12 Feb 2019

Weekend di Edukidz Play Centre


Semenjak beranak dua saya agak malas untuk pergi-pergi refreshing kemanaa gitu. Pada dasarnya bagi emak-emak seperti saya pergi refreshing hanya  memindahkan kerempongan dirumah ketempat lain. Weekend kami akhir-akhir ini lebih sering dirumah saja. Anak-anak juga nggak nuntut mesti kemana, bagi mereka asal ada emaknya sepertinya udah lebih dari cukup. Palingan kita cuma refreshing ke mini market berhubung disini emang nggak ada alfamart juga. Atau paling dekat cukup bawa anak-anak ke warung "nek ita" beli kotak-kotak berhadiah yang isinya absurd banget menurut saya. Tapi mereka senang banget lho.

Walau demikian sekali-sekali saya juga pengen sih menghabiskan weekend diluar. Hitung-hitung melupakan sejenak tentang segala percucian dan persetrikaan. Pengennya ada tempat yang bisa menghibur anak-anak dan saya pun tidak perlu repot-repot kesana kemari mengikuti langkah mereka. Untungnya di Bukittinggi sekarang udah ada Playground yang cukup recomended menurut saya. Kalau dulu mah kita mainnya di Playgorund Ramayana aja. Bayar 10ribu untuk satu jam. Baru aja rasanya selonjoran, eh tau-tau udah satu jam aja. Anak-anak nggak puas, apalagi tempatnya agak kecil dan harus rebutan sama anak-anak yang lain.

Waktu pertama kali kita ke Edukidz ini udah bikin saya jatuh cinta. Apalagi kalau sepi, udah kayak rumah sendiri. Kalau lapar tinggal pesan makanan, mau sholat ada, ruangan buat ibu menyusui juga ada. Yang paling saya suka adalah pustakanya. Banyak buku anak-anak yang biasa dijadiin arisan online ada disini. Sembari mereka main saya bisa me time juga dengan tenang dan tentram.
PUSTAKA
PUSTAKA

MUSHOLA


RUANGAN MENYUSUI
Banyak sekali permainan yang bisa dinikmati anak-anak disini. Salah satu yang anak saya suka adalah mandi bola. Kombinasi warna bolanya bagus, apalagi wallpapernya keren banget.Karena tempat ini dari awal masuk sampai ke toiletnya bersih, jadi saya yakin kolam bolanya juga bersih. Ngeri juga dengar cerita kolam bola yang ada lipan didalamnya. Disamping itu musholanya juga banyak mukena yang pastinya wangi banget. Gimana nggak betah ya.

KOLAM BOLA

Tempat Memanah



Lantai 1
umur 2 tahun kebawah

Selain mandi bola, juga ada tempat memanah lho. Hanya saja sepertinya lebih cocok untuk 5 tahun keatas karena panahnya agak berat. Disamping tempat memanah ada wall climbing yang nantinya kalau udah diatas bisa prosotan nyebur kekolam bola. Disini juga ada Pretend Play yaitu permainan imajinasi atau kalau saya bilangnya main pura-pura. Ada permainan pura-pura jadi Koki lengkap dengan dapur, alat masak dan kostumnya. Juga ada permainan pura-pura jadi Dokter lengkap dengan boneka dan alat kedokterannya. Yang paling penting bagi saya adalah tempat untuk anak dibawah umur 2 tahun. Bersyukur setiap kali kesini nggak ada bayi yang masuk ke arena ini. Jadinya sikecil bisa saya biarkan bebas bereksplorasi dengan mainan yang ada, dan saya bisa sedikit santai.

FOODCOURT LANTAI 1

Menu di foodcourt-nya tidak terlalu banyak sih. Soal rasa lumayan enak. Kalau menurut saya menunya kebanyakan frozen food. Mungkin agar anak-anak yang lagi GTM bisa juga makan disini. Hehe.. Sembari makan kita juga masih bisa memantau anak-anak lho, tapi tempat duduknya agak tinggi. Saya sih kurang nyaman, biasa lesehan soalnya hehe. Jadinya kalau pengen lesehan kita bisa ke lantai dua, sembari anak-anak istirahat dan juga bisa ngasih makan ikan Koi.

Lantai 2

IKAN KOI


Di lantai dua sepertinya memang khusus untuk makan. Kita bisa milih di lesehan atau di meja makan. Hanya saja anak-anak agak ngeri naik tangga yang kecil dan berputar. Susah kalau pas naik ada pengunjung yang turun. Saya sendiri pun agak takut sih. Jadinya anak-anak digendong aja naik kelantai dua.

Satu hal yang disayangkan selain tangganya adalah lahan parkirnya. Banyak mobil yang memanfaatkan bahu jalan sebagai tempat parkir. Kalau hari biasa mungkin tidak terlalu kentara, nggak kebayang bagaimana kalau weekend.

TANGGA

Dengan membayar Rp.30.000/anak kita udah bisa main sepuasnya di Edukidz ini. Makanan buat Ikan Koi juga dikasih gratis 1 kantong perorang. Paling enak kesini pagi hari, karena masih sepi. Kalau udah siang biasanya udah mulai rame, karena banyak pengunjung yang dari pagi belum pulang-pulang. Jangan lupa kalau kesini bawa kaus kaki, biar nggak keluar duit lagi untuk beli kaus kaki hihi.


6 Feb 2019

Belajar Zerowaste dengan Ecobrick

 
ecobrick

Saya termenung seketika melihat botol air mineral yang airnya baru saja habis untuk melepas dahaga. Perjalanannya setelah ini tentu saja akan panjang menghuni bumi ini beratus-ratus tahun lamanya. Disaat saya mungkin sudah sibuk dihisab oleh malaikat, botol ini akan tetap ada sampai waktu mentakdirkannya untuk hancur. Apalah mau dikata kalau ternyata botol ini malah memperberat hisab saya diakhirat. Karena ternyata setelah menempuh sekian kilomoter akhirnya perjalananya bermuara kelaut yang mengakibatkan seekor binatang laut tersiksa dan terlukai olehnya dan kemudian tewas. Hiks.

Semenjak mengikuti kuliah online tentang sampah dengan Mba DK Wardhani, mata saya seperti terbuka untuk memandang masalah persampahan dibumi ini. Sebelumnya sih boro-boro mikirin sampah. Rumah bersih saja rasanya udah syukur alhamdulillah. Soal sampah tinggal buang ketempatnya, selesai deh. Tapi ternyata masalah persampahan di bumi ini tidak sesederhana itu.

Berita buruknya kita harus menerima kenyataan kalau ternyata Indonesia peringkat kedua negara yang paling banyak mencemari lautan (Source : The Wall Street Journal, 2010). Dengan kata lain saking banyak sampah-sampah yang kita hasilkan membuatnya bermuara sampai kelaut. Yowes lah bagaimana tidak, pengelolaan yang tidak baik, tempat pembuangan akhir yang menggunung, serta masih banyak yang buang sampah kesungai membuatnya mengalirr sampai jauh, akhirnya ke lauut. Kebayang nggak sih bagaimana kotornya laut yang harus  direnangi oleh ikan-ikan yang kita makan?
(Sumber : politicoexplorer)
Ketika saya disuguhi dengan gambar-gambar binatang laut yang sengsara dengan sampah sungguh membuat saya sedih “aduuuh bagaimana ini”? Mereka seharusnya bisa hidup tenang dihabitat mereka, tanpa harus teranggu dengan sampah plastik yang menggerogoti tubuh mereka. Bayangkan kalau ternyata yang menjerat tubuh mereka adalah salah satu sampah yang kita buang. Seekor anjing laut dengan wajah pasrah merasakan jeratan tali plastik dilehernya. Penyu dengan cangkang yang bengkok, paus yang mati dengan perut penuh sampah plastik. Kan gak lucu kalau Aquaman juga mesti pake kostum kantong kresek karena ulah kita? Menyedihkan ya? Kita sebagai makhluk ciptaan Allah yang sempurna  bisa sekejam itu pada mereka. Ckckckc
(sumber : IDN Times)

Memang kita tidak mungkin bisa tiba-tiba menyulap sampah-sampah itu hilang. Bahkan mungkin kita akan berdalih, "yah mau gimana lagi mungkin emang udah jalannya begitu". Kebiasaan-kebiasaan buruk itu akan selalu mencari pembelaan untuk menghalangi perubahan kita. Padahal sekecil apapun perubahan yang kita lakukan, jika bersama-sama akan besar sekali dampaknya. Saat ini banyak sekali gerakan zerowaste yang bertujuan untuk mengurangi produksi sampah dimuka bumi. Seperti mengganti kantong kresek dengan tas, menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan, melakukan daur ulang dan masih banyak lagi yang bisa kita lakukan untuk mengurangi sampah.

Saya sendiri jujur masih dalam tahap belajar menerapkan zerowaste dalam kehidupan sehari-hari. Satu hal prestasi saya yah baru mengganti popok sekali pakai dengan clodi, yes! i do it. Yup bagi saya itu prestasi, karena dulu mikirnya pakai clodi itu repot banget harus sering nyuci dan segala macam perawatanya. Tetapi semua itu bisa dikalahkan ketika saya membayangkan besarnya sumbangan sampah pospak yang saya berikan setiap hari di bumi ini. Rasa bersalah yang akhirnya bisa saya atasi dengan berbaik hati memakai clodi.

Selain itu saya juga membuat ecobrick untuk sampah-sampah plastik yang memang tidak bisa dihindari. Sebenarnya ecobrick merupakan pintu terakhir setelah kita berusaha melakukan 5R yaitu Reduse, Reuse, Recycle, Replace, dan Repair. Jangan sampai karena ada ecobrick membuat kita malah lupa tujuan sebenarnya tetap untuk mengurangi sampah plastik itu sendiri. Apalagi membuatnya ecobrick ini memang seru sih..hehe

Berhubung karena saya baru belajar zerowaste dan sampah plastik dirumah terlanjur banyak akhinya saya dan anak-anak membuat ecobrick. Hitung-hitung bantu bersih-bersih.

Apa sih Ecobrick?

sumber : butterflyworld.co.za

Ecobrick adalah botol plastik yang diisi padat dengan limbah non-biologicaluntuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali. (Sumber:zerowaste.id). Ecobrick ini nantinya bisa menjadi bahan untuk membuat furnitur modular, perabotan indoor, ruang kebun, ruang hijau, dinding struktur dan bangunan seperti sekolah dan rumah. Wah keren kan.. 
sumber : www.dispatchlive.co.za

Cara membuatnya sangat gampang.
  1. Sediakan sampah non organik dan non biologi seperti styrofoam, kantong plastik, bungkus makanan, gelas plastik, kertas kaca, dll. Pastikan semua sampah dalam keadaan bersih dan kering ya.
  2. Pilih botol plastik yang akan diisi sampah.
  3. Sediakan tongkat kayu untuk memadatkan isi botol.
Agar ecobrick lebih berwarna kita bisa mengkondisikan warna dasarnya sesuai keinginan.

Bikin ecobrick ini sangat seru dan menyenangkan ketika dikenalkan kepada anak-anak. Selain mengajarkan mereka untuk bijak mengelola sampah sendiri, kita juga tahu ternyata oh ternyata jajan mereka banyak sekali. Tapi mereka malah senang kalau ecobricknya cepat penuh, yang jadinya malah cari-cari sampah plastik kemana-mana. Hadew..

digunting dulu biar padat

this is my ecobrick

Agar ecobricknya padat dan berat usahakan jangan ada ruang didalam botol. Bisa diatasi dengan menggunting sampah-sampah plastik tersebut menjadi potongan-potongan kecil terlebih dahulu. Nah bisa jadi ide buat montesori dirumah juga kan. Sembari bersih-bersih, bisa nabung ecobrick buat bikin rumah eh. 

Setelah penuh dan padat ecobrick ini nanti akan cukup berat, untuk ukuran botol 500ml beratnya bisa sekitar 180 gram. Lumayanlah untuk ganti barbel. Penggunaanya kurang lebih sama dengan batu bata ,dikumpulkan untuk kemudian dibuat meja, kursi atau bangku taman. Tentunya ukuran botolnya harus sama. Kita juga bisa bergabung dengan komunitas GoBrik. Nanti Ecobrick bisa dikumpulkan di tempat terdekat dan dimanfaatkan bersama. Selengkapnya lihat di Ecobricks.org

Ocean Ecobrick

Selain ecobrick kita juga bisa membuat ocean ecobrick yang mana lebih dikhususkan untuk sampah plastik yang basah. Biasanya sampah seperti ini sering ditemui di tepi pantai, sungai dan lautan karena kondisinya yang cenderung basah dan susah untuk dibersihkan. 



Cara membuatnya :
  1. Sediakan dua botol plastik yang akan diisi sampah plastik. 
  2. Potong botol menjadi dua bagian (buang bagian atas botol)
  3. Isi bagian bawah dengan plastik berwarna perak.
  4. Masukan sampah-sampah plastik sambil dipadatkan dengan tongkat. Begitu juga dengan bagian potongan botol yang satunya lagi.
  5. Satukan botol sembari diputar dan dipadatkan
Jika ecobrick cocok untuk membuat furniture rumah, ocean ecobrick lebih cocok tepat untuk digunakan diluar rumah seperti ruang hijau, bangku taman dll.  

Banyak yang bisa kita lakukan untuk tetap memelihara bumi ini dengan baik. Tinggal pilih dibagian mana kita mengambil peran. Nggak usah mikirin, "emang ngaruh gitu sama bumi kalau aku lakuin ini"? Kalau 80 juta orang melakukan hal kecil itu pastinya akan sangat berpengaruh sekali. Mulai dari yang mudah saja, secara bertahap. Hal ini saya sampaikan sebenarnya juga untuk memotivasi diri sendiri agar lebih konsisten. Sekaligus mengajak kita semua agar lebih bijak mengurangi sampah plastik.











31 Jan 2019

Proses Membangun Rumah Secara Bertahap

planner 5d

Setelah sekian tahun tinggal bersama orang tua akhirnya saya dan suami bertekad untuk bisa punya rumah sendiri. Tinggal satu atap dengan 3 Kepala Keluarga tentu saja sudah tidak sehat untuk kami. Baik itu dari kondisi rumah maupun hubungan keluarga satu sama lain yang kadang sering bergesekan. Kadang banyak juga yang komentar “rumahnya kan besar, mubazir” tetap saja saya tidak nyaman. Rumah yang homey, yang bisa jadi tempat melepas penat setelah seharian bekerja pastinya jadi syarat penting bagi semua orang yang punya rumah.

Salah satu hal yang membuat kami memilih tinggal bersama orang tua apalagi kalau bukan masalah ekonomi. Kami belum bisa bikin rumah, dan kalau ngontrak pun rasanya kok sayang ya uangnya. Mending ditabung saja buat nanti kalau memang ada niat untuk bangun rumah. Jadi dengan segala alasan itu kami mencoba bersabar dan bersyukur saja dengan kondisi yang ada. Toh masih banyak diluar sana yang tidak punya tempat berteduh. 

Namun ternyata walau kami bisa menerima keadaan, belum tentu baik untuk anak-anak. Mereka sih asik-asik saja rame dengan sepupu-sepupu, menggelar mainan dimana-mana.  Apalagi anak saya suka sekali berbagi dengan kakak sepupunya, yah termasuk mengajak lompat-lompat dikasur kamar bersama-sama. Hadeew... Saya seperti kehilangan wilayah privasi sekaligus kehilangan arah untuk memonitoring anak-anak karena lingkungan yang serasa lebih kuat. Sedangkan saya dilemahkan oleh keadaan rumah yang membuat saya kadang bad mood.

Ketika kami bertekat untuk membangun rumah, kami sudah sepakat untuk tidak lagi menyentuh yang namanya Riba. Jadi membeli ke developer dengan sistem kredit atau beli perumnas atau apalah itu sudah kami coret dari daftar perencanaan. Ini bukan saja karena haram nya riba, tapi memang setelah pernah merasakan sendiri bagaimana punya hutang ke bank itu rasanya nggak enak banget. Kalau dihitung, bunganya aja udah bisa bikin pondasi rumah. Tapi ini pendapat saya sendiri ya, saya menghargai setiap pilihan orang yang mungkin tidak sepakat.
Setelah kami berdiskusi bagaimana cara membangun rumah dengan biaya murah dan tidak riba,  akhirnya kami memilih untuk membangun rumah secara bertahap saja alias nyicil. Kalau dulu orang-orang tua dikampung biasanya beli bata dulu, kemudian semen, pasir, nanti kalau udah cukup baru deh dipanggil tukang. Nah mungkin yang akan kami lakukan tidak persis seperti itu tapi kurang lebih sama karena sama-sama nyicil . Apa bisa???? Hmmm Let’s see....
 
nyicil batu


Mendesain Sendiri

Kami mulai mencari ide-ide desain rumah yang cocok dengan cara browsing di internet. Nggak perlu jasa arsitek, cukup pake aplikasi planner 5D aja agar lebih gampang untuk dilihatkan pada Pak Tukang. Biasanya mereka bisa menaksir kira-kira berapa biaya yang akan dihabiskan, apa-apa saja bahan yang harus dibeli dan bagaimana sistemnya borongan atau harian. Dengan perhitungan itu biasanya kita sudah bisa membayangkan biaya yang harus disiapkan. Nah tinggal mikir gimana cari duitnya..hehe

Menetapkan Sistem Kerja dan Upah Tukang

Kita bisa menetapkan apakah pekerjaan dilakukan secara harian atau borongan. Dua-duanya menurut saya ada kelebihan dan kekuranganya. Untuk sistem borongan biasanya harga upah sudah dipatok berapa lama pun waktu pengerjaan. Biasanya pembayaran bisa dibagi 3 termin atau 4 tergantung kesepakatan. Kalau budget udah tersedia sejumlah yang ditetapkan sistem ini sebenarnya bagus karena pekerjaan bisa lebih cepat.

Tapi kalau untuk sistem pekerjaan yang harian upah dipatok perhari dan biasa dibayar perminggu. Kekurangannya bisa saja tukang kerjanya malas-malas dan melambatkan pekerjaan agar upahnya tambah besar. Tapi untuk menanggulanginya kita bisa bersepakat diawal, kira-kira penyelesaiannya kapan. Kita pun bisa mengevaluasi pekerjaan, bagaimana progressnya perminggu kalau emang lambat mending ganti tukang saja. Kelebihannya dengan sistem ini kita bisa memberhentikan kerja sementara ketika budget udah menipis dan kemudian nanti bisa dipanggil lagi kalau udah terkumpul lagi.

Saya dan suami memilih tukang harian saja karena memang sesuai dengan kondisi kami yang memang tidak punya stok uang banyak. Dengan catatan tukangnya masih kenal dengan saudara dan mengerti dengan kondisi kami. Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada masalah. 

Menentukan Tahap Pembangunan

pengerjaan pondasi


Rencananya kami membagi tahapan pembangunan rumah sebagai berikut :
1. Pembuatan pondasi
2. Pembuatan dinding atau istilah dikampung saya mambatu
3. Pemasangan Atap
4. Finishing

Kami membagi setiap tahapan sedemikian rupa agar jeda yang ada tidak berpengaruh buruk terhadap konstruksi bangunan sembari kami kembali mengumpulkan uang. Untuk finishing maunya sih sampai bisa di huni aja walaupun belum total selesai. Nanti bisa di cicil lagi untuk dekorasi dan sebagainya.



Saya mah let it flow aja, toh niat kami untuk membangun rumah bukan untuk bermewah-mewahan. Biar lambat asal selamat. hehe. Karena kalau menunggu tabungan cukup, sudah pasti gak bakalan pernah cukup karena harga yang terus naik. Lebih baik setiap ada rezeki langsung dibeli bahan bangunan saja, biar jelas prosesnya.

Sementara ini pembangunan rumah ini masih on the progress. Insya Allah akan saya update di blog ini. Agar kita sama-sama tau apa mungkin punya rumah dengan biaya murah? Mudah-mudahan bermanfaat untuk pembaca.