuksesan teman-teman blogger lainnya yang masih konsisten membuat saya akhirnya sadar dan bertobat untuk lebih serius menjadi blogger. Sebagai awal kebangkitan dari kubur saya pun membuat blog lagi dengan embel-embel [dot] com. Ceritanya biar lebih semangat belajar gitu. Saya mulai ikut beberapa komunitas dan mencoba aktif didalamnya. Saya mulai rajin mengikuti lomba dan giveaway yang diadakan oleh blogger lainnya. Walaupun tidak pernah menang saya tetap terus ikut lomba untuk hadiah mengetahui sejauh mana kualitas tulisan saya. Bagi saya 10 kali kalah adalah 10 kali pembelajaran. Tapi juga nggak mau kalah terus hiks.

Berdirinya blog ini saya canangkan sebagai momentum bangkitnya saya dari dunia blogger (Ya Allah bahasanya). Mulai darinya yang cuek sekarang malah rajin, sampai-sampai postingan isinya lomba semua. Itu pengen belajar apa ngarep hadiah yak? Saya pun mulai belajar menata tulisan yang lebih bermanfaat bagi pembaca. Mulai belajar bagaimana menyampaikan sesuatu yang ringan namun sarat makna. Tidak tanggung-tanggung keseriusan saya pun diuji dengan berbagai rintangan yang alhamdulillah  sampai saat ini belum mampu menyurutkan semangat.

awal kerusakan laptop

Menulis dengan teknik mengintip di layar laptop yang pecah pun sudah pernah saya jalani, hanya untuk membuat postingan. Malang memang tak dapat ditolak ketika laptop yang menemani saya ngeblog selama ini keinjak yang mengakibatkan lcd nya pecah yang semakin lama semakin melebar. Jadinya setahun terakhir sampai detik ini saya hanya menggunakan smartphone untuk mendukung aktifitas ngeblog #ambiltisu
Semenjak punya bayi otomatis waktu untuk mengurus blog pun semakin berkurang. Jangankan untuk mengurus blog, ngurus diri sendiri aja keteteran. Jadinya saya harus pintar-pintar memanfaatkan waktu yang sedikit untuk menghasilkan sebuah tulisan yang memang pantas di publish. Beruntung (masih ada untungnya) karena saya ngeblog lewat smartphone, saya bisa menulis dimana dan kapan saja. Ide tulisan terkadang memang datang tanpa permisi, menulis draft diatas motor bagi saya mah sudah biasa tentunya ini dengan kondisi lagi dibonceng ya hehe. Juga menulis saat menunggu fotokopi, saat nunggu antrian, diangkot, dihalte, dan yang paling tepat itu ya saat malam hari. Saat semua sudah tidur, lampu-lampu dimatikan, bertemankan suara dengkuran saat itulah saya benar-benar merdeka menjadi seorang blogger dan bisa menulis dengan nyaman.

namanya juga usaha :)

Dengan segala rintangan dan keterbatasan saya tetap semangat untuk terus menulis apalagi ketika mengikuti lomba. Bahkan saya punya buku khusus untuk mencatat jadwal deadline lomba yang mesti saya ikuti. Selain itu saya juga mencatat point penting dari berbagai referensi yang saya baca untuk bisa menuliskan dengan bahasa sendiri. Niat banget emang, sampai-sampai saya pernah mual bikin draft lomba karena terlalu lama megang smartphone yang udah kepanasan plus capek karena tidak leluasa ngetik kayak di laptop. Bener dah rasanya udah kayak bikin thesis. Pengennya melambaikan tangan ke kamera tapi..tapi....

Melakukan sesuatu memang kudu total. "Man Jadda Wa Jada" ,karena yang bersungguh-sungguhlah yang akan mendapatkan apa yang ia usahakan. Kalau pengen jadi blogger yang sukses ya memang mesti serius mau belajar. Kalau pengen menjadi penulis yang menghasilkan karya yang berkualitas ya memang mesti sungguh-sungguh melatih diri. Peluang untuk sukses akan datang jika kita mau berusaha. Maka dari itu Ciptakan peluangmu dari kesungguhan berusaha karena setiap kita sebenarnya mampu menjadi apa yang kita harapkan.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Cerita di Balik Blog

30 Sep 2015

Piknik Bersama Nasi Bungkus Daun Pisang

Sudah beberapa hari ini pikiran saya selalu tertuju pada sebuah album yang sampulnya kusam dan agak berdebu. Penampakannya tidak lagi menarik, apalagi ada beberapa foto yang copot, tidak lagi menempel pada tempatnya. Namun sama sekali tidak mengurungkan niat saya untuk membuka lembaran demi lembarannya. Ada yang membuat saya sangat antusias ketika menikmati setiap lembar foto didalamnya. Keluarga, tikar, rumput hijau, yah saya tertarik dengan kolaborasi indah itu yang kemudian mengingatkan saya pada beberapa tahun yang lalu. Ketika anggota keluarga kami masih lengkap, ketika Bapak belum bangkrut, ketika Piknik bersama jadi jadwal wajib setiap bulan.
Kenangan Piknik Bersama Keluarga Besar
Ya..foto diatas diambil belasan tahun yang lalu ketika kami sekeluarga berpiknik ria keluar kota. Bapak tidaklah seorang pekerja kantoran yang perlu quality time bersama keluarga setiap weekend. Tapi dulu beliau cukup sering mengajak kami jalan-jalan untuk sekedar refreshing. Aha Mungkin Bapak tidak mau dibilang kurang piknik karena terlalu sibuk mengurus dagangannya saja setiap hari. Belum lagi dipusingkan dengan masalah hutang piutang yang bikin dahi mengkerut. Alhasil piknik atau yang sering kami namakan dengan jalan-jalan menjadi pilihan yang tepat untuk menyegarkan pikiran. Disamping juga menambah keakraban dalam keluarga tentunya.

Saya masih ingat dulu setiap Bapak mengajak kami jalan-jalan, malamnya kami menyiapkan segala perlengkapan yang akan dibawa esok hari. Tidak lupa kami mengambil daun pisang untuk kemudian dilayukan dengan memanaskannya diatas kompor. Setiap bepergian kami memang tidak pernah makan di restauran atau rumah makan seperti saat sekarang ini. Wanginya nasi yang dibungkus dengan daun pisang adalah jawabannya. Masakan mama yang jempolan sudah pasti bikin susah kelain hati, tapi cerita nasi bungkus dengan daun pisang lain lagi.

Selalu ada sensasi ketika menikmati nasi yang dibungkus dengan daun pisang, padahal terkadang lauknya hanya ikan asin atau telur rebus yang kemudian digoreng sebentar. Tapi ketika menikmatinya bersama-sama diatas tikar yang terhampar diatas rumput hijau, plus pemandangan yang menyejukkan mata rasanya benar-benar juara. Nasi bungkus daun pisang dan piknik menjadi dua hal yang tidak terpisahkan bagi kami.

Soal tempat juga tidak mesti yang harus mengeluarkan banyak uang. Bapak lebih suka mengajak kami melihat keindahan alam. Hampir setiap bepergian kami lebih sering mengunjungi Pantai dan Danau. Nampaknya Bapak ingin mengajarkan kepada kami bahwa dengan memandang alam yang begitu indah, akan menimbulkan rasa syukur yang berujug dengan ketentraman pikiran dan jiwa kita.  Memang melihat laut lepas, langit biru dan keindahan panaroma alam terbukti sanggup meredakan lelah yang mendera pikiran. Apalagi menikmatinya sambil duduk santai ditikar yang kami gelar diatas rumput. Tiupan angin sepoi-sepoi seperti terapi yang menerbangkan beribu masalah, pijatan lembutnya menyentuh wajah mengukir senyum bahagia dibibir kami. Perut keroncongan pun termanjakan dengan makanan sederhana namun super nikmat. Sungguh bagi kami semua itu kenikmatan yang sangat mahal yang bisa kami dapati secara cuma-cuma.


 
kenangan piknik bersama Almh. Mama

Seiring berjalannya waktu kebiasaan itu pun melekat dalam diri saya. "Candu Raun" begitu orang-orang didaerah saya memberi istilah pada orang yang hobi sekali jalan-jalan. Meskipun tidak lagi menjadi kebiasaan dikeluarga kami saya masih sering bepergian untuk sekedar melepas penat dengan keluarga kecil saya. Walaupun itu hanya sekedar berkeliling di taman kota, hitung-hitung menemani sikecil yang baru belajar jalan. Aktifitas saya sebagai pegawai sekaligus ibu rumah tangga, terkadang memang rentan stress. Tidak jarang saya merasa terkurung rutinitas yang membosankan, kalau sudah begitu piknik adalah obat yang tepat untuk membuat pikiran saya segar kembali. Selain juga menciptakan waktu yang berkualitas dengan anak saya

Namun demikian tetap saja suasana piknik yang pernah saya rasakan dulu bersama keluarga mendapat tempat tersendiri dihati. Apalagi saat ini  tradisi membawa nasi dengan daun pisang agaknya tidak lagi menjadi kebiasaan. Makan di cafe atau restoran menjadi lebih menarik dengan alasan lebih praktis, selain itu menunya pun beragam. Walaupun alasan malas masak sebenarnya lebih dominan dari pada soal makan enaknya hehe.

Sekiranya suatu saat saya berkesempatan liburan di Bogor, ingin sekali rasanya mengunjungi Puncak Bogor yang sejuk dan menenangkan. Saya akan mengajak Bapak serta keluarga besar saya untuk mengulang kembali cerita lama kami. Menggelar tikar, memandang hijaunya hamparan perkebunan teh, dan tidak lupa sambil menikmati nasi bungkus daun pisang kesukaan kami.

Tulisan ini diikutsertakan dalam “Lomba Blog Piknik itu Penting”

23 Sep 2015

Advan Barca Hifi M6 Smartphone Berkelas yang Ramah di Kantong

Tangis anak saya pecah gara-gara video kesukaannya yang saya putar di youtube lewat smartphone tidak mengeluarkan suara apa-apa. Saya baru ingat beberapa hari yang lalu dia sengaja menggigit-gigit ujung smartphone yang ternyata  itu tepat di bagian speakernya. Sepertinya masa pertumbuhan gigi membuat dia semakin suka menggigit apa saja. Sampai-sampai smartphone saya pun jadi korban yang mengakibatkan speakernya kemasukan air ludah dan akhirnya tidak bunyi sama sekali.

Akhir-akhir ini anak saya memang lagi hobi-hobinya nonton youtube. Biasanya saya memutarkan lagu nasyid anak-anak atau lagunya upin-ipin. Setiap melihat saya memegang smartphone pasti dia selalu merengek untuk diputarkan lagu kesukaannya. Makannya sejak speaker di smartphone rusak, saya agak kewalahan. Maunya sih pengen ganti yang keren tapi tetap ramah dikantong. Maklum sebagai ibu-ibu dengan segala kebutuhan yang serba mahal saat ini, saya harus pintar-pintar mengatur strategi agar kebutuhan akan gadget yang berkualitas tetap terpenuhi tanpa harus merogoh gocek terlalu dalam.

Advan sebagai produsen gadget lokal telah dipercaya selalu memanjakan konsumennya dengan menghasilkan produk berkelas namun tetap ramah dikantong. Terbukti pada tanggal 13 Agustus lalu Advan kembali meluncurkan produk terbarunya Advan Barca Hifi M6 atau yang biasa juga dikenal dengan Advan Barca M6, ponsel pintar berteknologi hifi yang dibandrol dengan harga dibawah Rp. 2 juta. Kali ini Advan menggandeng FC Barcelona sebagai Brand Ambasaddor, yang kemudian menjadi alasan diselipkannya nama "Barca". Lalu apa saja kecanggihan yang disuguhkan Advan pada produk terbarunya ini?
Sumber : twitter @advan_id

Kualitas Suara yang Juara

Kualitas suara yang boombastis  memang menjadi andalan Advan pada produk terbarunya ini. Dilengkapi dengan Teknologi True Sound System serta dual front stereo menjadikan kualitas suara yang dihasilkan benar-benar jernih seperti suara asli. Bagi saya dalam pemilihan smartphone kualitas suara memang menjadi point penting lainnya selain ketangguhan multitasking. Apalagi saat ini saya antusias sekali memperkenalkan anak saya yang masih kecil dengan suara-suara murrotal yang biasanya saya perdengarkan lewat smartphone. Ditambah lagi Advan Barca M6 ini didukung dengan layar teknologi IPS dengan resolusi HD 720 x 1280 pixels akan sangat memukau saat kita menonton video ataupun bermain game.

Dengan adanya dual front stereo di smartphone ini  juga akan sangat memberikan kenyamanan saat melakukan video call. Karena speakernya didepan akan suara terdengar lebih jelas dan mampu bersaing dengan suara ambience disekitar. Advan Barca hifi m6 ini juga dibekali dengan Metallic Music Earphone yang stylish dan memiliki kualitas suara yang juga tidak kalah jernihnya.

Performa yang Handal

Tidak hanya memiliki kualitas suara yang dahsyat, smartphone ini juga disempurnakan dengan jeroan yang tangguh. Berbekal RAM sebesar 2 GB membuat smartphone ini akan cukup tangguh untuk memenuhi kebutuhan multitasking penggunanya. Sebagai penggila dunia digital pemenuhan kenyamanan untuk multitasking tentunya sudah menjadi keharusan. Apalagi smartphone Advan Barca Hifi M6 ini digerakkan oleh processor Octa Core berkecepatan 1.4 GHz ARM Cortex-A7 dengan dukungan Chipset MediaTek MT6592, jadi tidak perlu khawatir lagi dengan proses pembukaan data yang terlalu lama atau keadaan ponsel yang tiba-tiba nge-lag.

Tidak itu saja Advan Barca Hifi m6 ini juga dilengkapi dengan co-processor Mali450Mp4, yang akan meningkatkan kualitas gambar saat bermain game 3D atau memutar video HD sekalipun. Meskipun dibekali dengan daya baterai 2300 mAh, Advan menjamin kinerja smartphone Advan Barca hifi m6 ini tidak akan membuat boros baterai karena telah dilengkapi dengan teknologi manufaktur 28nm HDM (High Performance Mobile).

Kualitas Gambar yang Jernih

Lalu bagaimana dengan kameranya? Smartphone ini dilengkapi dengan High Quality CMOS sensor Camera berukuran 8 megapixel pada bagian belakang. Kamera pada sisi belakang tersebut, mampu menghasilkan foto dan video lebih jernih menggunakan teknologi lensa 4P (4 Plastic Lens) dan fitur Auto Focus yang membantu mempercepat bidikan objek foto bergerak. Cukup mumpuni untuk memenuhi kebutuhan hobi foto-foto yang tidak mau repot dengan bawaan kamera.

Buat yang suka selfie Advan Barca M6 ini dibekali kamera depan 5 Megapixel dengan Aperture F2.2 yang mampu menangkap cayaha lebih baik untuk mengoptimalkan kecerahan foto selfie. Lensa tersebut juga didukung fitur Wide Angle dengan sudut lensa mencapai 79 derajat, sehingga akan mempermudah foto selfie dengan banyak objek didalamnya. 

Look Fresh and Friendly

Advan Barca hifi m6 smartphone pertama yang mengadopsi tampilan antarmuka IDOS (Indonesia Operating System), yang memiliki beragam vitur menarik dan tampilan yang mudah dikostumisasi sesuai kebutuhan Sistem ini diinetgrasikan dengan operasi Android KitKat 4.4.2 dengan user interface yang dirancang secara khusus berdasarkan kepada kebutuhan kebiasaan orang Indonesia. Keberadaan IDOS ini membuat tampilan antar muka (interface) lebih fresh dan user friendly.

Smartphone yang memiliki layar 5 inchi ini juga dilengkapi dengan fitur Advan IDOS Gesture Control, yang mana memungkinkan pengguna untuk mengontrol handset Advan Barca M6 mereka hanya dengan lambaian tangan di depan layar. Tanpa sentuhan di layar.

Keren banget kan? Dengan segala keunggulan yang dimiliki Advan Barca hifi m6 ini plus harganya yang bersahabat, semua kalangan bisa punya smartphone yang berkualitas.